Sahabat bloggers,
Setelah bertapa dibukit sunyi nan sepi hanya ditemani sapi2 Irlandia, akhirnya JengSri kembali ke dunia nyata! Arrghh! Welcome to the jungle! gitu kata temen2 JengSri kalo abis balik dari liburan, yang maksudnya selamat datang kedunia gila!
Biarlah dunia ini gila tapi hari ini JengSri mau ngajak sahabat cewek bloggers khususnya untuk menengok sejenak jejak2 perjuangan dari seorang srikandinya Indonesia yaitu Raden Ajeng Kartini (JengSri paling suka nyebut namanya dengan Radeng Ajeng). Untuk sahabat cowok bloggers silahkan ikutan baca ;).
Sahabat cewek bloggers masih ingat kan gimana seorang Kartini yang masih muda belia dipaksa menikah dengan seorang pria untuk menjadi istrinya yang ke empat. Kartini muda belia yang saat itu hidup dalam peraturan2 yang mengekang kebebasan wanita dalam mengemukakan hak2nya. Salutnya, keadaan itu tidak membuat RA Kartini patah semangat untuk tetap menyuarakan hak2nya sebagai kaum perempuan.
Penolakan, gagasan dan idenya tentang masa depan wanita Indonesia bahkan kritiknya tentang agama yang dianutnya dituangkan dalam surat2nya kepada sahabat2nya RA yang berada di Eropa.
Sahabat cewe' bloggers,
Apa yang dialami oleh RA Kartini 100 tahun lebih yang lalu, seperti Polygami dan peraturan2 yang membatasi hak kaum wanita hingga kini masih terjadi di Indonesia. Seperti halnya RA Kartini yang menanyakan tentang 'Agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki2 untuk berbuat polygami" JengSri ikutan penasaran seperti halnya RA Kartini, kenapa dan mengapa? (Sama kayaknya ya pertanyaannya,hehehe)
Banyak sekali gagasan2, ide dan kritik dari RA kartini yang seharusnya dilanjuti oleh wanita Indonesia masa kini. Terlebih banyaknya kasus2 yang memenjarakan hak asasi wanita, seperti kasus TKW di Arab yang hingga kini masih saja terjadi, adanya UU APP yang notabenenya lagi2 ditujukan untuk kaum perempuan (kenapa selalu perempuan yang dipermasalahkan? bukankah semua itu terjadi karena tidak adanya jaminan sosial kesejahteraan untuk kaum perempuan?), pengarbosian dimana2, sexual abuse, Pekerja Sex Komersial, dan lain sebagainya.
Sayangnya, perjuangan RA Kartini terlupakan dan hanya sebuah momentum yang dirayakan setiap tahun sekali dengan memakai kebaya jawa disekolah2 SD, Bukan itu intinya!!. Parahnya suara wanita Indonesia tenggelam bersama garis2 peraturan hukum tertulis yang katanya lagi2 demi MORAL. Entah moral apa yang dimaksud, namun peraturan tertulis hanyalah tinggalah tertulis karena PSK masih ada dimana2, aborsi masih ada dimana2, Pornographi masih ada dimana2. So?
Sahabat cewe' bloggers,
Ini sekedar suara hati JengSri. Kali aja ada wakil rakyat berstatus female yang nyasar kemari trus manggil JengSri untuk berdiskusi geto,hehehe. However, JengSri hanya berharap pemerintah Indonesia segera membangun jaminan sosial untuk perempuan Indonesia, untuk si single tanpa job, untuk si ibu tanpa suami, untuk si istri dengan gaji suami yang pas2an.
Sejahterakan wanita Indonesia untuk kesejahteraan Indonesia. Kapan ya? (Pertanyaan buat mbak2 dan mas2 para wakil rakyat). Selamat hari Kartini Srikandi2 Indonesia!
Mimpi belum usai,
DBLN, 22.04-200209
19 Apr 2009
JengSri Untuk Hari Kartini
Sahabat bloggers,
Setelah bertapa dibukit sunyi nan sepi hanya ditemani sapi2 Irlandia, akhirnya JengSri kembali ke dunia nyata! Arrghh! Welcome to the jungle! gitu kata temen2 JengSri kalo abis balik dari liburan, yang maksudnya selamat datang kedunia gila!
Biarlah dunia ini gila tapi hari ini JengSri mau ngajak sahabat cewek bloggers khususnya untuk menengok sejenak jejak2 perjuangan dari seorang srikandinya Indonesia yaitu Raden Ajeng Kartini (JengSri paling suka nyebut namanya dengan Radeng Ajeng). Untuk sahabat cowok bloggers silahkan ikutan baca ;).
Sahabat cewek bloggers masih ingat kan gimana seorang Kartini yang masih muda belia dipaksa menikah dengan seorang pria untuk menjadi istrinya yang ke empat. Kartini muda belia yang saat itu hidup dalam peraturan2 yang mengekang kebebasan wanita dalam mengemukakan hak2nya. Salutnya, keadaan itu tidak membuat RA Kartini patah semangat untuk tetap menyuarakan hak2nya sebagai kaum perempuan.
Penolakan, gagasan dan idenya tentang masa depan wanita Indonesia bahkan kritiknya tentang agama yang dianutnya dituangkan dalam surat2nya kepada sahabat2nya RA yang berada di Eropa.
Sahabat cewe' bloggers,
Apa yang dialami oleh RA Kartini 100 tahun lebih yang lalu, seperti Polygami dan peraturan2 yang membatasi hak kaum wanita hingga kini masih terjadi di Indonesia. Seperti halnya RA Kartini yang menanyakan tentang 'Agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki2 untuk berbuat polygami" JengSri ikutan penasaran seperti halnya RA Kartini, kenapa dan mengapa? (Sama kayaknya ya pertanyaannya,hehehe)
Banyak sekali gagasan2, ide dan kritik dari RA kartini yang seharusnya dilanjuti oleh wanita Indonesia masa kini. Terlebih banyaknya kasus2 yang memenjarakan hak asasi wanita, seperti kasus TKW di Arab yang hingga kini masih saja terjadi, adanya UU APP yang notabenenya lagi2 ditujukan untuk kaum perempuan (kenapa selalu perempuan yang dipermasalahkan? bukankah semua itu terjadi karena tidak adanya jaminan sosial kesejahteraan untuk kaum perempuan?), pengarbosian dimana2, sexual abuse, Pekerja Sex Komersial, dan lain sebagainya.
Sayangnya, perjuangan RA Kartini terlupakan dan hanya sebuah momentum yang dirayakan setiap tahun sekali dengan memakai kebaya jawa disekolah2 SD, Bukan itu intinya!!. Parahnya suara wanita Indonesia tenggelam bersama garis2 peraturan hukum tertulis yang katanya lagi2 demi MORAL. Entah moral apa yang dimaksud, namun peraturan tertulis hanyalah tinggalah tertulis karena PSK masih ada dimana2, aborsi masih ada dimana2, Pornographi masih ada dimana2. So?
Sahabat cewe' bloggers,
Ini sekedar suara hati JengSri. Kali aja ada wakil rakyat berstatus female yang nyasar kemari trus manggil JengSri untuk berdiskusi geto,hehehe. However, JengSri hanya berharap pemerintah Indonesia segera membangun jaminan sosial untuk perempuan Indonesia, untuk si single tanpa job, untuk si ibu tanpa suami, untuk si istri dengan gaji suami yang pas2an.
Sejahterakan wanita Indonesia untuk kesejahteraan Indonesia. Kapan ya? (Pertanyaan buat mbak2 dan mas2 para wakil rakyat). Selamat hari Kartini Srikandi2 Indonesia!
Mimpi belum usai,
DBLN, 22.04-200209
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




38 comments:
Selamat hari Jengsri, Wanita berkaki panjang. Kartini bukan apa-apa dibanding engkau. ( Dari sudut banjardawa, dari kalangan biasa engakau bisa melanglang buana ). Butuh perjuangan hebat untuk itu. Lebih berat dari hanya sekedar menulis diary, atua sebuah surat.
ayo bangkit dan semangat wanita indonesia
Saya melihat sosok Kartini dalam diri Diajeng, meskipun di Negeri yang jauh tapi tetap eksis dalam memperjuangkan hak-hak wanita. Diajeng adalah sosok wanita melebihi Raden Ajeng dimasa sekarang. Sukses selalu untuk diajeng semoga tetap sehat selalu dalam menjalankan aktifitasnya. and selamat comeback kedunia gila.
Sejahterakan wanita Indonesia untuk kesejahteraan Indonesia. Kapan ya? .. secepatnya jenggg!! optimis!! sekarang kan udah muncul seorang aktivis perempuan yaitu Gadis Arivia dari Fakultas Filsafat Universitas Indonesia. Ini merupakan suatu kemajuan besar, adanya tokoh baru yang memiliki pengaruh besar dalam mengubah paradigma / cara pandang terhadap hakikat perempuan yang tadinya tidak begitu dipermasalahkan menjadi seharusnya yang harus dibela. Oke oke! Siap2 aja muncul tokoh feminis yang lain :)
jenggggg lagi bersemedi ngerubah cat rumah (timplet)
ada bau cat merah jambu nehhhh
catnya ngutang di babah acong ya?
Selamat Hari Kartini
oh iya sekarangkan hari kartini
aku lupa...
Aku juga lupa!!
Waaaah ini info yang saya cari tentang KARTINI.
Lumayan.... bisa mengingat sedikit tentang sejarah dan filosofinya.
Makasih....
Oh ini hari Kartini ya. Hehehe, saya setuju masih bnyk mimpi kt yg belum usai. Selamat hari JengSri aja, tiap hari selalu indah.
welcome back to blogger's world ya jeng!
dan selamat hari kartini!
Ayooo wanita Indonesia terus semangat.....
aku dukung semua kreatifitasmu...
Selamat hari Kartini....
ewww... Cat baru.... Pinky..pinky..
Met Hari Kartini.. Semoga kita bisa meneladani semangat dan mimpi2 Kartini.Dan 1 lagi, tidak kebablasen mengartikan makna emansipasi...
semangat Ibu kartini harus ditiru..
semangat dan semangat...
surat kepada ibu
berujung jugakah kemarau
di sini, ibu? mataku terkubur abu
pohonan hangus di tanah kupu-kupu
merindukan jemari rampingmu
menambal koyak cakrawala
sepanjang darah air mata tanah airku
pagi yang kemudian menjenguk jiwaku
di persimpangan benda-benda; menyuguhkan
segelas embun
mungkinkah tuhan sedang rindu
pada taman-taman yang telah mati
dalam sajakku?
kapan
aku boleh meneguknya? sementara setiap rambu
tak hentinya menyuntikkan serum duka ke dadaku
satu jam sekali sejarah menuangkan
cairan penghilang rasa sakit
ke dalam jahitan kepalaku
dan
ketika aku sampai ke alamat cintamu
barangkali aku sudah tak butuh apa-apa
kecuali kehangatan ramping jemarimu
untuk mengikatkan seutas benang doa
pada jiwaku yang tertinggal di halte-halte
ahhhh aku mo nelpon kartini, temenku yg didaerah terpencil, yg jadi guru, yg honor, yg jarang ke pekanbaru, yg ultah hari ini
hidupppp jeng sri
eh... hidup kartini
wah jeng...nice posting
btw ganti template lagikah? hodoh...seneng bener ganti2 spt diriku hahahah....
happy kartini sis, maap lahir batin :D
woiiiiiiiiii temen woiiiiiiiiiii
*platekk wadowww hushhh jangan tereak2
lho kok aku kek jadi top komen tuh, padahal yg ngomen disini banyak
aku vote pertama "norak luh"
hehehehe abisan yg side kiri ga imbang ma kanan
hallo jeng.. loly juga udah 2 hari nggak ol nih..selamat hari kartini juga buat jeng dan semua kaum hawa yang ada...But cover baru ya hehehhe..bagus yang kmrn sih menurut loly hehehe..ini cuma masukan looo
selamat hari kartini jengsri.. ciptakan kartini dihati untuk emansipasi
waaaahhh... pinky... :)
www.ditter.wordpress.com
Meski katanya Kartini adalah Pahlawan kaum wanita, tapi ku tetep bangga, negeri ini melahirkan seorang Kartini.....
kartini sekarang dah canggih jeng. bener. kebablasan malah. :)
karena settingannya tidak membolehkan anonim, maka nama bill lah yang muncul, tidak sibaho. rubah dong jeng settingannya. kasian kan yang domain yang gak openID
saya sangat setuju dengan ulasan tentang hari kartini, di kantor sayapun sepertinya setiap peringatan Kartini wajib menggunakan pakain adat, nah..kebetulan saya terus menerus menentangnya karena tidak menemukan hubungan antara pakain adat dan peringatan kartini...?
jeng sri sosok kartini di blantika blogsophere indonesia
jika cenut2,
pake obat antakadin
alias antakkan ke dinding
antakkan = antukkan
jiaaahahahahahaha
Selamat hari Kartini Jeng Sri....
tingkatkan sumberdaya wanita...
Mampir Blog kulo nggeh...
sejarah cuma tinggal sejarah sekarang. emansipasi kadang2 dijadikan cuma sebatas tameng untuk menghalalkan segala sesuatu yang mungkin saja oleh sebagian perempuan diluar sana udah kepentok untuk mencari pembenaran, peaceeeeeeeeee
Saya pernah berkunjung ke tempat tinggal Ibu Kartini di Pendopo Kabupaten Rembang di tahun 1981. Saat kunjungan itu diperlihatkan ruangan tempat Ibu Kartini tinggal ketika telah menikah dengan Bupati Rembang. Juga tempat Ibu kartini mengajar kaumnya di samping pendopo.
Saya hanya bisa membayangkan saat itu listrik belum masuk Pulau Jawa dan sekitar Rembang masih terbentang hutan lebat dan kondisi gelap gulita ketika malam hari tiba.
Namun kegigihan Ibu Kartini mengajak kaumnya untuk maju tidak melulu harus jadi konco wingking nya kaum pria dengan mengajar anak-anak wanita di jamannya.Pantaslah habis gelap terbitlah terang. Dari Rembang inilah pancaran terangnya pemikiran Ibu Kartini melesat keluar dari tembok pendopo dan kini di abad 21 telah banyak Kartini-Kartini muda yang menduduki jabatan di berbagai bidang keahlian, salah satunya Jeng Sri pemilik blog ini yang mau tinggal di perantauan jauh dari sanak keluarga.
waduwwwwh..pinky in kartini's day!!!!!
srikandi indonesia kebanyakan sekarang bersuaranya lewat gosip jeng....hehe..
Met Hari Kartini jeng...
leotnya pinky euy
kartini masa kini menyuarakan gagasan dan ide dengan ngeblog dan fesbuk, jeng
wah, tidak bisa berkata2 lagi. pokoknya
MET HARI KARTINI mba :), semoga jadi penerus kegigihan Ibu Kartini ...
jeng sri sosok kartini di blantika blogsophere indonesia
Bravo Kartini, Bravo Wanita Indonesia, Bravo Jeng Sri
Banyak wanita-2 Indonesia yg kini berani untuk memperjuangkan harkat dan martabatnya.
Makin banyak wanita-wanita Indonesia yg akhirnya memilih untuk ikut mencari nafkah guna mencari tambahan penghasilan bagi keluarganya.
Suit-suit.....
keren...
Hm, artikel yang menarik, Jeng Sri. Saya hanya akan mengomentari satu hal, yaitu mengenai Polygami yang dilakukan Kartini (kata lain terpaksa melakukannya). Mungkin lebih arif kalau semua perempuan tidak menjadikan contoh2 buruk perilaku poligami yang dilakukan dengan tidak berdasarkan tuntunan syariat Islam yang menjadi dasarnya, karena menurut saya, tidak sedikit juga kok mereka yang melakukan poligami berhasil. Insya Allah sebagai seorang Muslim saya yakin bahwa Allah tidak menurunkan suatu hukum melainkan untuk kemaslahatan ummatnya. Boleh dijadikan pembanding artikel di Blog Saya "KARTINI KARTINI TERGADAI".
Salam dari Makassar Jeng Sri, semoga sukses dan kembali ke tanah air.
Wassalam
Post a Comment