17 May 2009

J U S T I C E

"Tulisan ini diilhami atas sebuah keprihatinan kepada salah seorang sahabat yang bekerja sebagai seorang pembantu di negara tetangga yang diperlakukan sebelah mata pada setiap aktivitasnya hanya karena statusnya sebagai seorang pembantu DAN seorang adik kreatif yang cacat." Sahabat kartini bloggers, Masih dengan cerita lama dan masalah yang sama, yaitu tentang TKW. Berkibarnya nama Indonesia di jejeran nama2 negara ngetop international dibuktikan pada masuknya Indonesia saat diadakannya G20 di London tahun ini. Dengan pembuktian statistik bahwa perekonomian Indonesia naik menjadi 4,5 % sejak kepemimpina SBY sang presiden tercinta maka dianggaplah oleh jajaran negara2 kaya bahwa Indonesia merupakan negara yang bisa digandeng dalam pembangunan global ekonomi. Phfff... Statistik? bukan rahasia umum bahwa statistik di Indonesia bisa dibuat dan direkayasa. Dari RT, RW, Kelurahan, kecamatan, walikota sampe ke DPR. So? So, meskipun ekonomi yang digambarkan oleh IMF dari Indonesia bahwa data statistik ekonomi naik lebih baik dari sebelumnya namun kenyataan gambaran yang ada tidak sesuai dengan data yang tertera. Bukan begitu? pasti begitu. Nyatanya masih banyak wanita single, wanita bercerai, wanita menikah, tua dan muda pergi meninggalkan tanah air hanya untuk sebuah pekerjaan sebagai pembantu. Tidak ada masalah dengan pekerjaannya namun masalahnya terletak pada unskilled sama sekali pada TKW Indonesia. Mirisnya wanita2 muda umur belasan "harus terpaksa" pergi demi sebuah impian. Alhasil, Unskilled tidak menjadi rintangan untuk mereka. Hanya satu yang ada dalam benak mereka yaitu: "Aku harus pergi!". Kesempatan ini pun tidak disia2kan oleh para pihak2 yang ingin meraup keuntungan dan memperkaya diri. Pihak2 instansi legal mengambil kesempatan kenekatan para wanita jobless ini menjadi lahan sebuah pekerjaan yang lumayan membuat mereka menjadi kaya mendadak. Terlalu muda tidak masalah, toh mereka bisa mengubah umur dan bim salabim! pasporpun dalam sekejap sudah jadi. Grrhhhhhhh!!! Bandara international Jakarta jurusan kenegara2 tetangga dan Arab hanya dipenuhi oleh wanita baya dan muda belia yang terlihat sangat jelas betapa masih lugu2nya mereka. Dalam sekelompok TKW rombongan yang rata2 berkerudung mungking membuat beberapa turis international heran dan bertanya2: "Kenapa mereka berkelompok seperti itu dan kenapa terlihat seperti takut kalau terpisah dari kelompoknya". Tentu saja penjelasannya kepada mereka akan seperti ini: "Oh mereka itu mau kerja keluar negri untuk bekerja. Mereka terlihat takut terpisah karna ini adalah pertama kalinya untuk mereka. Dan mereka harus tetap bersama sampai dinegara yang dituju dan nanti agen mereka akan menjemput mereka" Apa tanggapan mereka? tentu saja ANEH. Lebih aneh lagi kalau dijelaskan bahwa para TKW ini tidak pernah melihat dalam map sekalipun negara yang akan mereka tuju! Semua berjalan berdasarkan instruksi dari instansi yang berkaitan. Meskipun tidak semua TKW unskilled, namun hanya beberapa yang memilki skill cukup itupun karena education yang memadai (SMA). Selebihnya?.... To be continued.... Beautiful Disaster, DBLN,23.27-170509

39 comments:

Seti@wan Dirgant@Ra said...

tes.....

Mbah Guru Gunung Kidul said...

TKW sampai saat ini merupakan komoditas ekport nomor satu Indonesia.

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Diakui atau tidak, variabel ekonomi yang bernama "besarnya gaji" telah
menjadi generator andal yang mampu memotivasi sekaligus membulatkan tekad
TKW untuk bertaruh nasib di berbagai negeri. Terlebih, saat variabel ini
harus bersanding dengan variabel lain, yakni langkanya kesempatan kerja di
negeri sendiri. Ketika pada saat yang sama mereka terimpit kesulitan serta
pahitnya hidup dan penghidupan yang tiada henti, tidak mengherankan apabila
menjadi TKW akhirnya menjadi sebuah pilihan bagi banyak angkatan kerja
perempuan. Dan kepergiannya ke mancanegara, untuk menjadi apa saja, akhirnya
ibarat pil pahit, yang harus ditelan, guna mengobati "lara" hidup tak
berkepanjangan.

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Mumpung baru kali ini yang pertama jadi sekali gue borong deh keempat-empatnya.

Quinie said...

hm... padahal di dalam negri juga banyak yang butuh PRT loh, walau bayarannya jauh dengan di luar negri, but at least di negri sendiri...

Ari said...

Ya, TKW, TKI, PRT, Buruh Migran Ceritanya tiada Akhir. Bahkan Deritamu kan abadi.

Cukup di sini aja ya Tus, Tati, Mbak minah, Tia sama Mbak nah. Gak usah ke luar negeri. ( Kataku kepada anak-anakku, tak anggep begitu, yang membantu warung istriku. )

soewoeng said...

dah tau gitu kok banyak yang mendaftar bagi tkw? aneh

Fanda said...

Pertanyaan yg sama dgn mas Soewoeng, kok banyak yg mau ya? Apakah harga diri lebih rendah dari harga duit??

Seno said...

mending hujan batu dinegeri sendiri :)

Henny Y.Caprestya said...

lanjutin dulu jeng, baru comment

rco said...

Mereka juga penyumbang devisa negara..... semakin banyak TKI/TKW yang pergi bekerja, semakin banyak pula devisa yang dihasilkan sehingga mereka patut dilindungi negara.

3 said...

klw ada lapangan kerja di negeri sendiri,pasti mereka g ke LN. Trus biasanya kemakan iklan ama agen TKI yang biasa ngomong manis , padahal ...

nietha said...

padahal sudah banyak sekali contoh2 nyata TKI yang teraniaya dinegeri orang, tapi tetap saja ada yang masi tergiur kerja dinegeri orang dengan skill yang terbatas...

Anazkia said...

Lanjutannya apa yah...??? no koment dulu ah. Mbak, ko bisa satu kepala sih? Saya baru mo posting tentang TKW dah keduluan.com. Tapi, dari sudut yang berbeda tentunya ;)

tidak semua TKW teraniaya...

J O N K said...

karena di sini gajinya kecil, jadinya pada pergi keluar negeri. wah kasian juga ya ...

YolizZ said...

kenapa rame2 orang mau kesana?! yah karna gaji disana lebih menggiurkan!! jangankan yang ga punya pendidikan yang tinggi,, yang berpendidikan tinggi aja tertarik buat kerja diluar negeri,, berarti yang salah apanya yah?! (nah lho nanya balik?!)

RJ said...

Komen soal statisknya saja ah :

- statistik adalah deretan angka - angka yang disepakati, betul statistik kadang masih menimbulkan tanya. Kemudian untuk angka pertumbuhan , dinamakan tumbuh karena ada angka 'starting point'. Nah kalau starting pointnya rendah sedikit bergerak saja sudah positif, sebalknya saat starting point tinggi mungkin angka itu masih berkisar negatif.

Jadi yo ... sambil lihat statistik lihat juga realistik...

Setuju Jeng!

Ivan@mobii said...

Bnyak hal yang selalu d buru oleh TKW indonesia d luar negri. Salah satunya dollar dan kebutuhan yg tak terkira!

Itik Bali said...

Terdesaknya antara dua pilihan
harga diri dan ekonomi
ternyata yang kedua menjadi pemenangnya
maka berangkatlah para pejuang devisa itu
tak peduli nasib apa yang menimpa akhirnya
baik atau buruk
seperti berperang dalam meja judi

Apa yang bisa disumbangkan pemerintah??

cebong ipiet said...

cuman satu hal alasan mereka, kesulitan ekonomi

nekad...modal nekad.. hehehe sangad susah mencari kerja di desa

kalau ada pilihan tentu mereka lbh memilih di negeri sdri

cak narto said...

Salah satu upaya mengurangi jumlah pengangguran yang dilakukan pemerintah, adalah dengan mengirim tenaga kerja ke luar negeri. tetapi sayangnya, acapkali mereka tidak dibekali pengetahuan yang cukup dengan apa yang akan dikerjakan di sana. Ini pula yang menerbitkan mimpi para TKW, meraup dolar sebanyak-banyaknya. Tetapi, tetap saja menjadi orang miskin di negeri orang dan menjadi kaya di negeri sendiri.

Apakah ini yang bisa dibanggakan?

Hmmmm...

BIG SUGENG said...

Pemerintah selalu menutup mata dengan masalah ini, termasuk "jasa jasa mereka"
di LN mereka dilecehkan, pulang ke indonesi mereka banyak yang ditipu...
kasiha... padahal itusaudara saya lho...

pandu said...

kapan ya orang brunei, malaysia, singapur mau pada jadi pembantu di Indonesia ??

Masa orang Indonesia mulu yang jadi pembantu disana???

Mellyta siregar said...

Mell gak bisa Comment jeng kalau cerita tentang para sahabat kita yg bekerja jadi PR,di singapore pun Mell bnyk bertemu dan mendengar keluh kesah mereka..yaa bnyk antara mereka yg memang sangat2 menderita nasibnya,hanya utk mendapatkan uang yg gak seberapa mungkin utk mereka2 yang kaya raya...!

ifoel said...

ini bukti dari ketidakmampuan pemerintah dalam menangani perekonomian, kenapa ya.. bangsa ini terlalu banyak mengirim org2nya ke luar negeri tuk jadi babu disana... aku juga heran..

Newsoul said...

@Stiawan, nafsu amat seh, hehe
Ya betul jeng, ini PR yang gak selesai2. Mengenaskan sekaligus menjengkelkan. Belum ada satu presiden pun yang menuntaskan masalah ini dgn baik. Masalah ini belum selesai, PR lain banyak. Tanya Baho deh, dilanjutkan tidak (penuntasan) masalah ini....?

reni said...

TKW.., suatu "topik" yang sampai kini belum juga selesai dibahas untuk dicarikan jalan keluarnya.

♥ Neng Aia ♥ said...

mbak,,,


pamit dulu yah, mau hiatus

babay!

dwinacute said...

TKI... hmm membaca komen dari temen2 saya setuju dengan pendapat mereka. kadang TKI datang karena kesulitan ekonomi, ingin berkerja. tapi sayang pemerintah belum mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas. ingin buka usaha sendiripun perlu modal. dan karena kesempitan ekonomi ini mereka memilih jalur ke LN.

Ada yg pulang dalam keadaan baik, misalnya memiliki uang banyak dan bisa untuk modal usaha di tanah air. Ada juga yg tetap gak berubah dan akhirnya memilih untuk pergi lagi.

Kalau saja pemerintah bisa menyelesaikan atau setidaknya mencari jalan keluar untuk masalah ini, win rasa para TKI itu memilih kerja di dlm negeri.
So, seperti kata mas RJ sambil lihat statistik lihat juga realistik

Tukang komen said...

Inilah kehidupan jeng, banyak yang bersukaria banyak pula yang menderita.

Bunda Lina said...

waah mau komentar apa ya Jeng..semua udah diwakili dengan komentar teman-teman..sisi buruknya memang bukan cerita baru, tetapi saya setuju dengan Anazkia, tidak semua TKW teraniaya.
.
Permasalahan TKW memang salah satu PR yang harus diselesaikan pemimpin bangsa kita. Menurut saya ga ada salahnya mengirim tenaga kerja ke LN asal telah dibekali dengan skill
.
ditunggu lanjutannya ya Jeng.. :)
.
makin mantap nih dengan dotcom

eri-communicator said...

Semoga tidak ada lagi wanita-wanita indonesia yang menjadi korban di negara asing, sungguh prihatin, tyerlebih dengan kasus manohara yg lagi heboh

bang fiko said...

Masalah PRT memang sepertinya gak selesai-selesai. Apapun kejadiannya, hendaknya pemerintah terus menggalakkan program menciptakan lapangan kerja yang layak sebanyak-banyaknya. Pada akhirnya ini akan berpengaruh juga pada keinginan para pencari kerja untuk bekerja di negeri sendiri aja.

IjoPunkJUtee said...

Dan tega2nya mafia bandara memeras hasil jerih payah mereka.....

butang emas said...

kenapa harus dibuat terminal khusus TKW?
agar gampang diperas ma oknum?

buwel said...

masya alloh....moga hari esok lebih baik ya....

loly said...

udah banyak kasus, tapi yang pergi tetep masih banyak..penumpukkan dikantor imigrasi bagi mereka yang mo berangkat..Uang, itu alasan utamanya..

suryaden said...

prihatiiin...

poll, entah karena mereka dibohongi, ditakut-takuti atau dibikin goblog oleh sistem yang membuat makin prihatin saja,

mengelus dada, dada saya sendiri...

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Cuman tes widget top comment....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

JenG Sri Template by Ipietoon Blogger Template