21 May 2009

Marriage

This is the continuiation of the previous writing about divorce. I'm writing these matters due to curious about the law of marriage and divorce in Indonesia. Call me fussy or whatever, but i hardly understand why divorce is so easy to get in Indonesia? We can even buy the law of divorce if we want it quickly.

In the countries of western Europe marriage is a big step to be taken. No wonder that in many western European men and women above 30 years have not been married. marriage is a commitment between two parties. 

And, commitment in marriage should not be used as a game. In a marriage commitment is more important than love. With a commitment at least we can think logically about things in the life.

Unfortunately, this is not thought by adolescents in Indonesia. Either the law or whatever, young people in Indonesia prefer to choose married quickly without thinking about the commitment. More distressing is that parents who choose candidates for the husband / wife for their children! And this still happens in Indonesia.

Argghhh! Is time teenagers indonesia change their way of thinking about marriage. Marriage is a commitment that requires great responsibility concerning the life of another person (wife / husband and children). If you don't think carefully when you marry, then wait for the divorce otherwise whatsoever! Demi Cinta,

DBLN, 21.52-190509 
Free Domain, Unlimited Disk Space, Unlimited Data Transfer and 35% off with Yahoo! Web Hosting

51 comments:

  1. Pertamaxxxx....

    Hihihi... mbak, nyari kamus dulu yah. Komentnya kapan dunk...??? komentnya, tahun depan saya pengen nikah :) malu2in.com.my

    ReplyDelete
  2. Akhirnya, JengSri mau (nulis ttg) merit juga, xixixi. Selamat ya, kapan...? Mbakyu jgn repot sm teori seabrek itu, pernikahan itu baru bs dirasai hikmah dan hakekatnya kalau sudah dijalani,hehe. So, cepat atuh.....!

    ReplyDelete
  3. saran...
    lengkapi dong situsnya dgn google translate kalo suka nulis pake english... biar kita-kita yg ngga fasih englishnya ngga bingung mencerna pesan apa yg jeng sampaikan.. hehe.. :-) happy blogging aja deh...

    ReplyDelete
  4. Jeng... komentmu gak muncul ya? Emang gak ada masuk tuh..

    ReplyDelete
  5. @ANaz: Ayo tak tunggu undangannya ;).
    @NEWSOUL: Lho kok selamat?? calonnya aja lom ngelamar,huehehehe.
    @IFoel: berat kalo pake google translate segala bang,hehehe. Lagian gak akurat juga resultnya kalo pake translate. pake manual aja bang cari dikamus,huehehehe.
    @Bang FIKO: gak muncul tuh bang, nape ya?

    ReplyDelete
  6. waduh. ini sih 11 12
    ma punyaku.
    wkkkkkkkkkkk.

    ReplyDelete
  7. Yups, masih ada nikah model Siti Nurbaya di Indonesia. lha komentator ini salah satu korbannya wkakaka...

    ReplyDelete
  8. Iya nih jeng, negara kita bikin malu aja, yang tua mau cari anak kecil..yang kecil nikah ga mikir-mikir..udah gitu tinggal cerai aja

    ReplyDelete
  9. Sebenarnya saat ini sudah jarang kok terjadi pernikahan ala Siti Nurbaya.
    Yang banyak sih orang yang pengennya buru-2 nikah tapi buru-2 minta pisah setelah kena sedikit saja masalah dalam rumah tangga.
    BTW, someone gimana Jeng? Semoga gaun merahnya berhasil didapat deh. Hehehe..

    ReplyDelete
  10. Bnr mbak,sblm merit qt hrs bnr2 brpkir mtang ke dpan n tau apa alasan sbnrx qt nkah. Bukan hax krn materi/uang aj.
    O y gmn klo org yg cerai d kc hkuman pidana ajah biar smua pd tkt.he...
    Tp btw mbak, prcraian tkdg jg bkn tnpa alasan loh n qt g blh mnyalakan tnpa tau alasan sbnrx. Duh lama2 kok jd lebay gni y saya.he..biasa abis nton film prmpuan brklung sorban n d stu jg ada prcraianx loh.liat aj mbak

    ReplyDelete
  11. eh slh tulis, mksdx bkn cm krn materi/napsu aja.he...

    ReplyDelete
  12. You are right that the commitment is more important than love, but The most important thing to do is to keep our morality clean before we make a commitment. It's no use to post the marriage until we are 30, 40 or older if we can not keep our morality clean.
    Am I right Jeng Sri???
    So... Will you marry me? ups.... becanda lho...he.. he...

    ReplyDelete
  13. Jeng kayanya ini bau repiu yang diatas ya??
    he..he tahu diriku..

    ReplyDelete
  14. Mati kon, diriku diajar posting berbahasa inggris gini bisa mati duduk.....

    ReplyDelete
  15. kapan ku punya pacar, kapanku punya pacar :P

    ReplyDelete
  16. @Kangdwi: 13 14 deh kang,
    @Lala: Wadohhhh victim bicara!
    @Henny:repod deh!
    @polar:dunia dah lebay neh bang
    @Tukangkomen: i will bang, huehehhe, bini kebrp neh?
    @Itik: Dohhh tau ajah neh si eneng!
    @RCO: meti bediri ajah bang,hehehe
    @Jonk: skrng juga bs jonky!

    ReplyDelete
  17. waduh ga mudeng aku jeng....

    teori itu memang penting, namun terkadang teori tidak bisa menjawab semua pertanyaan...

    karena ilmu manusia tidak bisa menjangkau ilmu Tuhan...

    jadi menurut aku sih tergantung pelakunya, berawal dari bagaimana niatnya dan komitment saat menjalaninya....

    jika mereka mempunyai tujuan yang sama (ibadah), insyaAllah mereka bisa menghadapi manis getirnya pernikahan, jika tujuan mereka berbeda, tentulah konflik yang terjadi tidak akan bisa diselesaikan, kecuali dengan kembali menyatukan tujuan...

    (sok tau aja ni Jeng,,,la wong aku sendiri blm nikah e...)

    ReplyDelete
  18. saya setuju sekali sih, memang harus dipikirkan dengan serius semuanya, bukan asal cinta saja, namun cinta yang seratus persen bisa dipertanggungjawabkan, dipertahankan dan diyakini dengan tulus. Kematangan berfikir dan bertanggunjawab harus menjadi latarbelakangnya agar pernikahan berjalan dengan baik dan menjadi lembaga yang dihargai. Dan heran juga kenapa perkawinan, pernikahan dan kerumahtanggaan tidak ada dalam pendidikan formal di sekolah-sekolah. itu dulu... lain kali dipancing lagi dong...

    ReplyDelete
  19. Pernikahan ataupun Perkawinan,
    Mengajar kita kewajiban bersama,
    Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya,
    Suami adalah Nakoda kapal, Kamu navigatornya,
    Suami bagaikan balita yang nakal, Kamulah penuntun kenakalannya,
    Saat Suami menjadi Raja, Kamu nikmati anggur singasananya,
    Seketika Suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
    Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
    Pernikahan ataupun Perkawinan,
    Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
    Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
    Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
    Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
    Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga
    Pun bukanlah Hajar ataupun Mariam, yang begitu setia dalam sengsara
    Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah … Amiiin

    ReplyDelete
  20. kok bawahnya demi cinta?
    demi cinta ma sapa nich? xiixixixi

    ReplyDelete
  21. Aku terpaksa pake transtool nih, mohon maaf diajeng, kalau tidak nyambung:

    "Memang hidup menikah berbaur dengan sesuatu yang meletihkan, seperti lelah mengurus anak, tuntutan kebutuhan lain serta mencari nafkah. Akan tetapi semua akan terasa nikmat jika kita ikhlas, dan jiwa pun akan puas. Bandingkan dengan orang yang melajang. Dia akan tetap merasakan hampa, atau ada yang kurang dalam hidupnya.

    Menikah, selain ibadah dan sunnah yang utama, juga mendatangkan maslahat lain, dan hikmah tak terhingga. Pernikahan dapat memanjangkan usia dan menjadikan orang awet muda, serta membawa pada kehidupan yang teratur. Sungguh, seorang istri yang terbiasa dengan segala keletihan, baik karena persoalan anak-anak, perannya sebagai ibu ataupun beban hidup lain justru akan memanjangkan usianya daripada mereka yang meninggalkan pernikahan.

    Pernikahan mampu mengembalikan semangat muda, juga mendewasakan seseorang sehingga mampu berpikir panjang. Karena biasanya pasangan menikah lebih banyak mengutamakan pertimbangan akal dan etika dalam mengambil keputusan.

    terlepas dari semua itu, tentunya memanglah pernikahan harus dipersiapkan sematang mungkin.

    ReplyDelete
  22. waduh, saya ngga paham neh ma langguagenya...

    ReplyDelete
  23. divorce is the future of marriage
    ntar buka kamus dulu ya

    ReplyDelete
  24. mpe akhir juni, butang emas berisi resep makanan

    ReplyDelete
  25. hmmm... abis divorce sekarang marriage.. besok divorce lagi hehehe kayak artis dong hihii

    ReplyDelete
  26. I agree! lets pray hard before get married.. Hopefully, our marriage will last forever. :)

    ReplyDelete
  27. Fresh info...I hope the younger/ couple or boy $ girl can better to choice

    ReplyDelete
  28. Apa artinya yah, yg penting komen

    ReplyDelete
  29. yang namanya pernikahan emang harus dipikirin masak2,, mpe bener2 mateng,, mpe gosong jg ga apa2,, hehehe...

    abisnya banyak banget yang maen asal nikah aja tanpa pemikiran yang matang,, dan masih di umur yang muda pula,,

    aku punya beberapa temen yang kayak gitu,, aneh aja dg pemikiran mereka,,, tapi tiap orang emang punya pertimbangan masing2 kan yah?!

    ReplyDelete
  30. nikah hmm suatu hal yang gampang2 susah

    ReplyDelete
  31. selamat pagi salam kenal aja

    ReplyDelete
  32. jeeeng... salam kenal yaks...

    mampir mampir ke kandang ane,,,,

    hihihihihihi

    *salaman...*

    ReplyDelete
  33. decide to marry someone is not an easy way. must think twice or even thousands time. agree Mbak JengSri...

    ReplyDelete
  34. Koq nggak mampir koment sih diajeng??

    ReplyDelete
  35. Ini nih Punya temen kelamaan diluar, kebanyakan makan Keju. Ngomongnya pake bahasa kulon.

    Buat aku,
    Kawin muda adalah yang terbaik. Asal semua sudah siap, Jiwa, mental, Kerjaan dan tentu Fisik.

    Aku bukan orang Agamis kolot. Tapi menghindari dosa tapi tak bisa mencegah " Nafsu " sebagai ungkapan cinta yang terbaik adalah GET MARRIED.

    Tentu banyak persoalan yang menghadang. Tapi bila dilandasi Cinta dan kasih dengan bumbu sayang dan rindu, EVERYTHING IS OK.

    Wajar bertengkar satu kali dua kali. Justru kita tau kekurangan kita masing-masing. Dan banyak waktu untuk belajar.

    Aku pacaran SD kelas 6. Lalu 1 SMP Tunangan, dan nikah umur 19 th persis terima ijazah, karena keesokan harinya aku harus di tes Kerja di Perusahaan tempat Bapakku kerja.

    Semuanya baik-baik saja.
    Semakin kau pertimbangkan sebuah cinta, semakin jauh ia menghindar. Cinta butuh keberanian, Cinta butuh pengorbanan.

    ReplyDelete
  36. Ooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    Cinta,....
    Deritanya tiada Akhir.

    ( Yang nyiptain Cinta sapa sih ???? )

    ReplyDelete
  37. Jeng, I decided to marry with my boyfriend after 10 years relationship. Actually I'm not loving him anymore but I have to do it. I almost 30 and my parent already asked me to marry soon. I dont know is it my right decision or no. I have another boyfriend and love him so much, but he doesnt want to make a commitment with me..It makes me crazy...so crazy

    ReplyDelete
  38. Jeng Cinta Gak bisa dibahas hanya dengan teori.
    Coba dunk Rasakan Cinta, dicintai, rindu, kangen, dikhianati, dicampakkan...

    Maka kau tau apa itu cinta.
    Cinta itu bunglon, tak berbentuk. ( Opo maneh iki )

    Warnanya kan berubah sesuai warna jiwa yang ia hinggapi.

    ReplyDelete
  39. Cinta itu Anugerah Jeng...
    Maka Ningkaho......

    ReplyDelete
  40. Nietha,.....
    Memang begitulah Cinta.
    Deritanya tiada akhir.
    ( loh koq aku sing njawab )

    Sorrryyy jenggggg

    ReplyDelete
  41. I took support away ..
    kakkkakakakaka

    ReplyDelete
  42. well so far, the role of infotainment also giving negative impact in our society, unfortunately divorce has become trend particularly for those upper middle class people. Dont know exactly, how many coverage on divorce cases in the life of our celebrities has made this things become so popular.

    ReplyDelete
  43. Suatu saat nanti, pengen HoneyMoon di Dublin, sapa tau dapet subsidi akomodasi dari Jeng Sri...xixixixi.....

    ReplyDelete
  44. @BlackID: Makanya nikah le ;).
    @SUryaden: Mang Ikan dipancing ;).
    @MbahGURU: Repot neh kalo guru dah ngomong.
    @Pandu: Cari kamus dulu gih
    @AYYA: Bukan itu maksudnya say!
    @ButangEmas: Seep Lah!

    ReplyDelete
  45. Commitment is indeed important, but love is more important, I think. Because love will strengthen the commitment.

    ReplyDelete
  46. aku coba usahakan
    buku itu kuterima dari isteri sang penggagas buku.
    mungkin beliau masih punya lagi.

    ReplyDelete
  47. ROMANTISSSSS boookkk..yang ngasih coment pada ngawur hahahahhah, bundo juga ikutan ngawur nih..comenntnya rata2 betul semua Jeng,perlu diresapi dan diteladani hehehhe

    ReplyDelete
  48. kapan kawin ??? bulan may udah ampir abissss :D

    ReplyDelete
  49. Salam kenal, setuju jeng sri.. selain cinta pernikahan harus ada komitmen bersama, biar langgeng

    ReplyDelete
  50. Saya sudah pingin komen dari minggu kemarin, tapi blm sempet

    Sekedar masukan, sepertinya literatur yang dipakai menggunakan data statistik lama yaa

    Justru yang terjadi kawin cerai itu para artis yang pacarannya lama...

    ReplyDelete
  51. menurut aku,di Indonesia memang banyak orng yang menyamakan komitmen pernikahan sama halnya dengan pacaran. pengen nikah, ya nikah...kalo gak cocok yah cerai ajah.

    dilematis menurutku Jeng. Di Eropa, seks menjadi hal yang lebih umum dibanding di sini. (Walaupun ada sebagian yang tetap menghindari seks pranikah). Artinya hidup bersama tanpa ikatan pernikahan bukan hal yang jarang gitu lho...

    Kadang2 sampe udah punya anak ajah (2 bahkan 3) belum nikah juga. Saking menghargainya komitmen pernikahan.

    Sebaliknya di Indonesia, dengan alasan menghindari dosa karena seks pra nikah, akhirnya pernikahan itu sendiri hanya di jadikan legitimasi seks itu sendiri.

    Begitu...

    Hiya...komennya puanjang yaaaa....

    ReplyDelete


"If you don't have anything NICE to say, DON'T leave a comment" ~Anonymous~

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

JS Template by Ipietoon Blogger Template