4 May 2009

Pajak Oh Pajak....

Melanjuti diskusi tentang UU beberapa hari yang lalu yang akhirnya nyasar2 lari ke NPWP sampe jengkol . Ternyata ada sebagian yang gak ngerti tentang apa KEGUNAAN dari memiliki NPWP. Dari informasi beberapa komentar sahabat blogger tentang iklan pajak bunyinya agak sedikit lucu: "Kalau Gak Bayar Pajak, Apa Kata Dunia?" Betul itu, apa kata dunia kalau gak bayar pajak. Hari gini kok gak punya NPWP. Hari gini kok hidup masih serba pas2an. Hari gini kok MISKIN! Pertanyaan untuk orang pajak:
  • Tapi apa dong manfaat dari memiliki NPWP?
  • Apa anak dan istri saya akan terjamin sosialnya dengan gaji saya yang pas2an? Apakah istri saya akan mendapat santunan dari pemerintah kalau tidak bekerja dengan gaji saya yang tidak cukup?
  • Apakah anak saya akan dibebaskan dari biaya sekolah sampai keperguruan tinggi?
  • Apakah pajak saya akan memberikan pensiun dimasa tua saya?
  • Fasilitas apa yang bisa saya dari negara dari memiliki NPWP, karena dengan memilki NPWP berarti saya harus bayar pajak kan?
Kenapa harus punya NPWP? ini versi untuk negara2 kaya seperti Amerika, Eropa Barat, Australia dan Afrika Selatan:
  • Untuk membayar pajak
  • Sebagai jaminan sosial
  • Urusan tetek bengek
A. Untuk Membayar Pajak Versi pembayaran pajak ini dibagi menjadi beberapa seperti contoh pembayaran pajak barang mewah, rumah, usaha, dan gaji (seperti yang Attayaya bilang). Nah, setiap warga negara/immigrant yang memiliki NPWP diwajibkan memiliki NPWP. Dengan memiliki NPWP ini setiap orang akan terdeteksi situasi ekonominya. Nah, dari sini pemerintah tahu bagaimana cara menanggulangi masyarakat yang berekonomi lemah. Bagi setiap pemilik NPWP apabila bekerja akan mendapatkan potongan pajak secara otomatis tiap bulannya. Semakin kaya dan semakin besar gaji maka semakin besar pemotongan pajaknya. Tapi ini fairplay yang adil karena dari sini pemerintah mengelolah pajak secara merata kepada yang berekonomi lemah. B. Jaminan Sosial Pemungutan pajak yang besar dikelola menjadi sebuah jaminan bagi rakyat, seperti biaya rumah sakit dan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. So, dari pengambilan pajak yang besar dari sikaya maka tertolonglah para fakir miskin dalam ekonominya. Dan tentu saja dengan ekonomi yang tertolong melalui pajak yang terkelola baik ini maka tidak ada lagi itu yang namanya fakir miskin, karena mereka mampu membayar pajak sesuai kemampuan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Pembayaran pajak ini akan menghasilkan banyak jaminan sosial bagi yang memerlukannya. Seperti contohnya, pensiun. Jadi pensiun ini tidak hanya didapat untuk pegawai negri atau swasta. Di negara2 kaya yang disebut diatas tidak mengenal kata2 pegawai negri. Seorang waitresspun berhak mendapatkan pensiunnya. *Lho itu kan dinegara2 kaya JengSri, bukan di Indonesia? Betul itu. Namun kegunaan sebuah NPWP memang seharusnya seperti itu. Kalau punya NPWP tapi tidak bisa merubah ekonomi kehidupan, so buat apa bayar pajak? Jangan seperti yang Bang Iwan bilang: "Guru aja yang Gajinya Alhamdulillah wajib saya "syukuri" diharuskan nyetor pajak.... Abis tuh... untung banyak yang mau minjemin". Duh, bersyukur memang harus, tapi kalau harus ngutang lagi? Apa gunanya bayar pajak? Jadi intinya, pajak itu buat kesejahteraan bukan buat gali lobang tutup lobang seperti kata bang Iwan (sorry di copy terus nih bang,hehehe). Aku Dan DiriMu, DBLN, 17.58-030409

52 comments:

anak laut said...

salam....jengSRI...


entri yg menarik...tq singgah anaklaut

faizz said...

walah gue elum punya npwp, tar deh kalau dah stail lagi kerjaannya. thansk buat ngobrolnya kemarin yah jeung. dah mulai bergerak sekarang dengan serba keterbatasan gue, but i will

yanuar catur rastafara said...

sebagai warga negara yang baik
saya juga harus bayar pajak
pajak negara lho jeng, bukan pajak premanisme
hehehehehe
tp untuk sementara,saya bebankan dulu pada orang tua saya
hehehehe

Ranie said...

nie punya NPWP tujuannya cuma biar bebas fiskal kalo jalan2 k luarnegeri..hehe...untuk laporan pajak, nie akalin biar masuk kategori PTKP n penghasilannya nihil....hehe.....

eri-communicator said...

Katanya pajak yang kita bayar untuk negara, eh tapi malah dikorupsi, lebih baik tidak usah membayar pajak (jangan ditiru ya ini himbauan sesat)

eri-communicator said...

Denagn NPWP kita bisa bebas fiskal, saya punya NPWP walau pajak yang saya bayarkan nihil, cuma buat gaya-gayaan doang menuhin dompet

eri-communicator said...

kantuk sudah menghampiri diriku,tetapi setelah berkunjung keblogmu,perasaan kantuk hilang seketika :)

buwel said...

Duh NPWP ya...
moga2 pajak yang di bayar bisa di gunakan semestinya ya...

ifoel said...

sharing mantap..
tapi kayaknya di negeri ini menganut paham birokrasi kongkrit.... makanya ada sebagian yang ngga setuju.. barangkali prosesnya yang bikin bete.. cos menunggu adalah pekerjaan yg membosankan... nyambung ngga ya..? :-)

trus fungsinya juga yang sebagian masyarakt belum memahaminya.... paling kartunya hanya jadi penghias dompet belaka.... hehehehhe.. kaya punyaku, mpe skrg, belum pernah keluar dompet.. bertapa trus kartunya di dalam jeng... xixixixiix

rco said...

saya sudah ada NPWP, tapi giliran mau bayar pajak katanya masih tergolong PTKP, apa ini sebuah kebijakan?

Itik Bali said...

Aku nggak bayar pajak
eh belum denk..
tapi suatu saat aku akan bayar pajak
kalo gak bayar pajak.
apa kata dunia?
itik kok gak bayar pajak
Hidup pajak
* berapi-api*

Eh...Pajak itu apa sih?
kenapa sih harus bayar pajak?
apa untungnya buat kita kalo bayar pajak?

senoaji said...

nunggu jawaban suryaden

suryaden said...

dalam hal perpajakan saya kira negeri begajul sudah advance, begitupun dalam penyalahgunaannya... memang sangat indah, sejuk dan nyaman sekali. Betapa mudahnya mengiming-imingi sebuah kewajiban tanpa kompensasi yang setimpal, apalagi dua timpal. Semua warga mungkin tidak luput dari ini, apalagi Pajak Bumi dan Bangunan yang dihitung dari nilai jual tanah, sementara yang punya tanah pun tak pernah berniat untuk menjualnya... makin aneh nih otak saya... kekeke

jerova said...

ayo bayar pajak

aprillins said...

soalnya bagi yang tidak mau membayar pajak juga ada perasaan takut bahwa pajak yang mereka bayarkan disalahgunakan, oleh karena itu tidak sedikit orang yang menyumbangkan uang langsung kepada yang membutuhkan, padahal seharusnya dibayarrkan ke dirjen pajak. Untuk ini mereka disalahkan tapi di lain pihak juga bisa dibenarkan... huh huh carut marut indonesia..

aprillins said...

bbobbok dulu ya hanni..

kak_ega_punya cerita said...

kmrn NPWP kak ega baru jadi.... jadi bisa bantu negara kali ya.... moga2 negara juga peduli ma rakyatnya... moga atau tidak??? we will see aja deh.....

Newsoul said...

Wah si Jeng lagi serius ngurus pajak sekarang. Siip, good posting jeng.

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Wadduh,.... nama saya kesebut nih, entar dipanggil nih sebagai saksi. Asal jangan tersangka yah seperti si Antasari.

suwung said...

sayangnya orang pajak sendiri ngak bisa ngontrol kemana uang itu pergi
hanya bisa memasukan....
karena undang undangnya bilangnya begitu

Quinie said...

sayah juga ga ngerti tuh... tau2 kantor nyuruh kumpulin KTP ajah dan traaadaaa NPWP udah jadi deh

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Pajaknya kebanyakan masuk kantong sih,.... yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. KPK kedodoran. Bosnya aja jadi tersangka.

brown sugar said...

Belum transparant sampe sekarang dikemanain tuh hasil dari wajib pajak...cuma satu yang saya tau fungsi kongkrit dr NPWP..bisa ga bayar fiskal kemana mana....itu duang.

Pandu said...

Ayah saya punya jalan dan jembatan...
kan bayar pajak...
huehehehehehe..

Henny Y.Caprestya said...

nah,,
akhirnya dibahas lebih detail
:)

Kabasaran Soultan said...

YAng saya sangat salut saat ini adalah pelayanan petugas pajak yang sungguh sangat menyenangkan ... gambaran tentang petugas pajak beberapa tahun yang lalu sirna. salutnya lagi keberanian mereka mengiklankan diri sebagai satu-satunya instansi yang menolak KKN sungguh patut diacungi jempol ... hari ini masih KKN ..apa kata dunia.

nietha said...

tadinya aku cuma mikir guna aku punya NPWP biar ga kena fiskal kalo jalan2 keluar negeri..hehe..
ternyata manfaatnya banyak ya??
jadi tambah ikhlas nih bayar pajak.
Hanya saja aku kasian ma stafku yang posisinya dibawah, udah gajinya kecil, harus potong pajak, ada overtime dipotong pajak, ada bonus dipotong pajak..weleh..weleh...

J O N K said...

mmm, seru ya di negara-negara kayak, waitress aja dapat pensiunana,

indonesia kayak lho, tapi kapan bisa gitu ya mba ? heuheuheu

Sang Cerpenis bercerita said...

pajak mestinya utk kesejahteraan rakyat juga ya. utk perbaikan jalan, jembatan,dll. tapi...ternyata..sering disalah gunakan tuh.
btw, tks emailnya ya.

Linda Belle said...

aku ada npwp jeng...tp dibayarin kantor hehe...
kesejahteraan rakyat?disini iya gak ya?
krn msh sangsi uangnya buat korupsi :p

ajeng said...

Sedang diurus..
Pajak udah dibaya,tapi tetep aja fasilitas masih semrawut.. Apa kata dunia?!

loly said...

kalo menurut iklannya mmng bener, kalo pajak dari rakyat untuk rakyat jeng..tapi kenyataannya bisa kita liat hehhehe..

attayaya said...

Untuk Indonesia, pendapatan pajak TIDAK akan bisa mencukupi seluruh kebutuhan negara. Masih dibutuhkan dana dari sumber lainnya.

Di dalam APBN ataupun APBD penggunaan setiap sumber pendapatan tidaklah secara spesifik. Misalnya persentase pajak bumi dan bangunan yang diterima, tidaklah secara spesifik digunakan untuk pembangunan jalan, misalnya. Ataupun tidaklah untuk orang miskin saja sbg peningkatan taraf hidup rakyat.

Jadi, seluruh pendapatan di total, kemudian dipergunakan untuk membiayai program yang ditentukan dalam APBN/APBD.

Pasti ada yang bilang "saya sudah bayar pajak, kenapa jalan depan rumah saya tidak diaspal?". Pajak bukanlah Retribusi. Dimana jika kita membayar suatu retribusi, maka kita bisa langsung menikmati fasilitas yang ada.

Untuk ketertiban administrasi pembayaran pajak, maka wajib pajak diberi NPWP.
Kenapa yang lain yang belum tentu wajib membayar pajak, malah diwajibkan untuk mempunyai NPWP terus pake ancaman denda segala?

ntar deh disambung.
lagi dipanggil bos.

attayaya said...

Pajak penghasilan (gaji) untuk Pegawai negeri baik sipil maupun ABRI, dimasukkan sebagai tunjangan. Dimana, gaji yang diterima sudah termasuk tunjangan pajak, kemudian baru dipotong sehingga menjadi gaji bersih.

"sudahlah gaji kecil, terus kena pajak juga lagi", sepertinya kalimat ini perlu dipahami lebih lanjut.

tengkyu..

Ari said...

Saya bukan Orang Taat Pajak. NPWP pribadi suami istri ada. Tapi untuk usaha terutama Kirim mengirim Uang belum,kata temen harus NPWP Perusahaan/usaha kena pajak. Siup dah ada tapi sengaja gak di buat Usaha yang spesific, kasian Konsumen. Sory bang Garuda, utk sementara.

Ari said...

Atu lagi, Ntar kalau pingin myusul. Mumpung pala agak mendingan. NPWP Buat syarat Utang. Wakk...kk..kkk..kkkk, abis Banknya minta gitu. Utang diatas 50.jt harus punya NPWP. Terpaksa bikin,...... Saya punya DUA. ( ama istri, kaya iklan aja).

boykesn said...

benar, NPWP perlu tuh..katanya sih bebas fiscal kalau mau keluar negeri

^3^ said...

buruh aja punya NPWP dan kena pajak . cuman yagitu dech...

bunga raya said...

membayar pajak memang suatu keharusan tapi bagaimana dana pajak di gunakan itu yang bukan jadi keharusan bagi kita tau ya ga...?
masalah pajak aku belum tau apa2 neh sebab belum punya yang wajib di pajakin
kcuali pajak untuk kelak i aherat selalu saya bayar

suwung said...

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Pajaknya kebanyakan masuk kantong sih,.... yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. KPK kedodoran. Bosnya aja jadi tersangka

bisa dijelaskan bos?
bukanya mbayar pajak ke bank persepsi?
hati hati mas... bisa kena somasi

Mellyta siregar said...

"Kalau gk bayar pajak,apa kata dunia?"
Iya ya,apa se kata dunia klw kita gk bayar pajak?
Mell prnh bayar pajak gak ya?!
Alaaah dah lupa lah jeng..hehe..!
Klw gitu,apa ya kata dunia ttng Mell,yg lupa udah bayar pajak apa blom?!

YolizZ said...

Ehm,, ntar deh aku tanya sama temenku yg kerja di pajak,, kira2 gmn penerapan pajak di indonesia..

Hidup pajak! Ayo dong byr pajak! Klo aku sih belum (eh,,belum lho,, bkan ga,, hehe)

attayaya said...

aku tadi mo ngomong
soal npwp
kok jadi lupa ya

tha happening tuh menakutkan ya?

aprillins said...

wew.. bang atta.. happening itu tentang virus kalo ga salah... yang ngebuat bunuh orang bunuh diri kan?
ada yang bagus juga.. film UNKNOWN tapi terakhirnya lebaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy....

aprillins said...

wedew.. lebaynya kok melenceng sampe situ!!??

attayaya said...

lha komenku yang laen ga dibaca ya?

huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

ikutan aprillins

attayaya said...

wedew.. huaaaanya kok melenceng sampe situ!???

JengSri said...

@Aprillin&Ayya: Gokil pade lu!!!!

attayaya said...

gokil dikit lah
attayaya@yahoo.com

reni said...

Di depan kantor pajak ada spanduk bertuliskan : orang bijak bayar pajak.
Eh, gak nyambung ya komen nya ?? Hehehehe

anna fardiana said...

sebenernya pajak sudah ada dari jaman nabi..
sadarkah bahwa zakat itu adalah pajak juga... untuk kepentingan masyarakat luas yang juga berhak atas sebagian harta kita...

ya nggak??

dwina said...

pajak
hmmm waktu ke LN bayar fiskal
katanya kalo bayar pajak ke LN gak perlu fiskal lagi
benr gak seh
keknya masih burem burem gituh
halaaah aslinya mah daku ga ngarti dah ah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

JenG Sri Template by Ipietoon Blogger Template