Penjual Yang Jujur Itu Adalah Ketika ......

Sunday, July 27, 2014 JS Hanniffy 3 Comments

Susah menjadi orang jujur ya, apalagi kalau uang banyak berpihak pada ketidakjujuran itu. Ini bukan masalah Pilpes yang lagi heboh hebohnya itu ya. Ini masalah simple tentang sebuah pembayaran di sebuah toko.

Jumat kemarin saya memutuskan untuk membelikan hadiah ke Bintang berupa Playstation 3. Hadiah ini diberikan atas nilai kenaikan kelas yang diperolehnya lumayan bagus, dan ini adalah bentuk janji kami yang harus ditepati.

Datanglah saya ke Blok M Square atas rekomendasi langganan ojek saya. "Blok M aja Bu, jarang ada KW-nya" Kata Arip, si sang ojek dengan meyakinkan saya bahwa diBlok M lebih baik daripada di Mangga Dua untuk  pembelian elektronik. Oke deh begitu, rekomendasi dari seorang lelaki yang berpengalaman seperti Arip patut saya dengarkan.

Untuk menjaga 'halhal' yang tidak diinginkan, saya hanya akan memberikan Inisial untuk toko tersebut. Sebutlah Toko X, saya sampai di toko itu, dan langsung menanyakan harga PS3. Si pegawai toko memberikan Informasi harganya dengan diskon 100 ribu, maka harga menjadi 4,9 juta.

Setelah bertanya persetujuan hubby akhirnya saya memutuskan untuk membeli PS3 itu berikut dengan tambahan sticknya yang seharga 450 ribu. Total menjadi 5 juta 350 ribu.

Pada saat pengambilan uang di ATM BNI ternyata maksimum uang yang diambil hanya 4,5 juta dengan pecahan nominal 50 ribu. Dengan pengambilan uang 1,5 juta sebanyak tiga kali. Lalu saya bawalah uang senilai 4,5 juta itu ketoko.

Dengan maksud ingin memberikan 4 juta cash dan 1 juta lebihnya melalui kartu kredit, sayapun memberikan cash dari dalam tas saya 4 juta tanpa menghitung kembali, yang saya hitung hanyalah dengan menyisakan uang 500 ribu berarti jumlah uang yang diambil adalah 4 juta.

Karena lengah, rupanya yang saya hitung adalah 50 ribu dalam lima lembar. Maka tanpa sengaja saya sudah memberikan 4 juta lebih dua ratus limapuluh ribu. Sayangnya saya menyadari ini setelah pembayaran! Duh!

Sang bos yang menerima pembayaran menghitung didepan saya, dan pada saat penyeselaian penghitungan dia bertanya: "ini berapa jumlahnya?" Saya yang lagi ngecek hp langsung menjawab yakin:"Empat juta, Koh".

Beberapa detik kemudian saya Berubah pikiran untuk memberikan tambahan pembayaran 500 ribu cash siapa pembayaran kartu kredit ya tidak terlalu banyak. Dengan pede saya berikan jumlah Lima lembar 50 ribuan itu ke si bos.

Si bos menghitung kembali, dan mengatakan: "ini cuma 250 ribu Bu". Sayapun bingung, karena jumlah uang 4,5 juta yang saya ambil langsung belum saya gunakan selembarpun dan tidak saya campur dengan uang yang didalam dompet. Masih dengan bingung dan sambil mengeluarkan uang didompet sebesar 250 ribu saya hanya bilang maaf.

Rupanya pada saat bertanya itu dia ingin meyakinkan saya kalau saya tidak membayar kurang, tapi ternyata saya malah membayar lebih 250 ribu! Dan diapun langsung menggabungkan uang hitungan itu menjadi satu tanpa berkata apapun!

Batin ini ingin mengatakan sesuatu kepada sibos pada saat saya menyadari bahwa saya memberikan kelebihan 250 ribu, tapi otak ini berpikir lagi bahwa jika saya menanyakan kelebihan uang tersebut tentunya dia tidak aka mengaku, karena dia sudah menghitung jumlah uangnya didepan saya dan saya sudah mengiyakannya, dan sebagian adalah salah saya karena saya telah teledor :(.

Jadi ingat sebuah kalimat: "kejahatan bukan hanya datang karena adanya niat sipelaku, tapi karena adanya kesempatan".

Mudah mudahan kelebihan uang itu dia berikan kepegawainya untuk THR, hanya ini pikiran yang bisa menetramkan dan membuat saya ikhlas. Semoga ya.

Jkt, 19.50-260714








3 comments:

  1. Ya ampun kok gitu sih penjualnya?
    Kenapa gak mau bilang aja kalau emang uangnya kelebihan 25 ribu?
    gak berkah tuh uangnya mbak.

    ReplyDelete
  2. Mereka menyebut kelebihan tsb sebagai "rejeki nomplok". Dan yang namanya "rejeki" tidak boleh ditolak.

    Ketika kejujuran menjadi hal yang langka, yang bisa kita andalkan adalah ketelitian diri sendiri dan mawas diri.

    Pengalaman yang sangat berharga mbak :)

    ReplyDelete
  3. @mbak Reni: kelebihan 250ribu. Tapi ya sudahlah :D

    @profijo: iya betul tuh prof. Apalagi diJakarta :(

    ReplyDelete

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds