Lagi-lagi aku terhimpit. Kali ini 2 kubu berseteru tidak jelas. Entah iri, entah ingin menjatuhkan, entah memang suka mencari musuh, entah memang senang menyakiti hati orang. Duh, akupun jadi sebuah tempat luapan ajang kebencian masing2 yang tak jelas apa maunya. Fitnahpun jadi makanan masing2 pihak. Entah aku dijadikan psikolog mereka, entah aku dijadikan sebagai salah satu barisan pengikut mereka, entah aku yang memang belum waktunya MARAH. Sudah kukatakan berkali2 "Ada hal yang lebih penting dari ini", sudah kukatakan beribu2 kali "Ikhlaskanlah", sudah kukatakan jutaan kali "Jangan diurusin". Tak ada satupun yang mendengar, tak ada satupun yang melihat kebaikan masing2. Semua jadi setan gentayangan yang siap membawa pengikutnya masuk kegerbang pintu neraka. Fitnah, kebencian, kemarahan, permusuhan, Argumentasi, caci maki dan benci, semua tidak lain hanya demi PAMOR dan UANG. Aku diam tak tergeming, aku tersenyum dalam sakit hati. Tak cukupkah kata2ku untukmu? Atau sudah tuli dan butakah kau dengan CINTA? Tidakkah sudah kukatakan bahwa aku mencintaimu? TULUS, tidak karena jabatanmu, tidak karena kepamoranmu, tidak karena siapa dan bagaimana engkau dan keinginanku untuk memberikan kedamaian padamu? Tidak cukupkah itu? Hingga waktu membawa kita pada keadaan yang lebih miris. Aku masih marah dalam diam. Diam untuk menunggu, jika suatu hari PERANG ini akan terhenti. Merah Putih, DBLN, 16.43-280609
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Topics Covered
Interesting Stuff
(29)
Award
(19)
Critical Thinking
(16)
Ireland
(12)
Pengumuman
(11)
People
(9)
Cognitive
(8)
Sigmund Freud
(8)
Books
(7)
Resep JengSri
(5)
Argumentation And Logic
(4)
F I L M
(4)
Indonesia
(4)
Philosophy
(3)
Physiological Psychology
(3)
Webmaster Tools
(3)
Women's matters
(3)
Blogging
(2)
Health And Beauty
(2)
ShopWiki
(2)
Unicef
(2)
History Of Psychology
(1)
Uncategorized
(1)
Archive
Promoting Campaigns:



42 comments:
PErtikaian tak pernah berhenti....
Menunggu suatu ketidakpastian cinta...???
Jika jodoh takkan lari kemana....
lho kok jodoh?
hemmm begitulah memang sekarang mbak saling menggempur
ku doakan aja semua pada segera kembali pada kebersamaan..jangan terbuai oleh harta dan tahta
Semoga perangnya segerea terhenti, dan semoga marahnya jeng Sri sirna. Meski, jujur, saya gak tau latar belakang jeng Sri membuat tulisan ini, hehe, gak ikutan perangnya jeng. Ikut komeng aja ya.
marah temannya setan
takut ah
semoga cepet damai gak ada perang lagi yaaa
wallah kirain lagi curhat ma kekasihnya,,,ehhh kok berakhir dengan merah putih.
kena deh gw!!
top, tapi kenapa aku nggak suka ketiganya yah..., hanya seperti anak kecil, atau broker bagi kemiskinan sahaja.. btw still love you... red and white.. just you...
met malam dan salam kenal dari blogger baru
Wah, da fitnah2an nieh ! Siapa yg jd korban jeng ?
Sudah sudah jeng.. jng marah marah, ni aku bawain ice cream favoritmu
Semoga ada jalan keluar dan kedamaian akan datang jeng...buat kita semua..
waduuuh ketipu ella....awalnya ella pikir ttg kekasih hati (sambil ngelirik ke buwel hehehe)..ternyata ttg negara ku yg tervinta ini toh..
pasti lagi ngomongin capres kita yg saling hujat dan menjatuhkan yaa...hehhheh...melihat kelakuan mereka, ella jadi yakin bahwa rasa cinta mereka pada negeri ini hanya secuil jika dibandingkan rasa cinta mereka terhadap kekuasaan......miris.....sungguh sedih....
jeng, ni cerita ambalat ya? cerita pra perang indo malay kan? hmm..tapi kok pakai neraka segala ya? nakutin!
terkadang tidak semua orang mengatakan apa yang kita utarakan,mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri, tunggu sampai semuanya agak mereda..biar pikiran mereka sedikit terbuka
Mbak... saya ikut prihatin aja. Tersenyum getir...
sentilannya pasti mengena deh...
lagi difitnah siapa? perang mah siapa, jeng? sabarr.....
masih tentang cinta yang membawa sengsara??
Trus...JengSri dipihak yang mana? Asal gak jadi korban aja yah....
duh,, jangan ada perang-perangan deh.. piiissss ajah,, hehe...
kedamaian adalah sesuatu yang indah...
perangan hanya akan melahirkan dendam baru dalam hidup...
dalam kenal pisssss
Selama dunia ini masih ada, perang tak akan pernah berhenti..
saya terus terusan untuk berkunjung dengan harapan diberi link di blog nya jeng sri ini tetapi sampai sekarang belum ya... nasib nasib nasib
Itulah hidup, dan hidup akan selalu berwarna, semarak dan berisi beraneka ragam corak.
Selama dunia ini masih ada, perang tak akan pernah berhenti.. jadi ya bingung deh mau gmn lagi...
ah andai saja....
hidup merah putih
wah gille bahasanya emang puitis tiss tiss bgt ..
kerren jeng,..salut dah gue...
nothing can I say,, except MERDEKA MERAH PUTIHku
Mampir lagi Jeng.. masih terhimpit??
Emang Merah Putih sudah membuat Jeng Sri merasa terhimpit ya ? Aduh... itu berarti apa yg sudah Jeng Sri teriakkan tak terdengar tuh.... Kejauhan kali teriaknya, dari Dublin sih...
Hehehe... nyambung gak sih komenku ? Wkkkk...
sizzzzta....i'm coming.....
ko nie jadi ngrasa ksindir ya????hehehe.....
dunia tanpa pertikaian ga rame siz...
dunia tanpa likaliku lakilaki, ya ga kan lakulaku..hehe...
andai saja.....maka.....
amiiiin
andai saja aku bisa main catur
maka sudah ku skak mat kau!
hmm,nggak ada yang damai emang jeng, perang terus adanya...kenyataan.
...diluapin ajja mba'... biar lebih tenang gtu :(
jangan disimpen... perang dingin soviet amrik lebih parah akibatnya dari pada perang di kurusetra :(
pukul2 samsak klu ada :p
embak tukeran link yuk
jeng linknya dah tak pasang
hidup perdamaian jeng..hehhe, teteeep..bundo muncul lagi..setelah sekian lama terdampar dinegri antah berantah..mampir2 jeng :D
cinta kadang buta,atau membutakan
yang di atas pada berantem, yang di bawah kebagian getahnya terus ...
capeee deee ...
mba ???
Post a Comment