29 Jun 2009

Cinta AbangKu

Posted by Jeng Sri
Apa jadinya kalau cinta digadaikan? Tiadalah artinya jiwa untuk dihargai lagi, Jika Abangku Wr Supratman saat menciptakan sebuah national anthem dalam keadaan tidak berapi-api dengan semangat serta kecintaannya kepada tanah air, tentunya tak kan ku dengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan hingga detik ini, tentunya lagu Indonesia Raya tak kan mampu membuatku menitikkan air mata karena memang, Mungkin aku mampu memaknai perasaan Abangku saat itu?, Mungkin itu gambaran Abangku tercinta saat itu, mungkin itu kobaran semangatnya yang mampu kurasakan jauh bermil-mil disebrang lautan sana, jauh terbentang masa dan waktu yang telah terlewat. Mungkin cinta Abangku tak terucap, mungkin cinta Abangku tersembunyi, dan mungkin cinta Abangku sebuah ketakutan. Aku mampu merasakan getaran itu, getaran dalam setiap lirik yang telah tercipta dan ketika terkumandang "Tanah AirKu", "Tumpah DarahKu". Bagaikan sebuah ayat suci ketika syair mengalir dari relung jiwa yang sesungguhnya, tak mampu ku senandungkan liriknya. Akupun terhenti pada "Disanalah aku berdiri"..."Jadi Pandu Ibuku". Siapa yang Abangku maksudkan sebagai pemandu? Setiap kali kubaca barisan bait liriknya, pikiranku melayang pada sebuah masa, jika saja kumampu telusuri waktu apa yang sedang terjadi saat itu, hingga mampu Abangku menciptakan syair yang membuatku bergetar merasakannya , yang membuatku bersedih mendengarnya. Setiap kata memberi pesan tersembunyi, tapi sulit untuk ku terka. Mungkinkah kita memiliki cinta yang sama yang diungkapkan secara berbeda? Bagaimanapun kau sembunyikan cintamu, syairmu telah ungkapkan segalanya. Sabang To Merauke DBLN, 16.49-290609

65 comments:

suryaden said...

makin kurasakan rasa kangenmu pada bumi pertiwi...
dahulu itu belum ada tehnologi kok bisa yo orang-orang itu ngumpul untuk rapat sumpah pemuda, opo ya undangannya harus setengah tahun sebelumnya... haks

dwina said...

walah pengennya jadi yang pertamazz eh udah keduluan ama bang surya hiks..

Indonesia raya merdeka merdeka
hiduplah Indonesia Raya

JengSri said...

dulu
pemuda bersumpah
untuk tanah air tumpah darah

sekarang
pemudah berzinah
untuk darah sang perawan

Ahmad flamboyant said...

tulisanmu indah jeng,... q sampai menitikkn air mata saat membacnya....
entah itu karena q faham pa yg tersirat atau memng tulisanmu sangat lengket dengan makna yg kau gambrkan,..

Aishalife-line said...

masa itu, masa yang penuh ketakutan.Kematian dan kehilangan menunggu mereka tiap saat dan detik.Banyak orang tua kehilagan anak, banyak anak kehilangan orang tua.istri jadi janda, suami jadi duda.Darah rakyat dan para pejuang tak ada hentinya mengalir membasahi bumi pertiwi.Owh my god I can't imagine that jeng....

newsoul said...

Cepatlah selesaikan studynya jeng, biar bisa meneruskan perjuangan cinta si abang itu. Rindumu akan tergetar lagi disini.

reni said...

Pemaknaan cinta yang dalam dari sang Abang ternyata mampu menggetarkan seorang wanita nun jauh di sana...
Akankah ada cinta yang sama akan muncul dari hati Abang-abang lainnya yang kini ada di tanah air ?
Akankah cinta yang ada mampu membuat sesuatu yang berharga untuk tumpah darah tercinta ?

Wah..., pagi-2 aku udah sarapan cinta dari sang Abang nih, Jeng.....

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Kalau dulu banyak sekali tercipta lagu-lagu yang mengagungkan Indonesia,kenapa sekarang malah lebih banyak lagu melankolis bertema cinta yang menunjukkan betapa rapuhnya jiwa kita..
Mudah-mudahan hal itu bukan menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka mengemis cinta….

Mbah Guru Gunung Kidul said...

Pulanglah diajeng Ibu pertiwi memerlukanmu.

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Jika kita memaknai perasaan Abang WR Supratman waktu itu :
Teringat perasaan ketika bangsa Indonesia berjuang mencapai kemerdekaannya.
Teringat persahabatan sejati kebangsaan Indonesia mengusir penjajah yang telah merampok kekayaan Indonesia.
Teringat luka...kematian...tangisan...teriakan...tatapan harapan. Semua dilalui dengan keberanian dan mimpi untuk membangun bangsa Indonesia yang bersatu dalam payung NKRI yang bersama-sama memakmurkan rakyat.

Anazkia said...

Begitu terasa kerinduannya. Sangat terasa kepeduliannya. Saat jarak berada, ketika itu cinta bicara. Kerinduan pada negeri, juga harap kedamaian pada ibu pertiwi.

Ah, tapi, tak semua berfikiran sama. Tatkala yang lain berduka merendam air mata menangisi nasib bangsa, di satu sisi pula ada yang tertawa lena tak berfikir tentang nasib negara. Wallahu'alam.

Dinoe said...

Nice artikel jeng....pahlawan kita dahulu berjuang tanpa pamrih..tidak sama dgn pejuang2 sekarang ini..

Susy Ella said...

kayaknya...jeng sri cocok deh jadi capres....jiwa nasionalis-nya mantaaap...ella dukung deh ^_^

Sari Maniez said...

Jeng Sri, 5 taon lagi maju jadi Capres deh, aku dukung hehehe, sekarang bikin partai dulu gih ;p

BIG SUGENG said...

Cinta tanah air sekedar seremonial saja

Terus berkarya dan jangan menggerogoti negara ini dengan "menggadaikan cintamu" sebab saat ini juga pegadaian cinta belum ada

Tukang Komen said...

Terbayang saat JengSri pulang nanti, begitu cinta dan rindunya dengan tanah air..... maka akan tersiar seorang psikolog yang handal di negeri ini yang mampu membangkitkan rasa cinta tanah air kepada setiap pasiennya..... ck..ck..ck.... hebat

Henny Y.Caprestya said...

3 hari ini postingan mbak sri tentang Indonesia terus ya???

Fanda said...

Tiap kali menyanyikan lagu dr si Abang, memang selalu terasa getaran di jiwa, yg menghentak sekaligus mengharukan. Entah bagaimana bisa si Abang menciptakannya ya..

sii melyn said...

dan kitapun juga harus terus berjuang !

lilliperry said...

apakah kita harus kembali ke masa2 itu jeng..?
dulu orang rela menukar nyawa demi kumandang lagu itu..
sekarang sulit sekali menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati. :D

nietha said...

nietha pernah nanya ibu2 yang didaerah apa tau lagu Indoensia Raya, dan banyak dari mereka yang lupa.miris..

mocca_chi said...

lagu yang menginspirasi, dan apa memang bener menggugah semangat? ah jiwa nasionalisme entah kemana, kr selalu setiap denger lagu itu, yang ada hanyalah bayangan upacara bendera yang.... hiiii

rizal said...

banyak cara menunjukkan cinta kita kepada tanah air....

dengan ngeblog kita bisa mencintai bangsa kita ...

aprillins said...

"Bagaimanapun kau sembunyikan cintamu, syairmu telah ungkapkan segalanya"

saya kutip buat status di facebook yah hanni :D

mommy adit said...

lagi kangen sama si abang ya.. (hihihi.. komen gak nyambung)

Ayas Tasli Wiguna said...

hiduplah indonesia raya....


tegaaaaaaaaaaaaak gerak!

riosisemut said...

Hahaha... kliatan buanget Jeng Sri kangen pengin cepat pulang ya?

Yolizz said...

wew,, nasionalis banget jeng... kangen indonesia yah??

senoaji said...

masih mengadakan kegiatan hati? Kangen Indonesia...

bunga raya said...

Pemaknaan cinta yang dalam dari sang Abang ternyata mampu menggetarkan seorang wanita nun jauh di sana

wisata purwa said...

berkunjung di sor hari.apa kabar sahabat di sore nan cerah ini

Sang Cerpenis bercerita said...

artikelmu selalu mengandung kata2 tak kasatmata tapi bisa dirasakan. ada elemen nasionalis di sini. hmm.....

Antaresa said...

mba Sri lagi kangen Indonesia ya ???
Kapan Pulang mba? Indonesia menanti mba!!!

Mellyta siregar said...

Salut dengan tulisanmu Jeng!!
Asyik bngt bacanya.

Tukang komen said...

mampir dan masih bekum mudeng jeng....

chrysanti said...

lagi bingung mau pemilu ya? Jadinya milih yang mana jeng? ;p

ajieee said...

saya cinta indonesia ku tercinta

♥ Neng Aia ♥ said...

jadi, siapakah Abangku itu??

maaf nih lagi lemot.. kebanyakan nonton pilem robot..

buwel said...

jeng koment di yang ketiganya membuat....brrrrrrrrr

buwel said...

Tentang puisinya membuat cintaku semakin berkobar jeng siiiippp.
salam untuk abangmu ya.....kekekekkek

eri-communicator said...

Aku berkunjung untuk mencari pencerahan dari blog ini. Semoga menjadi sarana mencari keberkahan hidup.Amin

Prof said...

Selalu bangga akan berkumandangnya INdonesia Raya.....

MEnjadi mimpi selalu..."INdonesia BErsatu....."

BLACKID said...

owh WR Supratman tuh abangnya JengSri toh,,,

pantes articlenya Jeng tuh selalu berapi2 membakar semangat para blogger yang membacanya

Ariyanti said...

Tulisanmu bagus Jeng...
Jadi "tergerak" untuk melakukan sesuatu untuk bumi Indonesia... Tapi apa yaaa? :(

genial said...

perlu seorang penyair tuk memaknai kata2 penyair lainnya... perlu seorang budayawan tuk memaknai hidup budayawan lainnya... namun gag perlu menjadi apa2 tuk bisa mencintai tiap kata yang jeng sri tuliskan di sini... hhhh... menglahkan mereka yg tiada.. lebay?!??!?! jd ngikik dewekan...

RanggaGoBloG said...

mungkin yang jadi pemandu adalah diri kita sendiri jeng... paling gak memandu diri kita sendiri untuk menjadikan Indonesia lebih baik....

TRIMATRA said...

jadi inget waktu masih suka upacara bendera tipa hari senin pagi di sekolahan, tapi waktu itu ga bisa sedalam tulisanmu mengartikan lagu wr supratman ini.

malahan dulu nyanyi sambil nolah-noleh, xixixi

genial said...

aQ bobo duluan :) c'ya

Quinie said...

liriknya dahsyat, makanya jadi national anthem...

rco said...

saya pernah merasakan menyanyikan lagu itu di negeri orang,..... lebih mendalam

jimat bertuah said...

udah kangen ama negeri tercinta ya?? he he

attayaya said...

hidup Indonesia Raya!!!

Tukang komen said...

Mampir jeng, udah tak follow pake FB tapi kok belum muncul yah.... Merdeka....

=3= said...

hooh...lama euy gak nyanyi ind.raya...

Lala said...

Hhhmmm...Yups, Hubbul Wathon Minal Iman :)

J O N K said...

wah semangat nasionalis mba sri semakin terasa nih.. Tetap berjuang di sana mba :D, jangan lupa pulang untuk membangun Sabang sampai Merauke :)

natazya said...

wiiih

nasionalisme yang kental! :D

rusli zainal sang visioner said...

".......itu gambaran Abangku tercinta saat itu, mungkin itu kobaran semangatnya yang mampu kurasakan jauh bermil-mil disebrang lautan sana" wah emang Jeng Sri sekarang lagi dimana ce *penasaran* bener Jeng lagu nasional akan terasa biasa bila di dengar di negeri sendiri. karena tiap senin bakan mungkin tiap hari mendengar lagu-lagu nasional. sehingga kita akan bosan. lain rasanya jika mendengar lagu tersebut saat berada di negeri nan jauh. atau saat meraih prestasi untuk negeri.

Eros
Kontestan Alnect Computer

mohanlink said...

wuih sastrawan banget Jengsri, Saluuuuut. Comment jengsri sangat diharapkan di blog ku, trimsss

Cebong Ipiet said...

ndang balio Sri.. waduuh malah nyanyi lagu itu
xixixiix...kangen y mbak

buwel said...

@bong:wekekekekekekkek

update....kekekkekekekeekekek

bunga raya said...

berkunjung kerumah sahabat mencari sesuatu...salam hangat selalu sahabatku

babeh said...

seperti terpelanting ke masa silam.....

genial said...

ada yg bersedia nyediain somay gag iia?!?!??!

Anonymous said...

Jangan Pulang Ke Indonesia !!!
Kalu belum siap untuk menagis darah untuk tiap tarikan nafas.

Cukup doa saja kupinta...
( Soale sesek, durung bali aja dah sempit, sumpek apalagi kalau Jengsri Pulang.... Wahhhh jatah soto Grombyangnya entar kehabisan )

 

JengSRI's BloG Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Make Money from Zazzle|web hosting