Film Gone Baby Gone aku temukan diantara ratusan channel TV Cabel tadi malam. Bagusnya TV Cabel selalu memberikan informasi tentang setiap program yang ditayangkan, jadi aku bisa tahu lebih dulu kalau film itu bagus atau tidak. Untungya lagi kami mempunyai 2 TV, jadi aku tidak usah berebutan sama hubby untuk nonton program kesayanganku. Sebenarnya kami lebih suka nonton TV bersama, tapi akhir2 ini hubby lagi enjoy nonton sport, apalagi sekarang ini ada IAAF World Champion, tidak ada satupun informasi tentang program ini yang luput dari pendengaran dan penglihatan hubby. Semua berita dilahap seperti orang kelaparan. Dan TV diruang tamupun sudah tidak bisa diganggu gugat olehku. Terpaksa aku harus mendekam di dapur sambil masak dan nonton TV.
Waktu kubaca tentang informasi film dari Gone Baby Gone, aku langsung tertarik. Ditambah saat kutanya hubby pernahkah dia menonton film ini, dan ternyata hubby merekomendasikan untuk menonton film ini. Lengkaplah keyakinanku kalau film ini adalah film bagus, karena aku tahu hubby memang paling jago memilih film2 bagus.
Gone Baby Gone ini dibintangi oleh aktor kesayanganku yaitu Morgan Freeman, dan ada juga Michelle Monaghan, Casey Affleck, serta Ed Harris. Film ini mengisahkan kehidupan keras di suatu daerah di Boston yang banyak mendapatkan kasus anak kecil hilang.
Kerasnya kehidupan di Boston dihiasi dengan maraknya narkoba dan gangster yang sering menyebabkan para polisi dan FBI bekerja ekstra karena kriminal yang mereka perbuat. Hingga suatu hari, 2 detektif muda, Patrick dan Angie ditugaskan pada sebuah kasus anak perempuan berumur 4 tahun bernama Amanda yang hilang dan dipercaya telah diculik.
Bersama 2 detektif yang lainnya Patrick dan Angie menelusuri kemungkinan adanya jejak Amanda. Kapten polisi Doylepun memberikan petunjuk2 dengan daftar orang yang dicurigai telah menculik Amanda. Bersama dalam group, ke empat detektif ini menelusuri kemungkinan kaitannya para dealer narkoba dengan penculikan Amanda. Dengan menginterogasi ibu kandung dari Amanda yang kebetulan adalah seorang pemakai narkoba, mereka akhirnya mendapatkan petunjuk. Semua petunjuk berujung dengan terkuaknya jaringan narkoba dengan para gangster Boston, yang kemudian ditemukannya uang 1 juta dolar dan sekaligus pembunuhan atas salah satu rekan narkoba dari ibu kandung Amanda.
Kasuspun menjadi semakin merambat, dan bukan hanya tentang Amanda yang hilang sudah 72 jam. Setelah para detektif menemukan petunjuk, akhirnya merekapun mengadakan perjanjian untuk bertemu dengan si penculik Amanda pada suatu malam. Namun sayang, yang terjadi pada malam itu bukanlah penyerahan Amanda, namun justru malam yang menyebabkan kematian Amanda dan beberapa polisi yang mengawali para detektif. Setelah Amanda dinyatakan mati, yang tubuhnya tidak ditemukan di jurang. Detektif Patrick penasaran mencoba untuk membuka kasus itu kembali. Bersama 3 rekan lainnya, mereka menggrebek rumah para pengguna narkoba yang dicurigai telah menculik Amanda. Namun lagi, penggrebekan mengorbankan nyawa detektif yang lainnya.
Detektif Patrick yang mulai mencurigai adanya seseorang yang berperan dibalik semua itu, kini mencoba menelusuri kasus penculikan tersebut dari awal. Ketika detektif Patrick hampir mendapatkan petunjuk yang dikiranya akan membawanaya kepada jawaban yang benar, diapun harus menghadapi kematian atas partner terdekatnya. Pencarianpun harus tetap dilakukan oleh detektif Patrick dan Angie untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya dan dimana tubuh si Amanda.
Film ini penuh emosional diakhir cerita. Membuatku sedikit geram, geram karena kritis dengan peran si aktor detektif Patrick dan aku jadi mengadilinya karena kebodohannya. Well, untungnya ini cuma movie. Kalau tidak, si detektif sudah kukenakan pelanggaran pasal 16 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak!
DBLN, 21.47-190809
Blog Archive
-
►
2012
(17)
-
►
January
(16)
- Oh, Online Dating
- Indonesian Jokes Aren't Funny
- Online Best Friend? Why Not!
- Mistakes I've Made
- JengSri's Blog Speaks Against SOPA and PIPA
- Can You Discuss With Me?
- Social Network And Etiquette
- Fake, Expert
- The Republic Of 'Ketoprak'
- "Indonesia Suka Korupsi, eh?"
- I Love iTunes!
- Top Ten Posts 2009-2012
- 3 Common Technical Problems on iPad2
- Getting To Know iPad2
- Standoff By Sandra Brown
- New Year Resolution 2012
-
►
January
(16)
-
►
2011
(123)
-
►
December
(15)
- Massive Winter Sale 2011
- Film: It's A Wonderful Life (1947)
- Ransom
- Letter To Santa
- Because She Loves Me,
- Happy Birthday
- The Christmas
- Women In Psychosis (3): Provoke
- Have You Got A Secret?
- Two Facebook Accounts?
- Proud To Be A Volunteer: The Cheaster Beatty Libra...
- Health, Health, Health!
- If You Can't Access Your Blog Account Or Your Blog...
- Is Your Blog Hacked Or Deleted By Google?
- Hello December,
-
►
November
(14)
- Payroll System
- Rusty
- Why Social Network?
- Education Oh Education
- Proud To Be A Volunteer: She's Rock!
- Proud To Be A Volunteer: My First Day Teaching Com...
- Proud To Be A Volunteer
- Energy
- Discrimination Phenomena In The Job Ads
- Cebong Ipiet's Template
- The New Template For JengSri's Blog
- So What's The Best Host For Blogging?
- Introduction To Table Access 2007
- At Least I Give It Try
-
►
December
(15)
-
▼
2009
(146)
-
▼
August
(17)
- Tak Akan Indonesia Hilang Di Bumi
- Pelajaran Dari Klaim Tari Pendet oleh Malaysia ; K...
- Kingdom Of Heaven; Directed By Ridley Scott
- Gone Baby Gone; Directed By Ben Affleck
- Howth Dublin; Dinner Recipe; Kepiting Saus Limau
- Butang Emas - Warisan Budaya Melayu (2)
- A Great Moment Of U2's Concert In Dublin
- Sexy Hallowen Costumes
- Butang Emas - Warisan Budaya Melayu (1)
- YZ Salad
- What Is Nap Mat?
- Buku VS Film (Laskar Pelangi) - Part 2
- Fanny Sang Cerpenis & Birthday Cakes
- Buku VS Film (Laskar Pelangi) - Part 1
- Bedah Indonesia Versi JengSRI (2)
- Ibu Segala Jaman ; Reni Judhanto
- Bedah Indonesia Versi JengSRI (1)
-
▼
August
(17)
Popular Posts
-
In a research we sometimes find a statement such as "There is no significance difference between element A to element B", the statement is...
-
What do you see of the illustration on the left? I’m sure your first answer is going to be a man with a saxophone. However, do you rea...
-
This is the continuation of my previous posting about the basic of neurons. The structure of neuron that I wrote on my previous posting wa...
19 Aug 2009
Gone Baby Gone; Directed By Ben Affleck
Posted by
Jeng Sri
Film Gone Baby Gone aku temukan diantara ratusan channel TV Cabel tadi malam. Bagusnya TV Cabel selalu memberikan informasi tentang setiap program yang ditayangkan, jadi aku bisa tahu lebih dulu kalau film itu bagus atau tidak. Untungya lagi kami mempunyai 2 TV, jadi aku tidak usah berebutan sama hubby untuk nonton program kesayanganku. Sebenarnya kami lebih suka nonton TV bersama, tapi akhir2 ini hubby lagi enjoy nonton sport, apalagi sekarang ini ada IAAF World Champion, tidak ada satupun informasi tentang program ini yang luput dari pendengaran dan penglihatan hubby. Semua berita dilahap seperti orang kelaparan. Dan TV diruang tamupun sudah tidak bisa diganggu gugat olehku. Terpaksa aku harus mendekam di dapur sambil masak dan nonton TV.
Waktu kubaca tentang informasi film dari Gone Baby Gone, aku langsung tertarik. Ditambah saat kutanya hubby pernahkah dia menonton film ini, dan ternyata hubby merekomendasikan untuk menonton film ini. Lengkaplah keyakinanku kalau film ini adalah film bagus, karena aku tahu hubby memang paling jago memilih film2 bagus.
Gone Baby Gone ini dibintangi oleh aktor kesayanganku yaitu Morgan Freeman, dan ada juga Michelle Monaghan, Casey Affleck, serta Ed Harris. Film ini mengisahkan kehidupan keras di suatu daerah di Boston yang banyak mendapatkan kasus anak kecil hilang.
Kerasnya kehidupan di Boston dihiasi dengan maraknya narkoba dan gangster yang sering menyebabkan para polisi dan FBI bekerja ekstra karena kriminal yang mereka perbuat. Hingga suatu hari, 2 detektif muda, Patrick dan Angie ditugaskan pada sebuah kasus anak perempuan berumur 4 tahun bernama Amanda yang hilang dan dipercaya telah diculik.
Bersama 2 detektif yang lainnya Patrick dan Angie menelusuri kemungkinan adanya jejak Amanda. Kapten polisi Doylepun memberikan petunjuk2 dengan daftar orang yang dicurigai telah menculik Amanda. Bersama dalam group, ke empat detektif ini menelusuri kemungkinan kaitannya para dealer narkoba dengan penculikan Amanda. Dengan menginterogasi ibu kandung dari Amanda yang kebetulan adalah seorang pemakai narkoba, mereka akhirnya mendapatkan petunjuk. Semua petunjuk berujung dengan terkuaknya jaringan narkoba dengan para gangster Boston, yang kemudian ditemukannya uang 1 juta dolar dan sekaligus pembunuhan atas salah satu rekan narkoba dari ibu kandung Amanda.
Kasuspun menjadi semakin merambat, dan bukan hanya tentang Amanda yang hilang sudah 72 jam. Setelah para detektif menemukan petunjuk, akhirnya merekapun mengadakan perjanjian untuk bertemu dengan si penculik Amanda pada suatu malam. Namun sayang, yang terjadi pada malam itu bukanlah penyerahan Amanda, namun justru malam yang menyebabkan kematian Amanda dan beberapa polisi yang mengawali para detektif. Setelah Amanda dinyatakan mati, yang tubuhnya tidak ditemukan di jurang. Detektif Patrick penasaran mencoba untuk membuka kasus itu kembali. Bersama 3 rekan lainnya, mereka menggrebek rumah para pengguna narkoba yang dicurigai telah menculik Amanda. Namun lagi, penggrebekan mengorbankan nyawa detektif yang lainnya.
Detektif Patrick yang mulai mencurigai adanya seseorang yang berperan dibalik semua itu, kini mencoba menelusuri kasus penculikan tersebut dari awal. Ketika detektif Patrick hampir mendapatkan petunjuk yang dikiranya akan membawanaya kepada jawaban yang benar, diapun harus menghadapi kematian atas partner terdekatnya. Pencarianpun harus tetap dilakukan oleh detektif Patrick dan Angie untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya dan dimana tubuh si Amanda.
Film ini penuh emosional diakhir cerita. Membuatku sedikit geram, geram karena kritis dengan peran si aktor detektif Patrick dan aku jadi mengadilinya karena kebodohannya. Well, untungnya ini cuma movie. Kalau tidak, si detektif sudah kukenakan pelanggaran pasal 16 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak!
DBLN, 21.47-190809
Categories
F I L M
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment