Pahlawan Devisa Negara

Tuesday, May 19, 2009 JS Hanniffy 41 Comments

Sahabat bloggers, Menyambungi postingan JUSTICE yang ternyata sahabat bloggers juga sangat kritis dengan hal ini. Memang agak sedikit ngejelimet kalau mau dicari ujung permasalahannya tentang Tenaga Kerja Indonesia. Kalau mau cari siapa yang salah gak akan ada kelarnya. So, ada baiknya pemikiran yang kritis dari rakyat (dan seharusnya) dijadikan diskusi bagi para wakil rakyat dan presiden khususnya. Seandainya pemerintah lebih selektif dan MAU membrantas habis para pelaku agen2 tenaga kerja jadi2an, mungkin tidak akan terjadi pembludakan angka Tenaga Kerja Indonesia Unskilled yang pergi keluar negeri. Apa yang harusnya dilakukan oleh pemerintah?. Berikut pemikiran murni seorang blogger bernama JengSRI: A. Brantas tuntas agen2 tenaga kerja di Indonesia B. Semua WNI yang berminta kerja diluar negeri harus melalui Departemen Tenaga Kerja C. Dirikan Badan Latihan Kerja khusus bagi para Tenaga Kerja Indonesia D Persyaratan umur (Minimal 21 tahun) dan pendidikan yang memadai (Trainning) E Wanita menikah dilarang pergi bekerja diluar negri (dikhususkan karena anak) A. Brantas Tuntas Agen2 Tenaga Kerja Di Indonesia Apapun nama dari agen2 ini legal atau ilegal. Agen2 ini telah menciptakan sebuah bumerang dan dilema bagi pemerintah dan Tenaga Kerja Khususnya. Seperti contoh, pembuatan paspor dari identitas yang dipalsukan, seperti umur dan bahkan alamat si WNI yang ingin bekerja di luar negeri. Instansi ilegal yang seharusnya mensahkan identitas WNI secara legalpun menjadi ajang 'persen2an' antara beberapa pihak. B. Semua WNI yang berminta kerja diluar negeri harus melalui Departemen Tenaga Kerja Obviously! kalau sudah jalurnya kesini sudah pasti rakyat di didik lebih educatif, smart dan organized. C. Dirikan Badan Latihan Kerja khusus bagi para Tenaga Kerja Indonesia WNI yang tidak memiliki pendidikan tinggi paling tidak mendapatkan trainning khusus pada bidang yang diminati oleh masing2. Seperti memasak, montir, menjahit, elektronik, dan lain sebagainya. Hal ini juga memberikan kepercayaan diri kepada mereka dengan bekal skills yang sudah dimiliki dari hasil trainning. D. Persyaratan umur (Minimal 21 tahun) dan pendidikan yang memadai (Trainning) STOP mengirimi orang2 dibawah umur untuk bekerja ke luar negeri! E. Wanita menikah dilarang pergi bekerja diluar negri (dikhususkan karena anak) Ibu memegang peranan penting dalam sebuah keluarga (terutama pada psikologis anak). So, sejahterakan kaum ibu agar mereka tetap dirumah! Bisakah ini di realisasikan? Tentu bisa! Di buka sel2 otaknya jangan dibuka kantongnya! (Waktunya kepulau kapuk,hehehe) Nyiur Kelapa, DBLN, 23.45-180509

41 comments:

  1. dilematis ya mbak,kebanyakan TKI itu ya kerjanya jadi PRT,jadi nggak terlalu membutuhkan seleksi atau training..dan keterbatasan pengetahuan mereka yang sering dimanfaatkan banyak oknum

    ReplyDelete
  2. Kalau yang sudah menikah kasihan anaknya dan juga anak mertua (uring2-an dan kelayapan)

    Saya sebenarnya pingin juga jadi TKI, misalnya kerja di IMF, ADB atau PBB atau jadi Akuntan di Arab Saudi lho... cuma bahasa saya kacau balau

    ReplyDelete
  3. Tumben nih, saya menempati tempat ke tiga. komennya apa yah...??? mikir dulu mbak... ;))

    ReplyDelete
  4. F. Medikal di Indonesia harus di perbaiki sistem dan pelayanannya. Tak sedikit, ketika medikal di Indonesia sehat ternyata, setelah medikal lagi di negara tujuan mengidap suatu penyakit. Ini menjadi momok buat bangsa Indonesia, konon, orang Indonesia pada suka nipu kesehatan juga selain nipu umur. Mikirlagi.com

    ReplyDelete
  5. G. Adanya organisir untuk mengkoordinasi para tenaga2 kerja yang berada di luar negeri. Untuk memantau dan mengadakan kegiatan2 positif bagi para TKW/TKI di luar negeri. (ko gak nyambung.com yah...???)

    H. Di ajarin internet, biar bisa curhat gratis sama Jeng Sri.

    I. Insya Allah saya mo repiuw balik tilisan Jeng Sri.

    J. Sekarang, saya mo kerja lagi. Insya Allah, nanti malam kita ngerumpi. hihihi...

    ReplyDelete
  6. akankah semua bisa terwujud?

    ReplyDelete
  7. semoga sampean jadi mentri tenaga kerja mbak mbak amien amien amien

    ReplyDelete
  8. tapi biasanya justru ibu2 yang paling banyak mendaftar jadi tkw, dikarenakan pendapatan suaminya yang tidak mencukupi dinegeri sendiri

    ReplyDelete
  9. angel jeng, suer! waktu aku jadi presiden diminta ngurus itu. Para menteriku juga sampai pada mumet. Akhirnya dengan berat hati aku mengundurkan diri. Biar jadi rebutan ketiga pasangan itu deh

    ReplyDelete
  10. Diajeng udah kepulau kapuk atau belon nih?
    koq ngak sempat mampir.

    Masalahnya emang terletak pada PJTKI baik yang legal maupun ilegal..... semuanya tidak selektif dalam mengirim kualitas ekspor ini.

    Ada nggak yah diajeng lowongan kerja Guru di luar negeri?

    ReplyDelete
  11. Wah,pemerintah mag masih uring2an nieh kalu d suruh kerja exstra. Tp ivan setuju ma point2 yg jengsri tulis... Setju bgt malah!

    ReplyDelete
  12. Jeng jd mentri dong,, pasti bs terlaksana tuh,, hehe...

    Ayo dukung jeng sri jd menteri!! Hehe

    ReplyDelete
  13. kayaknya itu nggak mungkin trwujud deh cz setau aku, jumlah yg ilegal hampir menyamai yg legal. btw stuju sm yolizz, dukung jeng jadi menteri.he...

    ReplyDelete
  14. didesa ku jeng,
    rata-rata para TKI semua
    apalagi yang muda-muda?keblinger dengan uang gajinya mungkin jeng
    klu aku sich ogah jeng disuruh jd TKI
    takut disiksa
    heheheheeh

    ReplyDelete
  15. Busuknya negara kita juga nyetelnya kayak gitu, jelas negara gak akan melepaskan laba yang luar biasa itu. jadi yang perlu dibubarkan dulu adalah Manajerial Indonesia atau kalo prlu Indonesianya skalian yang dibubarkan

    ReplyDelete
  16. memang dilema bagi para TKI kita, tp kalo aku sih daripada kerja di luar negeri mending kerja di dalam negeri aja.

    ReplyDelete
  17. masalahnya sekarang yg harus diperangi adalah pengiriman TKI Ilegal ke luar negeri, mba.
    ngga jauh2 ke Malaysia aja, kan banyak tuh yg ilegal via selat Malaka

    ReplyDelete
  18. Kayaknya lagi promosiin biar kedaut jadi Menteri nih.

    Tapi cocok nih, Kritis....abis.

    ReplyDelete
  19. Tetapi Jeng, semua itu hanya untuk Ketenagakerjaan Luarnegerinya.

    Yang Pokok sebenarnya ciptakan Lapakan kerja seluas-luasnya, dengan Upah Layak. Selesai.

    Dan utk itu perlu Perombakan di segala bidang, Birokrasi Kebijakan tentang kemudahan Usaha, Perizinan dan tentu Insentif Usaha.

    Tapi bisakah, Kering dong kantong Pejabat kaya Suwung. Tar gak bisa nyetrika duit lagi ( uang basah )

    ReplyDelete
  20. sebenarnya kasihan para TKI, di luar negeri mereka mendapat perlakuan kurang manusiawi, sementara di dalam negeri sering diperas para petugas...

    ReplyDelete
  21. aku di belakangmu jeng...hehehehhee

    ReplyDelete
  22. wah ini kemaren baru ak bahas ma murid2ku tentang fak.prod tenaga kerja

    masa ekspor terbesar kita adalah TKI... sedih nian ya...

    kalo ak sih: mikirnya ke dalam negeri dulu: pelatihan buat tenaga kerja, tingkatkan UKM2 yang menghasilkan, kalo UKM kita maju, ga akan banyak TKW2 yang 'terhipnotis' ma bujuk rayu agen2 ilegal....mereka akan milih kerja di negeri sendiri....
    seringnya yang dikirim ke luar kan justru yang ga terlatih dan terdidik...makanya banyak kejadian2 yang memilukan....

    ReplyDelete
  23. Yang paling penting menurut saya sih
    yang bisa menjadi TKW harus punya keahlian khusus
    jangan disana hanya menjadi PRT saja

    ReplyDelete
  24. SELASIH

    Terdapat 35 jenis, di antaranya
    Ocimum americanum
    Ocimum basilicum
    Ocimum campechianum
    Ocimum gratissimum
    Ocimum kilimandscharicum
    Ocimum tenuiflorum

    Selasih, tlasih, basil, atau basilikum (Ocimum) adalah segolongan terna yang dimanfaatkan daun, bunga, dan bijinya sebagai rempah-rempah serta penyegar (tonikum). Berbagai bagian tumbuhan ini berbau dan berasa khas, kadang-kadang berasa langu, harum, atau manis, tergantung kultivarnya. Beberapa di antaranya bahkan dapat membuat mabuk. Beberapa jenis selasih, misalnya kemangi, berasal dari Asia Tenggara, namun sebagian besar dianggap berasal dari anak benua India.

    Bijinya (hitam dan kecil) direndam akan mengembang dan menjadi bahan campuran minuman yang segar2. dan bisa untuk menurunkan panas dalam.

    ReplyDelete
  25. ilmu pengetahun dan keahlian kayaknya harus dipersyaratkan..agar bisa bersaing dgn pekerja dari negara lain..

    ReplyDelete
  26. semoga tercapai yang di tulis si jeng

    ReplyDelete
  27. Sorry telat mampir jeng, baru nyampe rumah. Nice posting, setuju sm pendapat jengSri. Kalau saja kita bs membenahi masalah ketenagakerjaan di dalam negri, mgungkin tdk perlu lg ada grusa-grusu masalah tkw ini.

    ReplyDelete
  28. "PAHLAWAN", ungkapan kosong tuk menutupi penderitaan....Klo pahlawan, saat kembali ke tanah air bukannya karpet merah dihamparkan malah dijadikan korban pemalakan.....

    ReplyDelete
  29. Disinilah perlunya pembelajaran mimpi bagi generasi muda Indonesia, supaya sukses semua supaya ndak jadi TKW. Amin.

    Salam kenal mbak.

    ReplyDelete
  30. Besarnya harapan untuk "merubah nasib"lah yang membuat para wanita Indonesia nekad berangkat jadi TKW. Seandainya kesejahteraan dapat diraih di negeri sendiri ya ??

    ReplyDelete
  31. aku masih di belakang mu jeng...kekekeekkeekk

    ReplyDelete
  32. hidup tkw ah..
    salam kenal yak....

    ReplyDelete
  33. ck ck ck... menjelang tidur kok bisa2nya posting serius kaya gini?... hebat jeng yang satu ini.... :)

    ReplyDelete
  34. itulah dilemanya Jeng,kebanyakan para pencari tenaga kerja justru lebih suka ama yang unskilled worker. ikutan ke pulau kapuk ah... nemuin jeng Sri.. xi..xi..xi

    ReplyDelete
  35. Aku mendukungmu Jeng!!
    Hidup Ibuuuuuu....

    ReplyDelete
  36. seyujuuuuuuuuuuuuuuuu, jeung, tapi yah kumaha? masih banyaknya kongkalikong antar oknum yang berwenang rasanya bukan pekerjaan mudah untuk mewujudkan nitan jeung sri. mudah2an blog dikau di kunjungi oleh bapak2 petinggi kiya yah, aminnnnnnnnnnnnnnn

    ReplyDelete
  37. Ada badan khusus yang mengelola TKI/TKW sampai ke daerah yang mencegah penyelewengan usia.

    Banyak lo Jeng, pemalsuan KTP, Ijasah dsb. yang membuat si upik berusia 13 tahun jadi 21 tahun.

    ReplyDelete
  38. Semoga bisa terwujud y jeng...

    ReplyDelete
  39. mdh2n gag ada lagi nyawa2 yg tdk berdosa jd korbannya.. amiiin...

    ReplyDelete
  40. sistem pencatatan kependudukan harus akurat, sehingga ketahuan mana yang belum bekerja dan sebagainya. Warganegara adalah aset negara, jadi kalo sampe ada yang mencelat ke luar negeri seharusnya sudah menjadi pertanyaan penting sekali, mengapa itu terjadi, mengapa harus ke luar negeri ketika ingin sejahtera, sudah tahu sendiri jawabannya saya kira ya...

    ReplyDelete

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds