26 Jun 2009

S T U C K

Posted by Jeng Sri
Jika dilema menghantui anak negeri..... Pernah ku kakatakan pada tanah airku bahwa aku sudahlah mati rasa dengan sistem gono gini di tanah airku. Entah masalah pernikahan, politik, agama, undang-undang, tak ada satupun perubahan yang lebih baik saat aku berada di tanah airku tercinta dan terkasih ini. Itu-itu saja yang terjadi, bahkan kulihat dan kurakan semakin parah. Entah apa yang terjadi dengan tanah airku dalam 20 tahun kedepan. Yang tua tidak mendidik yang muda, Yang tua asyik memanjakan materi kepada yang muda, Yang tua asyik memperkaya diri, Yang tua asyik bercengkarama dengan selingkuhan. Moral sistem bicara atas nama agama, budaya dan dibuat secara sah sebagai undang-undang yang dimaksudkan sebagai bekal moral untuk cicit bangsa yang katanya lagi bermoral, namun dalam reality? Aku STUCK, Stuck terdiam dalam ketidaktahuan. Ketidak tahuan apa yang harus kuperbuat untuk menjadikan bangsaku menjadi yang lebih baik, atau diriku menjadi yang lebih baik? *Bagaimana kumampu menjadi seorang yang pengasih, jika bangsa mengajariku untuk berkorupsi? *Bagaimana kumampu menjadi seorang yang bersih, jika bangsa mengajariku bernegosiasi kotor? *Bagaimana kumampu jadi orang yang mempunyai cinta, jika bangsa mengajariku berbuat aborsi? *Bagaimana kumampu menjadi orang yang setia, jika bangsa mengajariku berselingkuh? Aku STUCK, Stuck atas hukum yang dibuat karena tak bisa lagi kusuarakan hati nurani. Ingin kutulis dalam translitan semua bahasa yang ada di dunia ini dan diluar angkasa sana tentang perasaanku. Agar dunia tahu, bahwa banyak korban akibat ketidak adilan dari sebuah hukum yang dibuat sehingga mereka menjadi sampah, sampah yang tak bisa didaur ulang untuk menjadi sesuatu yang berguna. Dan pada akhirnya sampah2 ini menjadi bau, busuk dan kotor. Meskipun sudah begitu bau dan busuknya, hingga tidak sadar tempat sampah telah berkarat tertumpuk oleh bermacam2 kuman dari kuman korupsi, kuman pengangguran, kuman miskin, kuman undang2an, kuman kawin-cerai, kuman PSK. Aku STUCK, Berada diantara himpitan orang2 yang haus uang, hingga uang fakirpun diembat! Aku MUAK, Tak bisa suarakan sakit hatiku atas nama merah putihku. Bahkan aku dicerca,dan diancam atas nama, lagi2 HUKUM. Jika begitu, Aku mundur dengan damai. Dengan merubah almameterku, Kubertekad dan berjanji akan menjadi nenek moyang yang memberi nilai2 merah putih yang sesungguhnya... Dedicated to YOU, DBLN, 17.01-270609

46 comments:

suryaden said...

do not stuck beib...
aku mencintaimu...

stop dreaming start action said...

oh my god... please help us...

bunga raya said...

ya benr itu jeng.tah kapan akan bagus negara ini

cempaka said...

sulit memang jeng kalau gn terus

buwel said...

subhanalloh...moga makin baiklah ini negeri...

angga chen said...

jeng sri...permisi numpang lewat ya ! thanks

TRIMATRA said...

jengsri stuck akupun begitu....
jengsri muak akupun muak...
jengsri jengah akupun jengah...
ada apa dengan negeriku.

JengSri said...

negri jadul

mrpsycho said...

semoga Indonesia akan lebih baik,no choice,my blood is red

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Sejelek itukah negeri kita??

Anazkia said...

Sepertinya, perubahan harus di mulai dari diri kita mbak. Semoga apapun yang mbak lakukan, selalu dalam lindungan.Ya. Insya Allah...

Mbah Guru Gunung Kidul said...

Negeri ini bukan lagi negerinya kaum terpandang, tetapi menjadi
negeri para penjahat. Kita tentunya tidak mau kalau kenyataan itu
sampai terjadi di negeri ini.

Untuk itulah kita mengingatkan semua pihak untuk jujur kepada diri
sendiri dan mampu berkaca. Siapa sebenarnya kita ini? Pantaskah kita
mengemban tugas berat yang dipikulkan ke pundak kita itu?

Sudah lama kita diingatkan, negeri ini telah kehilangan nilai yang
ideal. Kita kekurangan teladan yang bisa menjadi contoh bagi warga
bangsa ini untuk menjadi warga yang baik, yang sungguh-sungguh
mengabdi kepada negara.

Sekarang ini yang lebih banyak kita hadapi justru orang-orang yang
mementingkan diri sendiri. Mereka tega memperkaya diri sendiri di
tengah rakyat yang sedang diimpit kesulitan. Mereka sudah tidak
memiliki rasa malu, malah bangga dengan hal-hal yang sebenarnya
tidak pantas disandangnya.

Quinie said...

namanya juga negara berkembang jeng, masih tertatih2 gitcu.. makanya buru balik kemarih, jadi agen perubah dong... kali ajah lu bisa jadi mentri :D

mocca_chi said...

perlu usaha berat untuk merubahnya, dan satu presiden saja ga akan cukup.

Henny Y.Caprestya said...

nasionalis sekali mbak..

Newsoul said...

He, jeng ingat saja pada hukum LoA (law of attraction) jika kita miris melihat kondisi carut-marut bangsa ini. Bila kita optimis, aura positif itu akan memberi pengaruh posisitf pula pada perbaikan kondisi negeri kita tercinta ini.

riosisemut said...

Wuadew.. mo ngomong apa neh.. semua tau melakukan suatu perubahan itu suatu hal yg gak bhsa di lakukan dengan serta merta, apalagi terhadap hal2 mendasar kek gitu. Yaaaa,.. maybe kita harus memulainya dari diri kita sendiri aja dulu ya... semoga bisa.

mommy adit said...

Jeng.. gimana kabarnya? mudah2an skr udah nggak stuck lagi..

Dinoe said...

negara kita memang perlu perubahan total, agar menuju arah yang lebih baik....

Ivan@mobii said...

D mulai dr kita sndiri jeng...

wisata purwa said...

salam kenal jeng apa kabar....dri blogger baru neh..datang balik ya...

Susy Ella said...

hiks sedih bacanyaaa......

semoga negara kita menjadi lebih baik lagi..

mari kita berusaha....mulai dari diri sendiri....walau hanya langkah kecil tapi jika dilakukan setiap orang..insyaAllah...kita bisa..

semangat!!!!

Yolizz said...

wew,, semoga negara ini ga bener2 stuck deh... berdoa aja semoga ada perubahan di negara kita ini...

Fanda said...

Tak perlu gundah Jeng! Ubahlah apa yang bisa kita ubah, terimalah apa yg tak bisa kita ubah. Always do our best, and let God take care of the rest..

J O N K said...

tetap semangaadddd,,,,,
tapi jangan korupsinya yang semangaaaaaddd ...

The Bunglon's said...

Merdeka......
smangat 45 senatiasa dikobarban...
salam kenal..

♥ Neng Aia ♥ said...

bangsa kita sudah begini mbak,, kita yang sebagai penerus bangsa masa depan yang diharapkan bisa merubah kebobrokannya, semoga kita bisa...

reni said...

Wah... jangan stuck dong...
Walau kebaikan yg kita lakukan hanyalah laksana sebutir debu.., tapi pasti ada artinya.

BTW, kok dalem banget postingan-nya mbak...

IjoPunkJUtee said...

Apapun yang terjadi, Prof tetep BANGGA menjadi bagian dari Indonesia Raya.....

Ariyanti said...

Walaupun orang2 sekitar kita melakukan sesuatu yg bertentangan dengan hati nurani, yang penting KITA harus tetap berpegang teguh dengan apa yg kita yakini jeng. Jangan pernah menyerah, jangan pernah terpancing untuk mengikuti arus mereka. Karena kita bisa membuat sekitar kita menjadi lebih baik dimulai dari diri kita sendiri. Harus kuat ya Jeng :)

rachel said...

suara hatimu jeng adalah suara hati kita semua, kecewa dan pasrah....salam kenal.

patahati said...

apa juga termasuk kategori PATAHATI kah?

Tukang Komen said...

Seperti apapun buruknya negeri kita, ini tetap negeri kita, tempat kita dilahirkan, tempat kita dibesarkan, jika ingin negeri kita lebih baik berbuatlah lebih baik, jika tiap Individu berbuat baik maka akan tercipta suasana yang baik, berusahalah menjadi orang yang baik, biarlah yang Maha Kuasa yang memberikan keadilan-Nya kepada semua mahluknya, Amiiin.

irmasenjaque said...

bagus bgt jeng...

cantik,pinter....hemm...jeng sri...

kontes blog said...

maaf ya OOT dulu, entar baru komen. mohon maaf ya kalao OOT, mau bagi info nie. ikutan kontes review alnect computer yuk. mayan lo berhadiah laptop, netbook, digicam, modem HSPDA, dan ratusan flashdisk.

attayaya said...

berikan yang terbaik untuk bangsa
bukan mengharap mendapat yang terbaik dari bangsa
Hiduplah Indonesia Raya!!!

Antaresa said...

ouh jengsri benar-benar berbakti,

sibaho way said...

yuk tetap semangat melakukan yang terbaik buat negeri Indonesia :)

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Semoga kehidupan akan lebih baik...

Baru percaya khan diajeng?

black_id said...

wah jadi teringat cerita anak singa yang dibesarkan oleh seekor kambing bersama kawanannya.

rakyat indonesia kini bagaikan anak singa yang mengembik bukannya mengaung

dan kini sepertinya sebagian anak singa itu mulai menyadari siapa dirinya, namun dia belum mampu mengaung karena sebagian mereka malah tidak menginginkan singa2 yang sadar itu benar2 bisa mengaung, mereka masih merasa nyaman berada dalam susuan sikambing, meskipun begitu tetaplah berjuang, bukankah dulu Nabi saw, awalnya juga berjuang sendiri...

black dukung Jeng, marilah kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bukanlah singa yang mengembik tapi mengaung, agar kita kembali merasa bangga menjadi rakyat Indonesia, bangga menjadi singa yang sebenarnya

buwel said...

??????????

dwina said...

diriku gak bisa memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi selama negara ini berdiri
yang ku bisa adalah memperbaiki diri sendiri.
amin

AJIEEEE said...

moga indonesia lebih baik ya

ajieee said...

saya follow ya

natazya said...

geez... a great one bu ;)

warungjuice said...

testttttttttttttt

 

JengSRI's BloG Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Make Money from Zazzle|web hosting