26 May 2009

I K H L A S

This writing dedicated to a very sweet girl in Bali. “Di antara tanda- tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, sehingga kamu merasa tenteram (sakinah) dengannya, dan dijadikan-Nya diantara kalian rasa cinta dan kasih sayang (mawaddah wa rahmah). Dan di dalam itu semua terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:21). Manusia selalu menyebut CINTA kala perasaan gundah gulana memikirkan seseorang yang diharapkan, di impikan, dan didambakan untuk menjadi 'wujud' yang ada dalam angan2. Wujud untuk mencintai balik kepada kita, wujud untuk mendapat perlakuan yang sama yang telah kita berikan kepadanya, wujud untuk menjadi soulmate kita seumur hidup. WUJUD yang diharapkan ini menyingkirkan apa yang sebenarnya ada dalam kemurnian yang bernama cinta yaitu IKHLAS. Ikhlas ini 100% berada dalam kadar cinta. Kalau cinta adalah ikhlas lalu bagaimana mungkin bisa disebut cinta jika kita mengharapkan sebuah reward? Keikhlasan sulit diwujudkan dalam jiwa jika hati dipenuhi rasa amarah,kebencian dan pengharapan kepada sesuatu. Jika (cinta) tak terbalas seperti apa yang kita harapkan dan impikan, jika (cinta) menyakiti hati kita, jika (cinta) membuat kita gundah dan bersedih. Maka tanyakanlah kembali pada hati nurani: "Inikah Cinta?" Karena sesungguhnya cinta itu membahagiakan, membahagiakan untuk melihat tanpa wujud, membahagiakan untuk merasakan tanpa wujud, membahagiakan untuk memberi tanpa imbalan, membahagiakan untuk selalu memaafkan, membahagiakan untuk selalu mengatakan mencintai dengan ringan tanpa beban, membahagiakan tanpa argumen dan logika. Cinta bukan tentang aku, bukan tentang kamu, tapi cinta selalu tentang KEIKHLASAN. Kalau cinta jangan berharap untuk balas dicintai, kalau cinta jangan berharap untuk memiliki dan dimiliki, kalau cinta jangan berharap mendapat imbalan. Apapun yang sudah diberi ataupun akan diberi maka IKHLASKANLAH (cintailah). Ikhlas akan memberikan kelapangan jiwa yang luar biasa dalam diri, sebesar apapun halangan yang merintangi didepan mata, jika hati dan jiwa bisa berikhlas maka Insya Allah diri akan dilindungi dari segala macam penyakit hati yang mematikan pikiran dan hati kita dari segala nikmat dan karuniaNYA (Naudzubillah...). (Mau ngerjain assignment kok jadi ngelantur nulis ini yak?, Ngantuk deh....) AY, DBLN, 23.12-250509 Free Domain, Unlimited Disk Space, Unlimited Data Transfer and 35% off with Yahoo! Web Hosting

48 comments:

  1. Thanks ya JengSri,,
    mungkin saya kurang Ikhlas ya?
    sehingga saya terlalu berharap
    dan saya harus belajar ikhlas,terhadap cinta yang saya beri..
    Let him go..bila itu yang membuat dia bahagia

    ReplyDelete
  2. Keikhlasan..
    Terkadang hal tersebut sepertinya mudah untuk terucap..tetapi sulit untuk dilaksanakan..
    Hidup memang tidak mudah..
    Begitu banyak lika-liku kehidupan yang harus dijalani..
    Beribu impian yang sepertinya tidak kunjung menjadi kenyataan..
    Dan begitu banyak tabir kehidupan yang harus diungkapkan..

    ReplyDelete
  3. AY ntu apa jeng? hm... nama cintamu ya?! xixixixi

    bang AY... hellloooowww... do you read this posting? xixixixi

    ReplyDelete
  4. nice posting jeng...
    ya.. bila sesuatu dijalani dan dilalui dg ikhlas.. hidup akan terasa lebih indah dan ringan utk dilalui...

    kutunggu tulisan selanjutnya ya.. jeng..

    ReplyDelete
  5. emang mbak klo ngomongin ttg ikhlas tu mudaahhhh... banget, tp klo nglakuiinya kok sussaaaahhh.. banget, knp yah mbak???

    ReplyDelete
  6. hmmm..kalo udah mikir seperti ini,nggak ada lagi ya istilah patah hati .. baygon atau arsenik juga nggak laku lagi bwahahahaha ..
    pencerahan yg keren,sis

    ReplyDelete
  7. Hmmm... mo koment apa yak? not yet lah. Mau belajar ikhlas mencintai aja. Mencintai Allah, Rasulullah juga, mencintai rakan bloger semua karena-Nya. Insya Allah...

    Sering gak nyambung.com

    ReplyDelete
  8. bener bgt y mba...

    IKhlas,iya...sesungguhnya itulah wujud cinta y mba.

    ReplyDelete
  9. Dengan ikhlas kita bisa dengan mudah menerima kenyataan entah itu pahit entah itu manis.

    Tapi ikhlas dalam cinta bukan berarti memberikan segalanya (padahal belum haknya)

    ReplyDelete
  10. Ikhlas memang kunci segalanya. Tapi setuju dg Mr. Big Sugeng, ikhlas dalam cinta bukan berarti memberikan segalanya yg belum menjadi haknya..
    Nice post Jeng...

    ReplyDelete
  11. Dengan kita ikhlas maka akan dapat kita temukan CINTA yg lebih nyata.

    ReplyDelete
  12. nah,,kan,,,tentang cinta lagi..
    ^^

    ReplyDelete
  13. yang lagi curhat...hehehhe...
    cinta tidak bisa dipaksakan. Harus ikhlas menerima apa adanya.

    ReplyDelete
  14. Oh ini pesembahan bwt Itik Ya jeng. Kl Itik belum ke tahapan ikhlas, ya wajar msh 16 an,msh sngat belia, prjln msh panjang, itu manusiawi. Ikhlas itu penerapannya tdk segampang pengucapan. Sy suka baca komen itik di blog sy, yg menyitir Ci Pat Kai itu. Nice posting jeng.

    ReplyDelete
  15. buat neng itik ya heheh...

    cinta itu terima apa adanya aja

    ReplyDelete
  16. Ketika kita ikhlas dalam segala hal, niscaya tidak ada rasa sakit hati, kebensian maupun dendam dalam diri kita, itulah Cinta, bahasa yang sangat Universal.

    ReplyDelete
  17. Setuju gak Setuju lagi nih.

    Yang agak gak setuju.
    Ada sebuah Pelarian yang dibenarkan, bahkan oleh agama sekalipun. Yaitu Pasrah, Iklash akan hasil sekalipun itu menyakitkan.

    Ketika kau mencintai ( karena postingnya cinta ), pasti dihati terkecil ada harap untuk dibalas. Bohong bila cinta yang katanya suci sekalipun tak ingin berbalas, Tapi memang bila seseorang tersebut ternyata menjawab lain, atau ternyata sudah punya cinta lain. Maka IKLASHLAH. Itu baru betul.

    Tapi ada Cinta yang Tak seperti itu, CINTA BUTA. Ketika ia ditolak maka dengan segenap asa ia tetap berusaha untuk mendapatkan cintanya, dengan cara apa?. Berdoa misalnya, atau yang Ekstreem PELET mungkin. Karena Nyata ada Ungkapan: Kalau kau cinta, kejarlah ia. Walau ke Ujung himalaya sekalipun. Bahkan hingga jandapun kan kutunggu.

    Yang Setuju,
    Bila cinta itu kepada Allah. Tak boleh kita meminta balas, karena begitu banyak cinta yang Allah beri hingga terlalu serakah bila kita minta balas darinya.

    Atau cinta sesama dalam kemanusiaan, untuk melayani baru jangan minta balas.

    ( Maaf Jeng, Sejak lewat depan Kuburan di Dekat Rumah Jengsri bawaannya pingin Marah mulu, Jangan-jangan ...... )

    ReplyDelete
  18. wew,, pas banget neh buat aku jeng,, hehehe.. *GR mode on*

    aku jg lagi mo berusaha ikhlas,, kalo emang cinta yah harus ikhlas memberi kan yah?!

    "cinta tidak selalu memiliki",, (siapa sih yg bikin quote ini??!)

    ReplyDelete
  19. @ARI: waduuuhhhhhhh sewootttt mulu nehhhh!

    ReplyDelete
  20. postingannya aku banget jeng..
    apakah aku sudah ikhlas??

    ReplyDelete
  21. pecinta sejati kan selalu bisa mencintai apa yang dicintai oleh yang dicintainya...

    dan ini bukan cinta kepada makhluk..

    ReplyDelete
  22. lha, kenapa nih mba ? nice gituh lho
    apa khusus buat saya mehehehehehehe

    yang iklas ya mba, kan masih ada Jonk Cruise ...

    ReplyDelete
  23. Duuuhhh berat dan dalam banget kata-katanya...

    Cinta selalu ada didalam hati setiap insan... tapi kita tidak bisa memiliki semuanya.

    beeuuhh...ikutan ngelantur juga aku Mbak...
    cabut aahh...ciao..ciao..

    ReplyDelete
  24. Ikhlas... berat banget tuh utk dipraktekkan.
    Harus terus menerus dipupuk agar ikhlas mampu tumbuh subur di hatiku...
    Makasih udah mengingatkan ya...

    ReplyDelete
  25. yah, benar. mencintai, memiliki itu hal yang berbeda. Cintailah apa yang kau miliki, tapi jangan pernah berharap untuk dapat memiliki sesuatu yang engkau cintai.

    ReplyDelete
  26. Duuuuuh cintanya jengsri bener2 tulus...
    jadi penging di belakang jeng terus nih...kekkkekeekek

    ReplyDelete
  27. aduh udah ga bisa bilang apa**

    ReplyDelete
  28. Ada yang bilang kalau yang ikhlas itu namanya "Sayang". Kalau "Cinta", pasti ada unsur pamrih dan nafsu di dalamnya. Bener gak sih?

    ReplyDelete
  29. hayoo yang masih memburu cinta, hayoo jangan sampe tertukar, seberapa kadar cinta kita membuat diri kita ikhlas tanpa pamrih...

    wes ngerjain assignment dulu sana jeng...

    ReplyDelete
  30. ikhlas..??
    ikhlas kalo dikhianatin??
    ikhlas kalo dimainin??
    ikhlas kalo disakitin??
    ikhlas kalo dimanfaatin??

    huwaaaaaaaaa... gak mau jeeng... hihihihihi..

    ReplyDelete
  31. salam kenal dari blogger yang baru lahir datang ya

    ReplyDelete
  32. sugeng rawuh kulo mampir niki..
    mangke mampir nggeh teng grio kulo

    ReplyDelete
  33. Makasih Jeng buat tulisan yg sangat menyentuh. Ya, itulah cinta yang sejati, tidak egois. Cinta yg ikhlas...

    ReplyDelete
  34. Thanks ya jeng..atas pencerahannya.,nice post..

    ReplyDelete
  35. keikhlasan cinta sunggh sulit aq dapatkan jeng sri
    kenapa yak?

    ReplyDelete
  36. Postingan yng bagus jeng sri, buat pencerahan

    ReplyDelete
  37. menyenangkan membacanya Jeng
    terimakasih sudah saling mengingatkan
    :)
    lama gak blogwalking
    really miss u

    ReplyDelete
  38. saya rasa, kamu akan setuju dengan filsafat cinta si Plato.. ya.. cari aja di engkong gugel, nntar keliatan deh cinta menurut plato tuh seperti apa.. :)

    ReplyDelete
  39. Asli terharu bacanya Jeeeeng,asyiiik bngt artikel ne...huuuh...Nice post. jeng..!!
    I Like..!

    ReplyDelete
  40. wah perhatian bgt sm si itik mbak, keren :)

    bener tuh sebenarnya udah kubilang gt sm itik, dasar dianya aja bandel... ikhlaskan tik, ikhlaskan!!!!

    ReplyDelete
  41. upphh tarik nafas setelah baca tentang iklhas.
    keikhlasan menurutku akan di dapat ketika hati kita tenang dan bisa menilai sesuatu dri sudut positif.
    semoga bisa jadi orang yg ikhlas dalam arti yg sebenarnya. amin

    makasih ya jengSri... karena gak bosen dateng k rumah jeruk ku

    ReplyDelete
  42. iklhas memang sebuah kata kunci juga, tapi lebih penting lagi adalah menghadapi kenyataan dan menerimanya dengan lapang dada, agar tidak mengganggu sendi-sendi motivasi yang lain, pilahkan masalah hati dengan dunia sehari-hari, anggap saja sebagai hal yang biasa, dan optimis untuk tidak terpengaruh, optimis untuk mencintai diri sendiri dengan semua kenyataan yang ada..., waktu akan membantu menyembuhkannya

    ReplyDelete
  43. Ikhlasin aja deh semuanya.... mampir lagi diaJeng

    ReplyDelete
  44. Met pagi diajeng,....
    Aku Ikhlas nih dateng berkunjung.

    ReplyDelete
  45. cinta sejati memang tak mengharapkan balasan dan belum tentu selalu bersatu dg yg kita cintai ya

    ReplyDelete
  46. Apapun yang kita lakukan asal itu baik dan ikhlas.. itu merupakan ibadah .. makasih nih jeng telah mengingatkan kita2..

    ReplyDelete

Be sure to taste your words before you spit them out.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

JS Template by Ipietoon Blogger Template