1 May 2009

Hak Nih Yee....

Sekedar melanjuti tulisannya Mas Suryaden tentang artikel berjudul Pendidikan Itu Hak yang tulisannya Mas Aden ini menyangkut pula tentang beberapa Pasal Undang-Undang mengenai Pendidikan di Indonesia. Walaupun sudah lama gak pernah bahas2 lagi yang kayak gini (capek deh,hehehe). Tapi nyatanya tulisannya Mas Aden ini membangkitkan gairah 'critical thinking'nya JengSri yang memang sudah mengakar sejak terlahir sebagai seorang manu, dan sianya masih belajar. Dari jaman naga bonar sampai jaman naga bina dari dulu pasal dibuat cuma buat pengukir peraturan managemen yang bernama pemerintahan. Namun untuk menghormati kinerja mereka (apapun dibalik itu) yang telah bersusah payah membuat pasal2 itu menjadi cantik dan indah, rakyat mau tidak mau dipenjara rasa bingung antara UU dengan kenyataan. Hampir dari semua UU berbicara tentang Hak yang seharusnya didapat oleh rakyat. Tapi si pembuat UU lupa bahwa Hak akan selalu menimbulkan sebuah Kewajiban. Anehnya, kenapa Hak lahir terlebih dahulu sebelum ada Kewajiban? Dari sini bisa terbaca bahwa rakyat hanya diemong oleh mimpi dan janji. Kasih dulu kewajiban untuk rakyat baru di kasih hak. Apa contohnya kewajiban itu: Ya, bayar pajak dong. Rakyat protes: "lha bayar pajak dari mana mbak? lha wong buat makan aja susah". Betul itu, bayar pajak dari mana? makan aja senen kemis kok! Bebaskan rakyat dari biaya berikut ini:
  • Rumah Sakit
  • Pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi
Kalau rakyat sehat dan terdidik sudah pasti SDM akan berjalan lancar. Kalau sudah SDMnya lancar biar SDAnya cuma seukuran pulau kecil hidup tidak lagi senen kemis. Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk mendapatkan biaya semua itu?
  • Mengatur pajak negara dengan baik, seperti;
  • Kenakan pajak bagi orang2 kaya dan pengusaha kaya
Dari pengaturan pajak yang diambil dari sikaya ini maka akan terciptalah suatu proses kinerja yang menjanjikan masa depan bagi rakyat. Nah, rumah sakit gratis, rakyat sehat gak perlu uring2an mau bayar rumah sakit. Plus rakyat pinter gak ada yang gaptek, oon, or AsBun (asal bunyi) yang tanpa ilmu. Kalau sudah seperti ini tinggal deh rakyat bisa menjalankan kewajibannya untuk membayar pajak. Seperti yang lagi heboh2nya saat ini tentang NPWP. Heran aja waktu pulang kok diwajibkan harus punya NPWP. Untuk apa? NPWP atau kalau di Amerika disebut social security, di Ireland disebut PPS, bukanlah sekedar yang berjudul Nomor Pokok Wajib Pajak. NPWP adalah merupakan suatu bentuk jaminan sosial bagi setiap warga negara yang memiliki NPWP. Kalau ada kewajiban gak dapet Hak, lha piye toh? Disuruh bayar pajak gaji cuma secuil, lha piye toh? Mas, Mbak wakilnya rakyat dan rakyat juga (termasuk JengSri). SDAnya Indonesia ada dari kutub Utara sampe Kutub Selatan Bumi. SDAnya Indonesia jauh lebih kaya bin tajir bin melimpah ruah dari negara2 tajir di Eropa barat. Bayangin aja, negara2 kaya itu kalau perlu bahan2 sandang pangan harus nunggu imporan dari Indonesia dari berlian sampe jengkol. Tapi kenapa yang di impor lebih makmur dari yang ngekspor yak? Mumet mode on, back to assigment lagi dah! Imagine Me And You, DBLN, 22.19-290409
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

JS Template by Ipietoon Blogger Template