Blog Archive
-
►
2012
(17)
-
►
January
(16)
- Oh, Online Dating
- Indonesian Jokes Aren't Funny
- Online Best Friend? Why Not!
- Mistakes I've Made
- JengSri's Blog Speaks Against SOPA and PIPA
- Can You Discuss With Me?
- Social Network And Etiquette
- Fake, Expert
- The Republic Of 'Ketoprak'
- "Indonesia Suka Korupsi, eh?"
- I Love iTunes!
- Top Ten Posts 2009-2012
- 3 Common Technical Problems on iPad2
- Getting To Know iPad2
- Standoff By Sandra Brown
- New Year Resolution 2012
-
►
January
(16)
-
►
2011
(123)
-
►
December
(15)
- Massive Winter Sale 2011
- Film: It's A Wonderful Life (1947)
- Ransom
- Letter To Santa
- Because She Loves Me,
- Happy Birthday
- The Christmas
- Women In Psychosis (3): Provoke
- Have You Got A Secret?
- Two Facebook Accounts?
- Proud To Be A Volunteer: The Cheaster Beatty Libra...
- Health, Health, Health!
- If You Can't Access Your Blog Account Or Your Blog...
- Is Your Blog Hacked Or Deleted By Google?
- Hello December,
-
►
November
(14)
- Payroll System
- Rusty
- Why Social Network?
- Education Oh Education
- Proud To Be A Volunteer: She's Rock!
- Proud To Be A Volunteer: My First Day Teaching Com...
- Proud To Be A Volunteer
- Energy
- Discrimination Phenomena In The Job Ads
- Cebong Ipiet's Template
- The New Template For JengSri's Blog
- So What's The Best Host For Blogging?
- Introduction To Table Access 2007
- At Least I Give It Try
-
►
December
(15)
-
▼
2009
(146)
-
▼
June
(17)
- G A R U D A
- Cinta AbangKu
- Increase Your Business Through Web Directories
- I K H T I A R
- Decorate Your Home Lighting
- SudahKah Ku-Katakan?
- S T U C K
- Direct TV Packages
- R U B I S H
- Sorry Seems To Be The Hardest Word
- Exam, Phd, SoulMate, Prince William
- E N V Y By Sandra Brown
- Breakfast On PLUTO By Patrick McCabe
- With No Reason
- Roses Are Red By James Patterson
- Flora Women's Mini Marathon 2009
- Fantastic Marathon!
-
▼
June
(17)
Popular Posts
-
In a research we sometimes find a statement such as "There is no significance difference between element A to element B", the statement is...
-
What do you see of the illustration on the left? I’m sure your first answer is going to be a man with a saxophone. However, do you rea...
-
This is the continuation of my previous posting about the basic of neurons. The structure of neuron that I wrote on my previous posting wa...
30 Jun 2009
G A R U D A
Posted by
Jeng Sri
"Tentu saja demi Merah PutihKu!" Kataku lantang kepada si tikus2 gendut dan botak itu. Ingin kuteriakan betapa najisnya dirimu dihadapan bendera favoritku yang terpampang dikantormu yang kelihatan super ekslusif itu.
Nyatanya aku hanya berteriak dalam hati. Nyatanya aku hanya berani mengumpat dalam hati. Tentu saja ku tak berani melakukan itu, karena air mataku sudah hampir tak berbendung lagi. Suaraku sudah bergetar karena tidak tahan menahan amarah atas ulah tikus2 kotor itu. Dan tak ingin mereka menganggapku lemah tak berdaya.
Siapa bilang aku lemah!
Aku memang hanya perawan tua tak terjamah, tapi ingat aku bernilai atas nama kemerdekaan. Banyak darah yang tertumpah demi aku, banyak cinta yang memuja demi aku, dan banyak nyawa terenggut untuk aku. Si perawan tua ini sudah berumur memang, sudah tua di renta segala macam rintangan dan cobaan, tapi aku tak setua yang kau pikir, dan ingat aku masih perawan yang kukuh dalam nilai-nilai moral untuk membawa kembali orang-orang yang setia kepadaku. Jika kau tikus2 botak dan gendut adalah para penghianat abad kini yang mau melawanku, maka lupakanlah. Karena kau tak kan mampu merenggut apapun dariku. Lima perisaiku sudah tertanam dan berakar kuat dalam catatan darah yang tertumpah dan nyawa yang terenggut.
Jika aku tak mampu terbang, itu bukan berarti aku lemah, jika aku tak mampu berkoak itu bukan berarti takut. Aku sedih, sedih untuk melawanmu. Bukankah kita lahir dalam kandungan pertiwi yang sama?
Cinta Belum Usai,
DBLN, 22.01-010709
Categories
Tak Tik Tuk
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


34 comments:
tes...
Sebuah metafora yang sangat bagus.
Diajeng,... Kapan sih balik? Aku jadi kepingin dapat bingkisan seperti Mbak Fanny
Atas nama birokrasi, mereka mengatsnamakn negeri juga membawa2 demokrasi. Eh, nyambung gak yah mbak...???
Turut prihatin dengan apa yang berlaku. Semoga Allah selalu menguatkan langkah-langkah Jeng Sri. Insya Allah...
Jeng, sama seperti pak Iwan, saya juga mau dunk dapet bingkisan hehehe... habis ini, Jeng Sri bangkrut di mintain bingkisan ama temen2 bloger wekekeke..
jeng, tentang sumbangan itu, Insya Allah nanti saya kirim. Dan tentang kata2, sedekah... sedekah... saya emang suka ngomong githu jeng, wekekeke... kalau ngelihat fs saya, ada juga kata2 itu di bawah foto :)
semangat jeng.
Owh, iya ada award dariku, senang sekali kalau anda ambil jeng :)
"Merdeka jeng"
Kalau temen2 blogger minta bigkisan, kirimin saja gambarnya....
Eh... JengSri lagi marah sama siapa sih... nanti saya bantuin marahnya.... biar si botak ketemu si gendut... pasti takut......
merdeka mbak!
merdekaaaa!!!
jenggggg....
kangen padamu, ud seminggu gak ngeblog nih hehehe...
aku baca lg deh tulisannya
merdeka!!! merdeka!!!
kapan pulangnya sih??
mbak eee semakin keren ajah... malah jadi blog puici ya ihihiih
"lima perisaiku sudah tertanam dan berakar kuat dalam catatan darah yang tertumpah dan nyawa yang terenggut" 5 perisai maksudnya apa ya? *bingung*
wah...wah... semakin menyentuh nih ... makin cinta tanah air meski di negeri orang,....
test
aku sudah taruh bendera di depan jendela kamar ku biar tambah mantap meski di terjang thunderstom dan hujan lebat kemarin- merdeka
Btw... aku ada FB kok jeng...
depan kamar neh?
clontarf apa sandymount?
wkwkwkwkkkkkk
merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
membinasakan penidas dari negeri tercinta
indonesia
menatap
merah putih adalah bergolaknya darah
demi membela kebenaran dan azasi manusia
menumpas segala penjajahan
di atas bumi pertiwi
menatap
merah putih adalah kebebasan
garuda didadaku
merah putih menyelimutiku
merah darahku
putih hatiku
wah ga nyambung neh komenku
Garuda sedang membawa beban berat, Ya Mbak?
Tapi BTW aku juga mulai botak... gimana nih?
Garuda masih terpatri kukuh di hati.....
Garudaku, garudamu....
kini tak lebih..
Burung Emprit..kecil
Menatap Nanar.
Sengaja ia dikerdilkan, agar besar ia sang buncit berdasi pedang.
Sengaja ia dipasung, agar lantang ia penyambung Lidah bermulut lebar.
Sengaja ia di congok, agar bebas ia pengatur bidak bertangan panjang.
FBnya : xotri4th@yahoo.co.id disearch aja yah pake e-mail itu, tar kan ketemu.
terharu sayah baca neh postingan..sungguh nasionalis dan idealis ditengah2 lingkungan yang hedoniss..
sangad keren paragraf ketiga itu huhuh masih bisa mempertahankan sesuatu yang berharga ditengah arus globalisasi, westernisasi, hedonis yang merajai neh planet :) keep it mbakk!!!
*heran dengan coment sayah ini hihihh
salam kenal mbak..selamad hari kamis ^^
Garuda dan perawan tua, metafora yg agak sedih. Jeng saya lebih suka menggunakan kalimat garuda dan bidadari yang terluka, lebih pas, swear....hehe.
ane ikutan ja dah.. y genep yang ke 28... semoga garuda selalu menjadi symbol negara kita .. amienn
Cinta belum usai! Jeng, kok mendekati 17-an jadi semakin garang gini?
hajar jeng!!
Jeng, untuk menghibur dirimu, daku berikan award, ditengok yaa :)
mbak ambil oleh oleh di kandangku iaah....
tikus gundul? hmm....perumpamaan yg mantap.
wah wah wah...Demi merah putih ya Jeng,
disaat tikus2 mengorbankan sang merah putih demi perutnya yang buncit dan kepalanya yang botak,
JengSri masih kukuh mengorbankan segalanya demi Sang Merah Putih, luar biasa
Post a Comment