Buat Kaum PRIA Baca Ini! PENTING!

Sunday, May 24, 2009 JS Hanniffy 33 Comments

(Tulisan ini melanjuti rasa penasaran yang dalam atas diskusi dengan seorang sohib yang baik hati, cantik, pinter tapi sedikit dodol itu,hehehe. Abis lagi enak2nya ngobrol di tinggal molor. Pasti deh kekenyangan makan es teler yak?) Para pria (khususnya pria Indonesia) jelas aja indonesia lha wong nulisnya pake boso indonesia sih,hehehe. Dengan menghiba dan memohon serta berharap, mohon kiranyalah kalian (para adam) sudi menjawab pertanyaanku dibawah ini: "Apakah pendidikan akademis wanita harus dibawahnya pria dalam sebuah rumah tangga?" Bloggers adam, silahkan jawab pertanyaan diatas dengan hati dan pikiran bersih, yang artinya jawaban murni mutlak berdasarkan akal 4 sehat hati 5 sempurna. Dan bagi bloggers Adam yang menjawab YA pada pertanyaan diatas, berikut adalah sebuah statement dari si Ting Ting yang bernama JengSri (CATET: JengSri),hehehe: Wanita adalah seorang ibu bagi suami, bagi anak dan masyarakat serta ibu dari segala ibu bagi sebuah tempat kelahiran yang bernama NEGARA. Jika pendidikan seorang wanita yang lebih tinggi dari pasangannya dan menjadikannya MINDER, RENDAH DIRI, dan hilang 'keperkasaanya' sebagai seorang pemimpin rumah tangga, maka segeralah PENSIUN menjadi seorang pria. Seorang pria dalam rumah tangga adalah pemimpin yang harus mampu menstabilisasikan antara reality kehidupan pada negative impact, positive impact dan self-image. Ini harus! So kaum adam, be realistic! Tuntutan jaman yang gokil ini mengharuskan kaum Ibu harus lebih cerdas. Cerdas dalam mendidik diri mereka, cerdas bagi anak2nya dan cerdas untuk pernikahan bagi suaminya. Pada era Social Enggineering saat ini sistem parenting adalah hal yang dibutuhkan dalam sebuah rumah tangga untuk anak2 masa kini dan bukan hanya sistem mothering yang harus dipakai oleh kaum ibu masa kini. Disetujui atau tidak disetujui hal ini oleh para konservatif, liberal, or whatever it calls, nyatanya memang Sistem Parenting menjadi titik tumpuan bagi baik buruknya development mental anak. Sistem parenting inilah yang membutuhkan para kaum ibu (dan ayah) yang educated dan percaya diri pada hal yang objective demi masa pertumbuhan anak2nya (INGAT: masa pertumbuhan!). So, STOP mendiskriminasikan pendidikan wanita harus lebih rendah dari pasangannya dalam rumah tangga. Be Positive thinking, smart and realistic, will you? (Tulisannya masih mau panjang lagi, tapi peyut dah nyanyi lagu keroncong neh.....) Bacalah, bacalah, bacalah!! DBLN, 20.13-230509 Free Domain, Unlimited Disk Space, Unlimited Data Transfer and 35% off with Yahoo! Web Hosting

33 comments:

  1. aku pribadi ga ada masalah dengan wanita yg punya intelektualitas lebih dibanding pria, toh memang kadar intelektualitas itu buta ( ga pandang gender ) masalah minder, ya mungkin disebabkanbudaya patriaki masyarakat indonesia, yang mengkondisikan ( memandang ) pria sebagai pemimpin yang kemudian diterjemahkan secara salah kaprah menjadi 'pria lebih dalam segala hal di banding wanita'. Jadi, yang harus disalahkan siapa...? aku nggak bilang budaya patriaki itu salah loh... aku cuman bilang miss interpretasi..hehe...

    ReplyDelete
  2. Gak semua pria seperti apa yg jeng bayangin... Aku termasuk org yg demokrasi !! Bebas ngelakuin pa aja. Selain tdk kelewatan aja jalurnya...

    ReplyDelete
  3. Jadi cm untuk kaum adam neh jeng, sy udah nyampe di kotak komen neh. Terlanjur ah, hehe. Yang punya prinsip psgn hidup (istri) nya harus berpendidikan di bawahnya, ya mungkin utk para pria yang mengalami syndrom superiroritas pria, bahwa pria harus lebih, di atas wanita dalam segala hal. Soal ini kdg gak berlaku juga, lha kalau jodoh, gak pandang pendidikan si istri lbh tinngi atau rendah, xixi.

    ReplyDelete
  4. mbak liat aja film perempuan berkalung sorban, di situ uda di jawab semuanya kok...

    ReplyDelete
  5. o iya lupa, menurut aku cewek yang pinter n cerdas tu keliatan lebih cantik daripada cewek yg cantik karena fisiknya ajah..

    ReplyDelete
  6. walaupun menjalani profesi sbg Ibu Rumah Tangga aja, seorang wanita pun dituntut untuk cerdas dan menguasai perkembangan informasi yg ada. Karena sebagai "pengasuh" yang mendidik anak2 nya, gimana bisa klo ibunya kuper??
    jadi setuju banget klo perempuan itu harus cerdas. dan harusnya suami juga bangga dong klo istrinya cerdas, iya kan?? malah enak ngga perlu banyak diajari lagi...
    tapi semua tergantung pribadi masing-masing sih..
    dikantorku malah banyak tuh istri pendidikannya lebih tinggi dari suaminya, bahkan jabatannya lebih tinggi dari suaminya. tapi semua baik2 aja..
    jadi sekali lagi, tergantung bagaimana antara suami/istri itu menyikapinya.

    ReplyDelete
  7. berbahagialah bila memiliki istri yang memimiliki pendidikan tinggi. jika lebih cerdas makin beruntunglah si suami.

    yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa mengatur dan menjalankan tugasnya masing-masing :) karena dalam suatu pernikahan status pendidikan sudah tiada lagi karena sudah menjadi 1 keluarga.

    ReplyDelete
  8. Ehm,, klo kelompok hawa boleh nimbrung kan yah? Yah? Yah? Pasti blh kan jeng sri baiiikk.... :D

    Siapapun blh berprestasi,, ga blh mandang gender lg,, jaman udah maju koq masih beda2in jenis kelamin?! Klo ada cowo yg masih berpikiran kayak gt berarti dia tuh jadul,, hehe..

    Asalkan si cewe jg ga pernah ngelupain peranny sbg seorang ibu atopun istri yg baik bagi suami dan anak2nya..

    ReplyDelete
  9. menurut aku, pendidikan akademis wanita tidak harus dibawahnya pria, biar ga minder tentunya sang pria harus cerdas sehingga bisa memimpin keluarganya menuju keluarga sakinah mawadah warohmah, salah satunya mengarahkan agar istri tetap bisa menghormati suaminya meskipun pendidikannya lebih rendah. karena keluarga bukan ajang adu kepandaian, tapi tempat saling berbagi dan melengkapi dalam menapaki lorong kehidupan menuju kahidupan yang abadi,,,

    aku pernah dapat informasi dari seorang ibu ahli statistik:
    "kecerdasan seorang ayah tidak diturunkan kepada anaknya, tetapi kecerdasan seorang ibu akan diturunkan kepada anak2nya"

    makanya buat pria2 kesepian...
    carilah istri yang cerdas agar anak2 kita nantinya juga cerdas.

    ReplyDelete
  10. sudah di baca,,dibaca dan dibaca...walau gie dari kalangan hawa...hehehhe

    ReplyDelete
  11. setuju banget sama mbak sri dan yolizz..
    sah-sah aja kalo pendidikan akademis seorang wanita lebih tinggi daripada pasangannya. toh itu nggak bakal mengubah apa-apa. para suami nggak perlu takut, mo gimana juga yang lebih ngerti anak pasti sang istri,,gimana pun juga yang bikin kopi dan sarapan di pagi hari tetap istri. Nggak perlu takut bakal "berubah peran" hanya karena perbedaan pendidikan akademis. Wanita juga jangan mentang-mentang pendidikannya lebih tinggi lantas besar kepala. NO! harus tetap ingat kodrat sebagai istri.

    ReplyDelete
  12. JengSri, aku boleh ikutan baca kan ? *dengan tampang memelas*
    Kalo komen boleh gak ya ? Kan JengSri gak bilang kalo komen juga khusus untuk pria...

    Karena nunggu jawaban JengSri kelamaan, maka aku langung aja deh. Intinya : seorang ibu/istri harus cerdas. Karena ibu tidak akan mampu membimbing anak-2nya dengan baik kalau tidak punya ilmu yang bagus.
    Jadi..., pria yang ingin memiliki anak-2 yang cerdas harus cari istri yang berilmu...

    ReplyDelete
  13. bagi pria yang masih goblok mungkin bingung juga, tapi dari beberapa kasus yang pernah datang, justru ortu perempuanlah yang kadang memberikan syarat seperti itu, so perjuangan cinta memang kadang aneh pula... wakaka

    ReplyDelete
  14. Mo koment leh gak yah? soalnya, aku dah baca sih... :). Meskipun gak berpendidikan tinggi, isteri memang harus cerdas khan? karena dialah madrasah bagi anak-anaknya. Juga, anak-anak negara :) (itu mah nyontek hehehe...

    Mbak up-date klub buku dah siap tuh. Konfrensinya bulan depan, 13 Juni. Makasih :)

    ReplyDelete
  15. "Tulisan ini melanjuti rasa penasaran yang dalam atas diskusi dengan seorang sohib yang baik hati, cantik, pinter tapi sedikit dodol itu,hehehe. Abis lagi enak2nya ngobrol di tinggal molor. Pasti deh kekenyangan makan es teler yak?"

    Bukan gua kan? xixixi...
    maabkan akyu semalam ya :D

    ReplyDelete
  16. saiia gag pernah kepikiran klu yg namanya wanita itu harus di bawah laki2 jika melihat apa yg tertulis pada 'So, STOP mendiskriminasikan pendidikan wanita harus lebih rendah dari pasangannya dalam rumah tangga.' .. :(

    coba sesekali lepas dari istilah gender dan sebagainya... hal tersebut muncul karena terlalu seringnya kata gender muncul di tiap wacana yg mengemukakan perbedan antara co sama cw ...

    ReplyDelete
  17. Kalo aku nggak seperti itu Jeng, buktinya Jeng Sri udah mau Doktor sedangkan aku gak nyampe... *ih.. apa hubungannya yach?*
    ah serius dikit ah... kalo aku gak menuntut aku harus lebih tinggi dari pasangan kok, justru punya pasangan yang dibawah aku itu suka nyebelin, diajak ngomong suka gak nyambung..he..he.. *ada pengalaman sih*

    ReplyDelete
  18. @kaum adam: apakah komen kalian jujur sejujur kacang ijo? hehehhehe

    hmm karena wn perempuan dan pastinya wn membela kaumku
    maka wn berpendapat bahwa perempuan gak mesti di bawah lelaki dalam hal pendidikan

    hidup perempuan

    ReplyDelete
  19. Si Dia pernah nanya, klo dah nikah, trus dapet beasiswa S2 ke LN gimana...?

    Prof menjawab....Selahkan....menuntut ilmu, memburu karier, asal tetep Family Oriented....

    Contohnya, jk anak sakit, hrs lembur, maka iaakan menemani anak....

    ReplyDelete
  20. mmm gimana yah, gimana yah, gimana yah , kayaknya saya harus pensiun jadi oran jelek (lha apa hubungannya yah) hehehehhe

    ReplyDelete
  21. adoh masih bingung mba, ntar aja deh :D,

    ReplyDelete
  22. Yaaah kalo aku sih mau pendidikannya tinggi kek , rendah kek nggak masalah...yang penting aku cinta wanita tersebut OK lah semuanya...hehehehehheeh
    Jangan khawatir jeng, aku masih di belakang mu...kekekekekkekekek

    ReplyDelete
  23. ya ya ya diperhatikan Bos, biar sama-sama enaknya

    ReplyDelete
  24. Kalau menurut saya sih gak masalah,yg penting sang pasangan kita harus tetap mengerti tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan gak sampai kebablasan aja...

    ReplyDelete
  25. Kaum pria..jangan defense atas postingan ini ya..
    bukan bermaksud membela diri
    bila ada wanita yang bicara soal kesetaraan/kewajiban seorang pria
    bukan berarti ingin memojokkan
    tetapi hendaknya bercermin diri
    apa benar saya begini, kalo benar alangkah baiknya bila memperbaiki sikap..

    okey?? okey??
    *sombong dan sok tua*

    ReplyDelete
  26. saya pribadi gak papa kalo cewek lebih pinter daripada si cowok... asalkan si cewek gak minterin cowoknya ajah...

    jadi tetep terima kodrat kalau istri harus melayani suami sebaik baiknya......

    ReplyDelete
  27. blogwalking :)
    have a gorgeous day :)

    ReplyDelete
  28. Ditengah-tengah era informasi dan globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya masalah �emansipasi wanita� tidak lagi harus menjadi masalah dan kendala bagi kaum wanita dalam menapaki perubahan zaman sehingga bagi wanita justru harus dihadapi, dimengerti dan dipahami mengenai posisinya dengan kaum pria dalam menghadapi perubahan zaman tersebut. Karena, kita akan menghadapi masyarakat yang berubah cepat. Norma-norma baru muncul, mendesak dan mencekam sehingga untuk menghadapi hal-hal ini perlulah peranan kaum wanita dalam mengambil bagian untuk menghadapi tuntutan zaman ini terhadap dirinya dan khususnya terhadap keluarganya. Perubahan nilai-nilai sosial dan akhlak yang dialami wanita tentang emansipasi wanita tampaknya bukan saja bersifat evolusi, melainkan juga merupakan suatu revolusi yang melanda kaum wanita di Indonesia sebagai Kartini yang independen.

    jadi menurut mbah,... justru dengan pendidikan akademis yang lebih tinggi bagi seorang wanita dalam keluarga akan lebih membuka peluang terciptanya suasana keluarga yang utuh dan kekurangan bisa saling tertutupi.

    ReplyDelete
  29. Gak setuju, dan setuju. ( biar bingung ).
    Okelah Emansipasi, secara hak boleh. Karena Pendidikan hak semua manusia, dan negara menjaminnya.

    Yang gak setuju, ketika awalnya wanita menikah dengan seorang pria dengan Status dan strata Pendidikan yang sama. Ketika dimasa perkawinan, pada kalanya sang wanita mempunyai kesempatan untuk belajar lagi, entah karena beasiswa atau apa. Tanpa berpikir panjang ia ambil itu, sementara suami stagnan dengan posisinya. Alangkah baiknya Istri tak mengambil kesempatan itu. Secara kejiwaan pasti Suami merasa terpinggirkan, dimata anak2, dimata keluarga, dimata masyarakat. Lalu Rumahtangga macam apa yang terjadi ??? ( bukankah ada ilmunya ini Jeng )

    Yang setuju ketika bertemu memang Pendidikan wanitanya lebih tinggi ini okelah. Ketika mereka tau sama tau lalu dengan komitmen penuh melangkah bareng ke Pelaminan itu tak masalah. Jadi sejak awal mereka berdua, Keluarga dan masyarakat sudah tau. Kecil terjadi keterpurukan jiwa dari suami karena itu.

    Perlu diingat, kepala keluarga tetap laki-laki.

    ReplyDelete
  30. bener jeng,,
    skrg wanita harus juga layak dapat pendidikan yg lebih tinggi
    selain emank pada dasarnya pinter,cewek juga harus mengimbangi peradaban..
    tp boleh gk aq kritik jeng,,jgn marah dulu ya
    kyknya skrg udah bergeser pula kodratnya wanita dalam lingkup keluarga
    menurut saya sich..

    ReplyDelete
  31. Saya setuju dengan Mas Ari



    Kalau mbaca depannnya kelihatan demokratis, mbaca belakang2nya kok masa sih...

    ReplyDelete
  32. klw aku gak masalah sich , yag penting wanita harus inget klw cowok adalah pilot di sebuah rumah tangga dan ce adalah copilot . So , hormatilah suamimu hai para cewek ...

    ReplyDelete
  33. pendidikan harus di bawahnya?? nggak lah...
    tapi emang perempuan harus bisa menempatkan diri dalam keluarga.

    matahari hanya ada satu.

    ReplyDelete

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds