Apa jadinya kalau cinta digadaikan? Tiadalah artinya jiwa untuk dihargai lagi,
Jika Abangku Wr Supratman saat menciptakan sebuah national anthem dalam keadaan tidak berapi-api dengan semangat serta kecintaannya kepada tanah air, tentunya tak kan ku dengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan hingga detik ini, tentunya lagu Indonesia Raya tak kan mampu membuatku menitikkan air mata karena memang,
Mungkin aku mampu memaknai perasaan Abangku saat itu?,
Mungkin itu gambaran Abangku tercinta saat itu, mungkin itu kobaran semangatnya yang mampu kurasakan jauh bermil-mil disebrang lautan sana, jauh terbentang masa dan waktu yang telah terlewat. Mungkin cinta Abangku tak terucap, mungkin cinta Abangku tersembunyi, dan mungkin cinta Abangku sebuah ketakutan. Aku mampu merasakan getaran itu, getaran dalam setiap lirik yang telah tercipta dan ketika terkumandang "Tanah AirKu", "Tumpah DarahKu". Bagaikan sebuah ayat suci ketika syair mengalir dari relung jiwa yang sesungguhnya, tak mampu ku senandungkan liriknya.
Akupun terhenti pada "Disanalah aku berdiri"..."Jadi Pandu Ibuku". Siapa yang Abangku maksudkan sebagai pemandu?
Setiap kali kubaca barisan bait liriknya, pikiranku melayang pada sebuah masa, jika saja kumampu telusuri waktu apa yang sedang terjadi saat itu, hingga mampu Abangku menciptakan syair yang membuatku bergetar merasakannya , yang membuatku bersedih mendengarnya. Setiap kata memberi pesan tersembunyi, tapi sulit untuk ku terka. Mungkinkah kita memiliki cinta yang sama yang diungkapkan secara berbeda?
Bagaimanapun kau sembunyikan cintamu, syairmu telah ungkapkan segalanya.
Sabang To Merauke
DBLN, 16.49-290609
Blog Archive
-
►
2012
(17)
-
►
January
(16)
- Oh, Online Dating
- Indonesian Jokes Aren't Funny
- Online Best Friend? Why Not!
- Mistakes I've Made
- JengSri's Blog Speaks Against SOPA and PIPA
- Can You Discuss With Me?
- Social Network And Etiquette
- Fake, Expert
- The Republic Of 'Ketoprak'
- "Indonesia Suka Korupsi, eh?"
- I Love iTunes!
- Top Ten Posts 2009-2012
- 3 Common Technical Problems on iPad2
- Getting To Know iPad2
- Standoff By Sandra Brown
- New Year Resolution 2012
-
►
January
(16)
-
►
2011
(123)
-
►
December
(15)
- Massive Winter Sale 2011
- Film: It's A Wonderful Life (1947)
- Ransom
- Letter To Santa
- Because She Loves Me,
- Happy Birthday
- The Christmas
- Women In Psychosis (3): Provoke
- Have You Got A Secret?
- Two Facebook Accounts?
- Proud To Be A Volunteer: The Cheaster Beatty Libra...
- Health, Health, Health!
- If You Can't Access Your Blog Account Or Your Blog...
- Is Your Blog Hacked Or Deleted By Google?
- Hello December,
-
►
November
(14)
- Payroll System
- Rusty
- Why Social Network?
- Education Oh Education
- Proud To Be A Volunteer: She's Rock!
- Proud To Be A Volunteer: My First Day Teaching Com...
- Proud To Be A Volunteer
- Energy
- Discrimination Phenomena In The Job Ads
- Cebong Ipiet's Template
- The New Template For JengSri's Blog
- So What's The Best Host For Blogging?
- Introduction To Table Access 2007
- At Least I Give It Try
-
►
December
(15)
-
▼
2009
(146)
-
▼
June
(17)
- G A R U D A
- Cinta AbangKu
- Increase Your Business Through Web Directories
- I K H T I A R
- Decorate Your Home Lighting
- SudahKah Ku-Katakan?
- S T U C K
- Direct TV Packages
- R U B I S H
- Sorry Seems To Be The Hardest Word
- Exam, Phd, SoulMate, Prince William
- E N V Y By Sandra Brown
- Breakfast On PLUTO By Patrick McCabe
- With No Reason
- Roses Are Red By James Patterson
- Flora Women's Mini Marathon 2009
- Fantastic Marathon!
-
▼
June
(17)
Popular Posts
-
In a research we sometimes find a statement such as "There is no significance difference between element A to element B", the statement is...
-
What do you see of the illustration on the left? I’m sure your first answer is going to be a man with a saxophone. However, do you rea...
-
This is the continuation of my previous posting about the basic of neurons. The structure of neuron that I wrote on my previous posting wa...
29 Jun 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


65 comments:
makin kurasakan rasa kangenmu pada bumi pertiwi...
dahulu itu belum ada tehnologi kok bisa yo orang-orang itu ngumpul untuk rapat sumpah pemuda, opo ya undangannya harus setengah tahun sebelumnya... haks
walah pengennya jadi yang pertamazz eh udah keduluan ama bang surya hiks..
Indonesia raya merdeka merdeka
hiduplah Indonesia Raya
dulu
pemuda bersumpah
untuk tanah air tumpah darah
sekarang
pemudah berzinah
untuk darah sang perawan
tulisanmu indah jeng,... q sampai menitikkn air mata saat membacnya....
entah itu karena q faham pa yg tersirat atau memng tulisanmu sangat lengket dengan makna yg kau gambrkan,..
masa itu, masa yang penuh ketakutan.Kematian dan kehilangan menunggu mereka tiap saat dan detik.Banyak orang tua kehilagan anak, banyak anak kehilangan orang tua.istri jadi janda, suami jadi duda.Darah rakyat dan para pejuang tak ada hentinya mengalir membasahi bumi pertiwi.Owh my god I can't imagine that jeng....
Cepatlah selesaikan studynya jeng, biar bisa meneruskan perjuangan cinta si abang itu. Rindumu akan tergetar lagi disini.
Pemaknaan cinta yang dalam dari sang Abang ternyata mampu menggetarkan seorang wanita nun jauh di sana...
Akankah ada cinta yang sama akan muncul dari hati Abang-abang lainnya yang kini ada di tanah air ?
Akankah cinta yang ada mampu membuat sesuatu yang berharga untuk tumpah darah tercinta ?
Wah..., pagi-2 aku udah sarapan cinta dari sang Abang nih, Jeng.....
Kalau dulu banyak sekali tercipta lagu-lagu yang mengagungkan Indonesia,kenapa sekarang malah lebih banyak lagu melankolis bertema cinta yang menunjukkan betapa rapuhnya jiwa kita..
Mudah-mudahan hal itu bukan menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka mengemis cinta….
Pulanglah diajeng Ibu pertiwi memerlukanmu.
Jika kita memaknai perasaan Abang WR Supratman waktu itu :
Teringat perasaan ketika bangsa Indonesia berjuang mencapai kemerdekaannya.
Teringat persahabatan sejati kebangsaan Indonesia mengusir penjajah yang telah merampok kekayaan Indonesia.
Teringat luka...kematian...tangisan...teriakan...tatapan harapan. Semua dilalui dengan keberanian dan mimpi untuk membangun bangsa Indonesia yang bersatu dalam payung NKRI yang bersama-sama memakmurkan rakyat.
Begitu terasa kerinduannya. Sangat terasa kepeduliannya. Saat jarak berada, ketika itu cinta bicara. Kerinduan pada negeri, juga harap kedamaian pada ibu pertiwi.
Ah, tapi, tak semua berfikiran sama. Tatkala yang lain berduka merendam air mata menangisi nasib bangsa, di satu sisi pula ada yang tertawa lena tak berfikir tentang nasib negara. Wallahu'alam.
Nice artikel jeng....pahlawan kita dahulu berjuang tanpa pamrih..tidak sama dgn pejuang2 sekarang ini..
kayaknya...jeng sri cocok deh jadi capres....jiwa nasionalis-nya mantaaap...ella dukung deh ^_^
Jeng Sri, 5 taon lagi maju jadi Capres deh, aku dukung hehehe, sekarang bikin partai dulu gih ;p
Cinta tanah air sekedar seremonial saja
Terus berkarya dan jangan menggerogoti negara ini dengan "menggadaikan cintamu" sebab saat ini juga pegadaian cinta belum ada
Terbayang saat JengSri pulang nanti, begitu cinta dan rindunya dengan tanah air..... maka akan tersiar seorang psikolog yang handal di negeri ini yang mampu membangkitkan rasa cinta tanah air kepada setiap pasiennya..... ck..ck..ck.... hebat
3 hari ini postingan mbak sri tentang Indonesia terus ya???
Tiap kali menyanyikan lagu dr si Abang, memang selalu terasa getaran di jiwa, yg menghentak sekaligus mengharukan. Entah bagaimana bisa si Abang menciptakannya ya..
dan kitapun juga harus terus berjuang !
apakah kita harus kembali ke masa2 itu jeng..?
dulu orang rela menukar nyawa demi kumandang lagu itu..
sekarang sulit sekali menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati. :D
nietha pernah nanya ibu2 yang didaerah apa tau lagu Indoensia Raya, dan banyak dari mereka yang lupa.miris..
lagu yang menginspirasi, dan apa memang bener menggugah semangat? ah jiwa nasionalisme entah kemana, kr selalu setiap denger lagu itu, yang ada hanyalah bayangan upacara bendera yang.... hiiii
banyak cara menunjukkan cinta kita kepada tanah air....
dengan ngeblog kita bisa mencintai bangsa kita ...
"Bagaimanapun kau sembunyikan cintamu, syairmu telah ungkapkan segalanya"
saya kutip buat status di facebook yah hanni :D
lagi kangen sama si abang ya.. (hihihi.. komen gak nyambung)
hiduplah indonesia raya....
tegaaaaaaaaaaaaak gerak!
Hahaha... kliatan buanget Jeng Sri kangen pengin cepat pulang ya?
wew,, nasionalis banget jeng... kangen indonesia yah??
masih mengadakan kegiatan hati? Kangen Indonesia...
Pemaknaan cinta yang dalam dari sang Abang ternyata mampu menggetarkan seorang wanita nun jauh di sana
berkunjung di sor hari.apa kabar sahabat di sore nan cerah ini
artikelmu selalu mengandung kata2 tak kasatmata tapi bisa dirasakan. ada elemen nasionalis di sini. hmm.....
mba Sri lagi kangen Indonesia ya ???
Kapan Pulang mba? Indonesia menanti mba!!!
Salut dengan tulisanmu Jeng!!
Asyik bngt bacanya.
mampir dan masih bekum mudeng jeng....
lagi bingung mau pemilu ya? Jadinya milih yang mana jeng? ;p
saya cinta indonesia ku tercinta
jadi, siapakah Abangku itu??
maaf nih lagi lemot.. kebanyakan nonton pilem robot..
jeng koment di yang ketiganya membuat....brrrrrrrrr
Tentang puisinya membuat cintaku semakin berkobar jeng siiiippp.
salam untuk abangmu ya.....kekekekkek
Aku berkunjung untuk mencari pencerahan dari blog ini. Semoga menjadi sarana mencari keberkahan hidup.Amin
Selalu bangga akan berkumandangnya INdonesia Raya.....
MEnjadi mimpi selalu..."INdonesia BErsatu....."
owh WR Supratman tuh abangnya JengSri toh,,,
pantes articlenya Jeng tuh selalu berapi2 membakar semangat para blogger yang membacanya
Tulisanmu bagus Jeng...
Jadi "tergerak" untuk melakukan sesuatu untuk bumi Indonesia... Tapi apa yaaa? :(
perlu seorang penyair tuk memaknai kata2 penyair lainnya... perlu seorang budayawan tuk memaknai hidup budayawan lainnya... namun gag perlu menjadi apa2 tuk bisa mencintai tiap kata yang jeng sri tuliskan di sini... hhhh... menglahkan mereka yg tiada.. lebay?!??!?! jd ngikik dewekan...
mungkin yang jadi pemandu adalah diri kita sendiri jeng... paling gak memandu diri kita sendiri untuk menjadikan Indonesia lebih baik....
jadi inget waktu masih suka upacara bendera tipa hari senin pagi di sekolahan, tapi waktu itu ga bisa sedalam tulisanmu mengartikan lagu wr supratman ini.
malahan dulu nyanyi sambil nolah-noleh, xixixi
aQ bobo duluan :) c'ya
liriknya dahsyat, makanya jadi national anthem...
saya pernah merasakan menyanyikan lagu itu di negeri orang,..... lebih mendalam
udah kangen ama negeri tercinta ya?? he he
hidup Indonesia Raya!!!
Mampir jeng, udah tak follow pake FB tapi kok belum muncul yah.... Merdeka....
hooh...lama euy gak nyanyi ind.raya...
Hhhmmm...Yups, Hubbul Wathon Minal Iman :)
wah semangat nasionalis mba sri semakin terasa nih.. Tetap berjuang di sana mba :D, jangan lupa pulang untuk membangun Sabang sampai Merauke :)
wiiih
nasionalisme yang kental! :D
".......itu gambaran Abangku tercinta saat itu, mungkin itu kobaran semangatnya yang mampu kurasakan jauh bermil-mil disebrang lautan sana" wah emang Jeng Sri sekarang lagi dimana ce *penasaran* bener Jeng lagu nasional akan terasa biasa bila di dengar di negeri sendiri. karena tiap senin bakan mungkin tiap hari mendengar lagu-lagu nasional. sehingga kita akan bosan. lain rasanya jika mendengar lagu tersebut saat berada di negeri nan jauh. atau saat meraih prestasi untuk negeri.
Eros
Kontestan Alnect Computer
wuih sastrawan banget Jengsri, Saluuuuut. Comment jengsri sangat diharapkan di blog ku, trimsss
ndang balio Sri.. waduuh malah nyanyi lagu itu
xixixiix...kangen y mbak
@bong:wekekekekekekkek
update....kekekkekekekeekekek
berkunjung kerumah sahabat mencari sesuatu...salam hangat selalu sahabatku
seperti terpelanting ke masa silam.....
ada yg bersedia nyediain somay gag iia?!?!??!
Jangan Pulang Ke Indonesia !!!
Kalu belum siap untuk menagis darah untuk tiap tarikan nafas.
Cukup doa saja kupinta...
( Soale sesek, durung bali aja dah sempit, sumpek apalagi kalau Jengsri Pulang.... Wahhhh jatah soto Grombyangnya entar kehabisan )
Post a Comment