JengSri Untuk Hari Kartini

Sunday, April 19, 2009 JS Hanniffy 38 Comments

Sahabat bloggers, Setelah bertapa dibukit sunyi nan sepi hanya ditemani sapi2 Irlandia, akhirnya JengSri kembali ke dunia nyata! Arrghh! Welcome to the jungle! gitu kata temen2 JengSri kalo abis balik dari liburan, yang maksudnya selamat datang kedunia gila! Biarlah dunia ini gila tapi hari ini JengSri mau ngajak sahabat cewek bloggers khususnya untuk menengok sejenak jejak2 perjuangan dari seorang srikandinya Indonesia yaitu Raden Ajeng Kartini (JengSri paling suka nyebut namanya dengan Radeng Ajeng). Untuk sahabat cowok bloggers silahkan ikutan baca ;). Sahabat cewek bloggers masih ingat kan gimana seorang Kartini yang masih muda belia dipaksa menikah dengan seorang pria untuk menjadi istrinya yang ke empat. Kartini muda belia yang saat itu hidup dalam peraturan2 yang mengekang kebebasan wanita dalam mengemukakan hak2nya. Salutnya, keadaan itu tidak membuat RA Kartini patah semangat untuk tetap menyuarakan hak2nya sebagai kaum perempuan. Penolakan, gagasan dan idenya tentang masa depan wanita Indonesia bahkan kritiknya tentang agama yang dianutnya dituangkan dalam surat2nya kepada sahabat2nya RA yang berada di Eropa. Sahabat cewe' bloggers, Apa yang dialami oleh RA Kartini 100 tahun lebih yang lalu, seperti Polygami dan peraturan2 yang membatasi hak kaum wanita hingga kini masih terjadi di Indonesia. Seperti halnya RA Kartini yang menanyakan tentang 'Agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki2 untuk berbuat polygami" JengSri ikutan penasaran seperti halnya RA Kartini, kenapa dan mengapa? (Sama kayaknya ya pertanyaannya,hehehe) Banyak sekali gagasan2, ide dan kritik dari RA kartini yang seharusnya dilanjuti oleh wanita Indonesia masa kini. Terlebih banyaknya kasus2 yang memenjarakan hak asasi wanita, seperti kasus TKW di Arab yang hingga kini masih saja terjadi, adanya UU APP yang notabenenya lagi2 ditujukan untuk kaum perempuan (kenapa selalu perempuan yang dipermasalahkan? bukankah semua itu terjadi karena tidak adanya jaminan sosial kesejahteraan untuk kaum perempuan?), pengarbosian dimana2, sexual abuse, Pekerja Sex Komersial, dan lain sebagainya. Sayangnya, perjuangan RA Kartini terlupakan dan hanya sebuah momentum yang dirayakan setiap tahun sekali dengan memakai kebaya jawa disekolah2 SD, Bukan itu intinya!!. Parahnya suara wanita Indonesia tenggelam bersama garis2 peraturan hukum tertulis yang katanya lagi2 demi MORAL. Entah moral apa yang dimaksud, namun peraturan tertulis hanyalah tinggalah tertulis karena PSK masih ada dimana2, aborsi masih ada dimana2, Pornographi masih ada dimana2. So? Sahabat cewe' bloggers, Ini sekedar suara hati JengSri. Kali aja ada wakil rakyat berstatus female yang nyasar kemari trus manggil JengSri untuk berdiskusi geto,hehehe. However, JengSri hanya berharap pemerintah Indonesia segera membangun jaminan sosial untuk perempuan Indonesia, untuk si single tanpa job, untuk si ibu tanpa suami, untuk si istri dengan gaji suami yang pas2an. Sejahterakan wanita Indonesia untuk kesejahteraan Indonesia. Kapan ya? (Pertanyaan buat mbak2 dan mas2 para wakil rakyat). Selamat hari Kartini Srikandi2 Indonesia! Mimpi belum usai, DBLN, 22.04-200209

38 comments:

  1. Selamat hari Jengsri, Wanita berkaki panjang. Kartini bukan apa-apa dibanding engkau. ( Dari sudut banjardawa, dari kalangan biasa engakau bisa melanglang buana ). Butuh perjuangan hebat untuk itu. Lebih berat dari hanya sekedar menulis diary, atua sebuah surat.

    ReplyDelete
  2. ayo bangkit dan semangat wanita indonesia

    ReplyDelete
  3. Saya melihat sosok Kartini dalam diri Diajeng, meskipun di Negeri yang jauh tapi tetap eksis dalam memperjuangkan hak-hak wanita. Diajeng adalah sosok wanita melebihi Raden Ajeng dimasa sekarang. Sukses selalu untuk diajeng semoga tetap sehat selalu dalam menjalankan aktifitasnya. and selamat comeback kedunia gila.

    ReplyDelete
  4. Sejahterakan wanita Indonesia untuk kesejahteraan Indonesia. Kapan ya? .. secepatnya jenggg!! optimis!! sekarang kan udah muncul seorang aktivis perempuan yaitu Gadis Arivia dari Fakultas Filsafat Universitas Indonesia. Ini merupakan suatu kemajuan besar, adanya tokoh baru yang memiliki pengaruh besar dalam mengubah paradigma / cara pandang terhadap hakikat perempuan yang tadinya tidak begitu dipermasalahkan menjadi seharusnya yang harus dibela. Oke oke! Siap2 aja muncul tokoh feminis yang lain :)

    ReplyDelete
  5. jenggggg lagi bersemedi ngerubah cat rumah (timplet)

    ada bau cat merah jambu nehhhh
    catnya ngutang di babah acong ya?

    Selamat Hari Kartini

    ReplyDelete
  6. oh iya sekarangkan hari kartini

    aku lupa...

    ReplyDelete
  7. Waaaah ini info yang saya cari tentang KARTINI.

    Lumayan.... bisa mengingat sedikit tentang sejarah dan filosofinya.
    Makasih....

    ReplyDelete
  8. Oh ini hari Kartini ya. Hehehe, saya setuju masih bnyk mimpi kt yg belum usai. Selamat hari JengSri aja, tiap hari selalu indah.

    ReplyDelete
  9. welcome back to blogger's world ya jeng!

    dan selamat hari kartini!

    ReplyDelete
  10. Ayooo wanita Indonesia terus semangat.....
    aku dukung semua kreatifitasmu...
    Selamat hari Kartini....
    ewww... Cat baru.... Pinky..pinky..

    ReplyDelete
  11. Met Hari Kartini.. Semoga kita bisa meneladani semangat dan mimpi2 Kartini.Dan 1 lagi, tidak kebablasen mengartikan makna emansipasi...

    ReplyDelete
  12. semangat Ibu kartini harus ditiru..
    semangat dan semangat...

    ReplyDelete
  13. surat kepada ibu

    berujung jugakah kemarau
    di sini, ibu? mataku terkubur abu
    pohonan hangus di tanah kupu-kupu
    merindukan jemari rampingmu
    menambal koyak cakrawala
    sepanjang darah air mata tanah airku

    pagi yang kemudian menjenguk jiwaku
    di persimpangan benda-benda; menyuguhkan
    segelas embun
    mungkinkah tuhan sedang rindu
    pada taman-taman yang telah mati
    dalam sajakku?
    kapan

    aku boleh meneguknya? sementara setiap rambu
    tak hentinya menyuntikkan serum duka ke dadaku
    satu jam sekali sejarah menuangkan
    cairan penghilang rasa sakit
    ke dalam jahitan kepalaku
    dan

    ketika aku sampai ke alamat cintamu
    barangkali aku sudah tak butuh apa-apa
    kecuali kehangatan ramping jemarimu
    untuk mengikatkan seutas benang doa
    pada jiwaku yang tertinggal di halte-halte

    ReplyDelete
  14. ahhhh aku mo nelpon kartini, temenku yg didaerah terpencil, yg jadi guru, yg honor, yg jarang ke pekanbaru, yg ultah hari ini

    hidupppp jeng sri
    eh... hidup kartini

    ReplyDelete
  15. wah jeng...nice posting
    btw ganti template lagikah? hodoh...seneng bener ganti2 spt diriku hahahah....

    happy kartini sis, maap lahir batin :D

    ReplyDelete
  16. woiiiiiiiiii temen woiiiiiiiiiii

    *platekk wadowww hushhh jangan tereak2

    lho kok aku kek jadi top komen tuh, padahal yg ngomen disini banyak

    ReplyDelete
  17. aku vote pertama "norak luh"
    hehehehe abisan yg side kiri ga imbang ma kanan

    ReplyDelete
  18. hallo jeng.. loly juga udah 2 hari nggak ol nih..selamat hari kartini juga buat jeng dan semua kaum hawa yang ada...But cover baru ya hehehhe..bagus yang kmrn sih menurut loly hehehe..ini cuma masukan looo

    ReplyDelete
  19. selamat hari kartini jengsri.. ciptakan kartini dihati untuk emansipasi

    ReplyDelete
  20. waaaahhh... pinky... :)

    www.ditter.wordpress.com

    ReplyDelete
  21. Meski katanya Kartini adalah Pahlawan kaum wanita, tapi ku tetep bangga, negeri ini melahirkan seorang Kartini.....

    ReplyDelete
  22. kartini sekarang dah canggih jeng. bener. kebablasan malah. :)

    karena settingannya tidak membolehkan anonim, maka nama bill lah yang muncul, tidak sibaho. rubah dong jeng settingannya. kasian kan yang domain yang gak openID

    ReplyDelete
  23. saya sangat setuju dengan ulasan tentang hari kartini, di kantor sayapun sepertinya setiap peringatan Kartini wajib menggunakan pakain adat, nah..kebetulan saya terus menerus menentangnya karena tidak menemukan hubungan antara pakain adat dan peringatan kartini...?

    ReplyDelete
  24. jeng sri sosok kartini di blantika blogsophere indonesia

    ReplyDelete
  25. jika cenut2,
    pake obat antakadin
    alias antakkan ke dinding
    antakkan = antukkan

    jiaaahahahahahaha

    ReplyDelete
  26. Selamat hari Kartini Jeng Sri....
    tingkatkan sumberdaya wanita...
    Mampir Blog kulo nggeh...

    ReplyDelete
  27. sejarah cuma tinggal sejarah sekarang. emansipasi kadang2 dijadikan cuma sebatas tameng untuk menghalalkan segala sesuatu yang mungkin saja oleh sebagian perempuan diluar sana udah kepentok untuk mencari pembenaran, peaceeeeeeeeee

    ReplyDelete
  28. Saya pernah berkunjung ke tempat tinggal Ibu Kartini di Pendopo Kabupaten Rembang di tahun 1981. Saat kunjungan itu diperlihatkan ruangan tempat Ibu Kartini tinggal ketika telah menikah dengan Bupati Rembang. Juga tempat Ibu kartini mengajar kaumnya di samping pendopo.
    Saya hanya bisa membayangkan saat itu listrik belum masuk Pulau Jawa dan sekitar Rembang masih terbentang hutan lebat dan kondisi gelap gulita ketika malam hari tiba.
    Namun kegigihan Ibu Kartini mengajak kaumnya untuk maju tidak melulu harus jadi konco wingking nya kaum pria dengan mengajar anak-anak wanita di jamannya.Pantaslah habis gelap terbitlah terang. Dari Rembang inilah pancaran terangnya pemikiran Ibu Kartini melesat keluar dari tembok pendopo dan kini di abad 21 telah banyak Kartini-Kartini muda yang menduduki jabatan di berbagai bidang keahlian, salah satunya Jeng Sri pemilik blog ini yang mau tinggal di perantauan jauh dari sanak keluarga.

    ReplyDelete
  29. waduwwwwh..pinky in kartini's day!!!!!

    srikandi indonesia kebanyakan sekarang bersuaranya lewat gosip jeng....hehe..

    ReplyDelete
  30. Met Hari Kartini jeng...
    leotnya pinky euy

    ReplyDelete
  31. kartini masa kini menyuarakan gagasan dan ide dengan ngeblog dan fesbuk, jeng

    ReplyDelete
  32. wah, tidak bisa berkata2 lagi. pokoknya

    MET HARI KARTINI mba :), semoga jadi penerus kegigihan Ibu Kartini ...

    ReplyDelete
  33. jeng sri sosok kartini di blantika blogsophere indonesia

    ReplyDelete
  34. Bravo Kartini, Bravo Wanita Indonesia, Bravo Jeng Sri

    ReplyDelete
  35. Banyak wanita-2 Indonesia yg kini berani untuk memperjuangkan harkat dan martabatnya.
    Makin banyak wanita-wanita Indonesia yg akhirnya memilih untuk ikut mencari nafkah guna mencari tambahan penghasilan bagi keluarganya.

    ReplyDelete
  36. Hm, artikel yang menarik, Jeng Sri. Saya hanya akan mengomentari satu hal, yaitu mengenai Polygami yang dilakukan Kartini (kata lain terpaksa melakukannya). Mungkin lebih arif kalau semua perempuan tidak menjadikan contoh2 buruk perilaku poligami yang dilakukan dengan tidak berdasarkan tuntunan syariat Islam yang menjadi dasarnya, karena menurut saya, tidak sedikit juga kok mereka yang melakukan poligami berhasil. Insya Allah sebagai seorang Muslim saya yakin bahwa Allah tidak menurunkan suatu hukum melainkan untuk kemaslahatan ummatnya. Boleh dijadikan pembanding artikel di Blog Saya "KARTINI KARTINI TERGADAI".

    Salam dari Makassar Jeng Sri, semoga sukses dan kembali ke tanah air.

    Wassalam

    ReplyDelete

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds