Bedah Indonesia Versi JengSRI (2)

Wednesday, August 05, 2009 JS Hanniffy 0 Comments

Dulu saya belum mengerti apa makna daripada pembacaan pancasila dan UUD 45. Meskipun setiap hari senin dibaca hingga ngelotok ditempurung kepala saya, nyatanya semuanya itu hanyalah sebuah hafalan belaka. Saya adalah seorang WNI yang baik dan setia, buktinya saya selalu mengikuti apa kata undang-undang, seperti wajib belajar dan mempunyai KTP (ditambah sekarang harus memiliki NPWP). Herannya tidak ada undang2 yang membuat keharusan membaca pancasila dan UUD 45, malah itu adalah sebuah kewajiban yang harus dibaca pada tiap hari Senin bagi para pelajar Indonesia yang ada di seluruh tanah air. Naasnya, bagian dari masyarakat yang telah membaca pancasila hingga ngelotok di otak kami itu justru tidak menjadi bagian daripada pancasila itu sendiri. Mengapa? Mari simak baik2 uraian dari isi Pancasila versi JengSRI yang otaknya lagi mendidih ini. 1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Jujur saya tidak paham sama sekali tentang arti dari 7 butir Ketuhanan Yang Maha Esa ini. Jika anda simak baik2 7 butir dari Ketuhanan Yang Maha Esa ini, maka anda akan menemukan ketujuh butir tersebut tidak ada kaitannya apa yang dimaksudkan dengan sila pertama. Bagaimana tidak, dari sejak jaman nenek moyang hingga kini. Justru agamalah yang menjadi perseteruan di tanah air ini. Jangankan dengan yang berbeda keyakinan, yang sesama keyakinan berbeda paham bisa mengalami 'perang badar'. Dan semua orang2 ini adalah orang2 yang tempurung kepalanya sudah dipenuhi dengan hafalan ayat2 Pancasila. Khususnya sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, yang didalam salah satu butir2nya mengharuskan kita untuk menghormati kebebasan pada kepercayaaan masing2. Yang menyedihkan dari segala film india yang pernah dibuat sepanjang Bollwood Movies, justru orang2 yang harusnya menegakkan Pancasila inilah yang melanggar makna dan arti dari Pancasila itu sendiri. Tidak percaya? Tengok saja dibalik terjadinya tragedi Tanjung Priok. Dan beberapa ajaran sufi yang sempat ditakutkan oleh instansi2 terkait sebagai gerakan dibawah tanah yang dicurigai akan melawan pemerintahan. Naif memang orang2 negeri kita, atau bodoh? Negeri kita yang memang mempunyai seribu nilai akan kultur budaya dan sosial, justru hanya dapat dinilai oleh orang2 asing (foreigner) yang pandai. Jangan heran jika beberapa karya anak bangsa Indonesia yang sempat di jegal di Indonesia justru dikenal didaratan Eropa dan Amerika. Typical bangsa kita, tak suka dikritik dan di cemooh. Kritikan dianggap musuh, kritikan dianggap malapetaka yang membahayakan kedudukan dan uang. Beda sekali dengan orang2 pandai Eropa, menerima kritikan dengan debat terbuka yang sehat yang menghasilkan solusi bagi negara. Nilai yang baik sesungguhnya dari Pancasila tidak diimplementasikan secara baik dalam kehidupan nyata di masyarakat. Herannya justru saya melihat kehidupan yang berpancasilais ada dinegara2 yang dianggap oleh kebanyakan orang2 kita negara kafir, negara bejad, negara tidak bermoral. Anehnya mereka yang menilai begitu belum pernah menginjakkan kaki di negara2 tersebut. Sementara orang2 kita asyik dengan menilai keburukan bangsa lain, orang2 asing pandai ini asyik mengadakan study research untuk mengetahui tentang budaya, kultur, sosial dan sudah pasti SDA kita. Jangan heran jika ada anak duduk dibangku SD di Eropa dapat menyebut seluruh propinsi yang ada di Indonesia beserta budayanya masing2. Karena mereka sejak kecil sudah diajarkan untuk haus akan ilmu, bukan haus akan gosip2 murahan. DBLN, 17.22-050709

0 comments:

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds