ENDESNYA KAKI LIMA (1): SANTIGA SEAFOOD POLIM


Dari ujung jalan Panglima Polim sampai Ujungnya Fatmawati pasti banyak dijumpai tenda-tenda seafood kaki lima. Dari beberapa tenda(s) seafood yang berada disepanjang jalan polim sampai fatmawati kebetukan rajin saya kunjungi.

Nah, yang paling maknyus salah satu makanan seafood kaki lima dipolim adalah Santiga Seafood.

Tempatnya cukup bersih. Ini yang paling utama ya kalau kita mau pergi ke tempat makan.✔

Orderan gak pake nunggu lama. Nah, ini yang paling okeh banget, apalagi kalau lagi starving. ✔

Kalau datang awal dihari weekend empat orderan seperti kangkung, ikan bakar, udang mentega, plus tauge cah ikan asin bisa selesai dalam waktu kurang lebih 15 menit. Mantabkan, hehe.

Ikan bawal bakar jadi favorit saya kalau Disantiga Seafood. Bumbunya maknyus dan tinggal dicaplok gak pake tambahan embel-embel sambal kecap atau yang lainnya.



Ikan bakar belum lengkap tanpa sayuran. Nah, pacarnya ikan bakar bawal saya biasanya cah kangkung tauco. Ini juga gak perlu ditambahkan apa-apa karena rasanya sudah cukup pol dari rasa tauconya. Jangan lupa minta nasinya yang puanasss.



Gimana sama parkirnya?

Tergantung datangnya jam berapa dan hari apa, serta yang diparkir apa. Kalau motor mungkin gak sulit untuk parkir, bisa diselip-selip. Kalau weekdays mungkin masih bisa dapat parkir mobil biarpun lewat jam 8pm. Tapi kalau weekend, wah good luck aja deh cari parkiran.

Eh, ada hiburannya juga lho disinj. Live music diSantiga bisa bikin dinner kaki lima kita gak kalah dengan Bintang lima ;P. 

Yang penting makanannya and keasyikan kita menikmati makanan dan suasananya, kan?


Cusss kesana lagiii :)).






NGOPI BARENG EMAKS (3): KEPOMPONG DAN SAHABATNYA



"Din, aku otw kerumah ya. Kamu dirumah kan? Aku mau ambil projectku yang dititip dirumah kamu".

SMS yang dadakan model gini pastinya hanya datang dari satu orang.

"Aku dirumah adik, lagi jagain ponakan. OK deh, aku otw kerumah sekarang".

Sepertinya ini sebuah paksaan yang memang harus Dinda lakukan.

Gaya bicara halus bikin orang gak bisa nolak dan itu sudah biasa.

Setibanya Dinda dirumah. Lho, kok ramai betul diteras, banyak orang bawa kamera segala kayak mau syuting.

"Eh Dinda, project yang aku titipin sama kamu diambil sekarang ya. Soalnya mau diperluin untuk wawancara". Katanya nyerocos sendiri.

Dinda seperti sapi yang dicocok hidungnya, ia hanya tersenyum dan melangkah kedalam rumah untuk mengambil barang-barang sidia.

Tanpa basa basi, selayaknya rumah dia sendiri dan tanpa ijin siempunya rumah. Ternyata, lho wawancaranya dirumah siDinda juga toh?
Satu jam berselang, Dinda hanya menonton siwanita yang dianggap sahabatnya itu diwawancarai.

Setelahnya ...

"Din, makasih ya".

Lagi, Dinda hanya seperti sapi dicocok pantatnya. Tidak bisa berpikir lagi.

"Besok aku gak mau dititipin apa-apa lagi ah sama dia Jeng. Kapok". Gerutu Dinda  setelah satu minggu kejadian itu.

Ah, kepompong. Dia hanya datang jika ada kepentingan untuk bisa terbang. Setelah bisa terbang? Ya didatengin lagi kalau ada keuntungan baginya.



JATUH CINTA SAMA YOGA DIUMUR 40-AN? WHY NOT!



Sudah tahu ya kalau olahraga itu memiliki segudang manfaat untuk tubuh kita. Begitu juga dengan yoga.

Awal mengenal yoga waktu saya tinggal diThailand. Gak ada yang istimewa menurut saya karena sesudahnya badan saya pegal dan sakit semua.

Jadi kapok untuk yoga ceritanya.

Tahun 2007 saya mulai yoga lagi digym diIrlandia, dan setelah beberapa kali ikut kelas yoga saya mulai menyukainya.
Sayang gymnya jauh dari rumah jadi saya jarang lagi ngegym dan tidak terpikir untuk yoga dirumah.

Sekembalinya ke Indonesia, saya join lagi ngegym diJakarta yang semua kelas sudah inklusif, termasuk yoga.

Kembali keyoga setelah bertahun-tahun absen awalnya memang sulit, lebih tepatnya malas, apalagi kalau sudah menjelang usia 40an.

Saya menyiasati kesulitan bangkit dari malas ini dengan datang kegym tiap hari. Jadi kalau ngantuk atau cape, ya dihajar saja.


Rutin Yoga
Yoga paling baik dilakukan seminggu tiga kali atau setiap haripun menurut para ahli yoga tidak masalah.



Supaya badan gak kaget alias jadi kaku dan penat, saya lakukan yoga awalnya seminggu tiga kali dan itu rutin selama tiga bulan berturut-turut.

Basic Yoga
Selama tiga bulan saya hanya melakukan basic Yoga alias pose yoga yang dasar.
Ini dilakukan untuk fleksibilitas dan meregangkan otot yang kaku. 

Apalagi kalau jarang olahraga dan tidak pernah melakukan stretching.

Basic Yoga mencakup gerakan yang mudah dilakukan untuk pemula, seperti:  Mountain Pose, Downward Facing Dog, Warrior Pose, Tree Pose, Bridge Pose,Triangle Pose, Pigeon Pose, Child’s Pose.

Baca ini juga yaaa: Fokus Yoga Dirumah  Bareng Lesley Fightmaster



Semua pose yoga diatas bagus sekali untuk melenturkan otot dan fleksibilitas tubuh kita, apalagi untuk pemula.

Nampaknya pose ini membosankan apalagi jika dilakukannya berulang-ulang. Tetapi pengulangan gerakan ini justru membantu otot tubuh kita semakin kuat, dan jika ingin melakukan pose yang advance akan jauh lebih mudah.

Try advanced pose
Kalau sudah sering melakukan basic Yoga maka dengan sendirinya otot dan tubuh kita semakin kuat dan fleksibel.

Kalau sudah kuat dan fleksibel pastinya melakukan yoganya lebih menyenangkan, dan biasanya kita mau mencoba pose yang lebih advanced lagi.


Dipose yang lebih advanced sebaiknya diawasi oleh instruktur atau seseorang yang sudah ahlinya dalam gerakan yoga karna kalau gak bisa terjadi injure.

Sebaiknya advanced pose dilakukan perlahan-lahan, tidak gegabah apalagi terburu-buru.

Kalau ada rasa sakit pada saat melakukan gerakan yoga sebaiknya dihentikan atau konsultasikan keinstruktur yoga.

Instruktur yoga yang profesional tentunya akan memberikan nasehat yang tidak  mencelakakan kita.

Fun with Yoga pose
Yoga itu menyenangkan sekali kalau sudah dijalani. Makanya yoga tidak mengenal umur.

Baik anak kecil atau orang tua bisa melakukan yoga, karena yoga bisa dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.




So, yuk gelar matnya.

Namaste.


Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds