Pembantu, Kaukah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Itu?

Monday, November 17, 2014 JS Hanniffy 4 Comments

Mumpung masih bulan tentang pahlawan. Aku juga gak mau ketinggalan tulis tentang makna seorang pahlawan dimataku, dan dikeluarga kami. Bicara soal pahlawan gak jauh-jauh dari soal seseorang yang sudah rela berkorban untuk orang lain, yang mengabdikan diri demi kepentingan orang lain. Pahlawan bisa jadi orang tua kita, suami dan sahabat, bahkan orang yang kita tidak kenal sekalipun yang mau membantu kita.

Contoh simpel, pembantu. Seorang pembantu nampaknya tidaklah sesuatu yang penting dimata kita. Ya, apalah artinya seorang pembantu, mereka hanya mengerjakan sesuatu yang biasa saja, mungkin terbesit dipikiran kita seperti itu. Namun bagi aku pribadi, pembantu memiliki makna yang lebih dari sekedarnya.


Sebagai orang yang lama menghabiskan hidupnya diluar negeri, aku biasa melakukan apa-apa sendiri. Begitupun dengan orang lain: keluarga suami, teman, dan tetangga. Do it Yourself adalah budaya orang barat, yang tidak suka bergantung kepada orang lain. Untuk itu, pembantu adalah sesuatu yang 'wah' buat orang-orang dinegeri tajir karena selain tarif gaji yang lumayan tinggi (sebanding dengan gaji seorang wakil direktur diIndonesia), hanya mereka yang benar-benar kelebihan duit banyak atau memerlukan tenaga ekstra untuk membantu keperluan rumah, selebihnya mereka lebih suka mengerjakan apa-apa sendiri.

Sementara, memiliki pembantu diIndonesia adalah sesuatu yang sama 'wah'nya tapi berbeda makna 'wah' diIndonesia. DiIndonesia umumnya banya pembantu diperlakukan tak layaknya seseorang manusia yang memiliki derajat. Banyak kujumpai rumah-rumah besar yang kamar pembantunya hanya untuk (maaf) menurutku cukup untuk kandang anjing, tidak memiliki jendela atau terlalu sempit. Bahkan dalam level ekstrim, tidak jarang pembantu melakukan seluruh pekerjaan rumah, termasuk menjaga anak dan binatang piaraannya sekaligus. Akupun selalu bertanya-tanya: "bagaimana mungkin satu orang bisa melakukan semua itu?"

Hasilnya, tidak jarang pembantupun menjadi sasaran empuk omelan karena pekerjaan  yang terbengkalai, anak sakitpun menjadi sasaran kesalahan dari orang tuanya. Pekerjaan pembantu diIndonesia sungguh tidak masuk akal. Kebanyakan orang mengharapkan pembantu itu seperti doraemon, yang mampu berbuat apa saja dan mau mengerjakan apa saja. Akupun tak hentinya berpikir, bagaimana bisa mereka mengharapkan kerja yang sempurna tanpa cacat dari seorang yang hanya mengetahui pekerjaan rumah tangga?

Pembantu, sesungguhnya ia adalah orang yang bisa dikorbankan untuk kesalahan apapun yang terjadi dirumah anda, kalau perlu kesalahan rumah tangga! Pembantu tidak lebih dari seorang budak, yang hanya bisa disuruh-suruh seenak kepala, dan merasa rugi kalau melihatnya istirahat sejenak.

Pembantu harus bangun pagi, buat sarapan pagi, bersih-bersih, antar anak sekolah
Pembantu harus masak, belanja, nyiram kebun,
Pembantu hatus jaga anak, jangan sampai kurus atau sakit
Pembantu harus tetap terbangun malam kalau majikan pulang malam, mau jam berapapun itus
Pokoknya pembantu HARUS segalanya tidak ada kata TAPI

Nyatanya, pembantu tetap tidak sempurna dimata kita. Selalu ada yang salah dimata kita, selalu ada yang harus kita suruh untuk mengerjakan sesuatu.

"Tapi diakan emang pembantu!"

I heard you. Dan dia melakukan segalanya lebih dari apa yang kita perbuat untuk keluarga kita sendiri, pernahkah ini terpikir oleh kita? Dan apa balasan yang terbaik yang sudah kita berikan untuknya? Sudahkah kita lakukan?

For Purwanti,
Thank you for the hard work you've done for us.




















JKT, 13.15-171114

4 comments:

  1. can't agree more mba...ART seringkali dianggap super woman, yang bisa segalanya...I'm used to doing things myself, especially when we're away from home. But we really have to change our mindset when it comes to our aide ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Mbak Indah,
      Thanks for your thoughts. For us who used to live abroad we do everything by ourselves, we can't rely on people, that's deal. But since I arrived in Jakarta I see many people hire the maid to do EVERYTHING :(

      Delete
  2. Coba dulu JS jadi majikanku, seneng aku :)). Namanya orang beda-beda, kadang bosnya yang baik, pembantunya kurang baik, pembantunya baik bosnya yang gak bisa baik, kalo ketemu bos ama pembantunya sama-sama baik, tak jamin, bakal lama kolaborasinya, bahkan akan dianggap keluarga sendiri, #pengalamanpribadi hahaha :D

    ReplyDelete
  3. Setuju mbak... Bahkan pembantu di Indonesia nggak punya hari libur yaaaa... Gaji di bawah UMR & ga ada duit lembur :(

    ReplyDelete

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds