Cinta AbangKu

Tuesday, June 30, 2009 JS Hanniffy 65 Comments

Apa jadinya kalau cinta digadaikan? Tiadalah artinya jiwa untuk dihargai lagi, Jika Abangku Wr Supratman saat menciptakan sebuah national anthem dalam keadaan tidak berapi-api dengan semangat serta kecintaannya kepada tanah air, tentunya tak kan ku dengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan hingga detik ini, tentunya lagu Indonesia Raya tak kan mampu membuatku menitikkan air mata karena memang, Mungkin aku mampu memaknai perasaan Abangku saat itu?, Mungkin itu gambaran Abangku tercinta saat itu, mungkin itu kobaran semangatnya yang mampu kurasakan jauh bermil-mil disebrang lautan sana, jauh terbentang masa dan waktu yang telah terlewat. Mungkin cinta Abangku tak terucap, mungkin cinta Abangku tersembunyi, dan mungkin cinta Abangku sebuah ketakutan. Aku mampu merasakan getaran itu, getaran dalam setiap lirik yang telah tercipta dan ketika terkumandang "Tanah AirKu", "Tumpah DarahKu". Bagaikan sebuah ayat suci ketika syair mengalir dari relung jiwa yang sesungguhnya, tak mampu ku senandungkan liriknya. Akupun terhenti pada "Disanalah aku berdiri"..."Jadi Pandu Ibuku". Siapa yang Abangku maksudkan sebagai pemandu? Setiap kali kubaca barisan bait liriknya, pikiranku melayang pada sebuah masa, jika saja kumampu telusuri waktu apa yang sedang terjadi saat itu, hingga mampu Abangku menciptakan syair yang membuatku bergetar merasakannya , yang membuatku bersedih mendengarnya. Setiap kata memberi pesan tersembunyi, tapi sulit untuk ku terka. Mungkinkah kita memiliki cinta yang sama yang diungkapkan secara berbeda? Bagaimanapun kau sembunyikan cintamu, syairmu telah ungkapkan segalanya. Sabang To Merauke DBLN, 16.49-290609

65 comments:

  1. makin kurasakan rasa kangenmu pada bumi pertiwi...
    dahulu itu belum ada tehnologi kok bisa yo orang-orang itu ngumpul untuk rapat sumpah pemuda, opo ya undangannya harus setengah tahun sebelumnya... haks

    ReplyDelete
  2. walah pengennya jadi yang pertamazz eh udah keduluan ama bang surya hiks..

    Indonesia raya merdeka merdeka
    hiduplah Indonesia Raya

    ReplyDelete
  3. dulu
    pemuda bersumpah
    untuk tanah air tumpah darah

    sekarang
    pemudah berzinah
    untuk darah sang perawan

    ReplyDelete
  4. tulisanmu indah jeng,... q sampai menitikkn air mata saat membacnya....
    entah itu karena q faham pa yg tersirat atau memng tulisanmu sangat lengket dengan makna yg kau gambrkan,..

    ReplyDelete
  5. masa itu, masa yang penuh ketakutan.Kematian dan kehilangan menunggu mereka tiap saat dan detik.Banyak orang tua kehilagan anak, banyak anak kehilangan orang tua.istri jadi janda, suami jadi duda.Darah rakyat dan para pejuang tak ada hentinya mengalir membasahi bumi pertiwi.Owh my god I can't imagine that jeng....

    ReplyDelete
  6. Cepatlah selesaikan studynya jeng, biar bisa meneruskan perjuangan cinta si abang itu. Rindumu akan tergetar lagi disini.

    ReplyDelete
  7. Pemaknaan cinta yang dalam dari sang Abang ternyata mampu menggetarkan seorang wanita nun jauh di sana...
    Akankah ada cinta yang sama akan muncul dari hati Abang-abang lainnya yang kini ada di tanah air ?
    Akankah cinta yang ada mampu membuat sesuatu yang berharga untuk tumpah darah tercinta ?

    Wah..., pagi-2 aku udah sarapan cinta dari sang Abang nih, Jeng.....

    ReplyDelete
  8. Kalau dulu banyak sekali tercipta lagu-lagu yang mengagungkan Indonesia,kenapa sekarang malah lebih banyak lagu melankolis bertema cinta yang menunjukkan betapa rapuhnya jiwa kita..
    Mudah-mudahan hal itu bukan menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka mengemis cinta….

    ReplyDelete
  9. Mbah Guru Gunung Kidul30 June 2009 at 07:08

    Pulanglah diajeng Ibu pertiwi memerlukanmu.

    ReplyDelete
  10. Jika kita memaknai perasaan Abang WR Supratman waktu itu :
    Teringat perasaan ketika bangsa Indonesia berjuang mencapai kemerdekaannya.
    Teringat persahabatan sejati kebangsaan Indonesia mengusir penjajah yang telah merampok kekayaan Indonesia.
    Teringat luka...kematian...tangisan...teriakan...tatapan harapan. Semua dilalui dengan keberanian dan mimpi untuk membangun bangsa Indonesia yang bersatu dalam payung NKRI yang bersama-sama memakmurkan rakyat.

    ReplyDelete
  11. Begitu terasa kerinduannya. Sangat terasa kepeduliannya. Saat jarak berada, ketika itu cinta bicara. Kerinduan pada negeri, juga harap kedamaian pada ibu pertiwi.

    Ah, tapi, tak semua berfikiran sama. Tatkala yang lain berduka merendam air mata menangisi nasib bangsa, di satu sisi pula ada yang tertawa lena tak berfikir tentang nasib negara. Wallahu'alam.

    ReplyDelete
  12. Nice artikel jeng....pahlawan kita dahulu berjuang tanpa pamrih..tidak sama dgn pejuang2 sekarang ini..

    ReplyDelete
  13. kayaknya...jeng sri cocok deh jadi capres....jiwa nasionalis-nya mantaaap...ella dukung deh ^_^

    ReplyDelete
  14. Jeng Sri, 5 taon lagi maju jadi Capres deh, aku dukung hehehe, sekarang bikin partai dulu gih ;p

    ReplyDelete
  15. Cinta tanah air sekedar seremonial saja

    Terus berkarya dan jangan menggerogoti negara ini dengan "menggadaikan cintamu" sebab saat ini juga pegadaian cinta belum ada

    ReplyDelete
  16. Terbayang saat JengSri pulang nanti, begitu cinta dan rindunya dengan tanah air..... maka akan tersiar seorang psikolog yang handal di negeri ini yang mampu membangkitkan rasa cinta tanah air kepada setiap pasiennya..... ck..ck..ck.... hebat

    ReplyDelete
  17. 3 hari ini postingan mbak sri tentang Indonesia terus ya???

    ReplyDelete
  18. Tiap kali menyanyikan lagu dr si Abang, memang selalu terasa getaran di jiwa, yg menghentak sekaligus mengharukan. Entah bagaimana bisa si Abang menciptakannya ya..

    ReplyDelete
  19. dan kitapun juga harus terus berjuang !

    ReplyDelete
  20. apakah kita harus kembali ke masa2 itu jeng..?
    dulu orang rela menukar nyawa demi kumandang lagu itu..
    sekarang sulit sekali menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati. :D

    ReplyDelete
  21. nietha pernah nanya ibu2 yang didaerah apa tau lagu Indoensia Raya, dan banyak dari mereka yang lupa.miris..

    ReplyDelete
  22. lagu yang menginspirasi, dan apa memang bener menggugah semangat? ah jiwa nasionalisme entah kemana, kr selalu setiap denger lagu itu, yang ada hanyalah bayangan upacara bendera yang.... hiiii

    ReplyDelete
  23. banyak cara menunjukkan cinta kita kepada tanah air....

    dengan ngeblog kita bisa mencintai bangsa kita ...

    ReplyDelete
  24. "Bagaimanapun kau sembunyikan cintamu, syairmu telah ungkapkan segalanya"

    saya kutip buat status di facebook yah hanni :D

    ReplyDelete
  25. lagi kangen sama si abang ya.. (hihihi.. komen gak nyambung)

    ReplyDelete
  26. hiduplah indonesia raya....


    tegaaaaaaaaaaaaak gerak!

    ReplyDelete
  27. Hahaha... kliatan buanget Jeng Sri kangen pengin cepat pulang ya?

    ReplyDelete
  28. wew,, nasionalis banget jeng... kangen indonesia yah??

    ReplyDelete
  29. masih mengadakan kegiatan hati? Kangen Indonesia...

    ReplyDelete
  30. Pemaknaan cinta yang dalam dari sang Abang ternyata mampu menggetarkan seorang wanita nun jauh di sana

    ReplyDelete
  31. berkunjung di sor hari.apa kabar sahabat di sore nan cerah ini

    ReplyDelete
  32. artikelmu selalu mengandung kata2 tak kasatmata tapi bisa dirasakan. ada elemen nasionalis di sini. hmm.....

    ReplyDelete
  33. mba Sri lagi kangen Indonesia ya ???
    Kapan Pulang mba? Indonesia menanti mba!!!

    ReplyDelete
  34. Salut dengan tulisanmu Jeng!!
    Asyik bngt bacanya.

    ReplyDelete
  35. mampir dan masih bekum mudeng jeng....

    ReplyDelete
  36. lagi bingung mau pemilu ya? Jadinya milih yang mana jeng? ;p

    ReplyDelete
  37. saya cinta indonesia ku tercinta

    ReplyDelete
  38. jadi, siapakah Abangku itu??

    maaf nih lagi lemot.. kebanyakan nonton pilem robot..

    ReplyDelete
  39. jeng koment di yang ketiganya membuat....brrrrrrrrr

    ReplyDelete
  40. Tentang puisinya membuat cintaku semakin berkobar jeng siiiippp.
    salam untuk abangmu ya.....kekekekkek

    ReplyDelete
  41. Aku berkunjung untuk mencari pencerahan dari blog ini. Semoga menjadi sarana mencari keberkahan hidup.Amin

    ReplyDelete
  42. Selalu bangga akan berkumandangnya INdonesia Raya.....

    MEnjadi mimpi selalu..."INdonesia BErsatu....."

    ReplyDelete
  43. owh WR Supratman tuh abangnya JengSri toh,,,

    pantes articlenya Jeng tuh selalu berapi2 membakar semangat para blogger yang membacanya

    ReplyDelete
  44. Tulisanmu bagus Jeng...
    Jadi "tergerak" untuk melakukan sesuatu untuk bumi Indonesia... Tapi apa yaaa? :(

    ReplyDelete
  45. perlu seorang penyair tuk memaknai kata2 penyair lainnya... perlu seorang budayawan tuk memaknai hidup budayawan lainnya... namun gag perlu menjadi apa2 tuk bisa mencintai tiap kata yang jeng sri tuliskan di sini... hhhh... menglahkan mereka yg tiada.. lebay?!??!?! jd ngikik dewekan...

    ReplyDelete
  46. mungkin yang jadi pemandu adalah diri kita sendiri jeng... paling gak memandu diri kita sendiri untuk menjadikan Indonesia lebih baik....

    ReplyDelete
  47. jadi inget waktu masih suka upacara bendera tipa hari senin pagi di sekolahan, tapi waktu itu ga bisa sedalam tulisanmu mengartikan lagu wr supratman ini.

    malahan dulu nyanyi sambil nolah-noleh, xixixi

    ReplyDelete
  48. liriknya dahsyat, makanya jadi national anthem...

    ReplyDelete
  49. saya pernah merasakan menyanyikan lagu itu di negeri orang,..... lebih mendalam

    ReplyDelete
  50. udah kangen ama negeri tercinta ya?? he he

    ReplyDelete
  51. Mampir jeng, udah tak follow pake FB tapi kok belum muncul yah.... Merdeka....

    ReplyDelete
  52. hooh...lama euy gak nyanyi ind.raya...

    ReplyDelete
  53. Hhhmmm...Yups, Hubbul Wathon Minal Iman :)

    ReplyDelete
  54. wah semangat nasionalis mba sri semakin terasa nih.. Tetap berjuang di sana mba :D, jangan lupa pulang untuk membangun Sabang sampai Merauke :)

    ReplyDelete
  55. wiiih

    nasionalisme yang kental! :D

    ReplyDelete
  56. ".......itu gambaran Abangku tercinta saat itu, mungkin itu kobaran semangatnya yang mampu kurasakan jauh bermil-mil disebrang lautan sana" wah emang Jeng Sri sekarang lagi dimana ce *penasaran* bener Jeng lagu nasional akan terasa biasa bila di dengar di negeri sendiri. karena tiap senin bakan mungkin tiap hari mendengar lagu-lagu nasional. sehingga kita akan bosan. lain rasanya jika mendengar lagu tersebut saat berada di negeri nan jauh. atau saat meraih prestasi untuk negeri.

    Eros
    Kontestan Alnect Computer

    ReplyDelete
  57. wuih sastrawan banget Jengsri, Saluuuuut. Comment jengsri sangat diharapkan di blog ku, trimsss

    ReplyDelete
  58. ndang balio Sri.. waduuh malah nyanyi lagu itu
    xixixiix...kangen y mbak

    ReplyDelete
  59. @bong:wekekekekekekkek

    update....kekekkekekekeekekek

    ReplyDelete
  60. berkunjung kerumah sahabat mencari sesuatu...salam hangat selalu sahabatku

    ReplyDelete
  61. seperti terpelanting ke masa silam.....

    ReplyDelete
  62. ada yg bersedia nyediain somay gag iia?!?!??!

    ReplyDelete
  63. Jangan Pulang Ke Indonesia !!!
    Kalu belum siap untuk menagis darah untuk tiap tarikan nafas.

    Cukup doa saja kupinta...
    ( Soale sesek, durung bali aja dah sempit, sumpek apalagi kalau Jengsri Pulang.... Wahhhh jatah soto Grombyangnya entar kehabisan )

    ReplyDelete

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds