I K H T I A R

Tuesday, June 30, 2009 JS Hanniffy 14 Comments

Kudengar suaranya meninggi, tanda dirinya siap untuk ber-argue ria padaku. Kusiapkan mental dan hati sebagai benteng pertahanan. Karena yang kuhadapi makhluk manusia yang berhati dan berkepala baja, bukan lagi batu. "Tidak bisa!" Jika kata itu sudah keluar maka itu akan menjadi senjata dari segala senjata untuk melawan setiap senjata yang mencoba merusak benteng pertahanannya. Lagi, aku termangu mencoba berpikir keras, hingga akhirnya.... Akupun ber-Istighfar. Menyerah. Terlalu keras berpikir, terlalu keras berharap baik, terlalu keras memohon, toh tetap, DIA telah menutup hidayah untuknya. Doapun menjadi senjata satu-satunya untuk melawan egonya. Jika memang DIA membencinya, maka paling tidak DIA sudi mengabulkanku untuk memaafkan dan membukakan pintu hatinya. Aku hanya berkata-kata dalam hati dengan risau, jika memang seharusnyalah aku tercipta untuk berkata-kata dusta, jika memang seharusnyalah aku tercipta untuk menghasut kepada kebencian, jika memang seharusnyalah aku tercipta untuk menebar amarah, jika memang seharusnyalah aku tercipta menjadi yang dibenci. Maka, kan ku mohon kepada Sang Pencipta jiwa dan raga untuk menghentikan nafasku saat ini juga. Hingga saatnya benteng pertahananku terlebur dalam penyebutan lafadzNYA. Setidaknya DIA masih meneruskan nafas ini untuk menyebutNYA. Maafkan aku, jika amanat hanya mampu kuteruskan dalam doa saja. G A R U D A, DBLN, 22.43-280609

14 comments:

  1. waaaah... ternyatah pertamaaaax........


    lanjut baca dulu akh....

    ReplyDelete
  2. Do'a adalah wujud perjuangan terakhir dari seorang yang tak berdaya.

    Tapi do'a bisa jadi senjata pamungkas keberhasilan sebuah perjuangan...

    maka kita dianjurkan utk selalu berdoa dalm hal2 kebaikan.

    ReplyDelete
  3. waaaah.... abis baca posting malah jadi binguung...

    huhuhuhu... gak mudeng sayah....

    ReplyDelete
  4. jiaahh.. telat... dateng masih 0 comments, abiss baca malah udah yang ke berapa nihh... gak dapet pertamaxx... gpp dech...

    Numpang baca aja dulu ahh... belum mudhenk buat komengin artikel nya.... :)

    ReplyDelete
  5. beruntunglah punya warga sepertimu, hmm... makin cinta aja sama negeri begajul... :D

    ReplyDelete
  6. yea.... ke 4...

    manyannn... lanjuutt...

    ReplyDelete
  7. Pada saat kita berserah diri
    itulah saat yang terbaik untuk menerima semua yang diberikanNya.

    ReplyDelete
  8. Hanya DIA yang sanggup membolak-balikkan hati...Hidayah adalah hak prerogatif-NYA...Suka-suka DIA mau diberikan pada siapa...

    ReplyDelete
  9. udah nonton Garuda di dadaku mbak?
    keren!!

    ReplyDelete
  10. Mbak, rindukah dengan kampung halaman. Ketika cinta-Nya semakin tertanam, semoga ia menjadi benih kemuliaan kepada negeri kenamaan pada masa silam.

    ReplyDelete
  11. Akhir-akhir ini JengSri suka berfilsafat nih... hanya memberikan makna yang tersirat dalam tulisan... kadang aku gak mudheng.....

    ReplyDelete
  12. tetap semagatttttttttt mba !!! :D

    ReplyDelete
  13. Walaupun tampaknya semua usaha nyaris sia-sia, ikhtiar tetap harus dijalankan, walau hanya dalam wujud doa ya ? Gitu kan mbak...??

    ReplyDelete

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds