Blogger Berdiskusi: Paid VS Unpaid

Wednesday, August 19, 2015 JS Hanniffy 0 Comments

Blogging sudah gak asing lagi didunia manapun. Dari ujungnya northpool sampe southpool aktifitas yang satu ini seperti sudah menjadi sebuah profesi, entah profesi spesifiknya apa, tapi diIndonesia banyak bermunculan titel baru yang bernama "profesional blogger","senior blogger", bahkan mungkin "dewa blogger". Dan, yang pastinya kita cuma bisa menemukan titel ini dinegri Republik Indonesia.

Sementara dibelahan dunia lain "blogger is blogger", seseorang yang ingin menuliskan hobinya, kegiatannya dan lain-lain.

Menarik sekali begitu saya sampai ditanah air ternyata dunia perbloggingan benar-benar seperti market bisnis. Bahkan lebihlebih dari pekerjaannya seorang selebriti, karna gak jarang saya temui banyak acara yang melibatkan bloggers sebagai salah satu marketer perusahaan. Dilalahnya, cara yang tidak terlalu makan banyak biaya ini sangat efektif untuk kepentingan bisnis perusahaan lho.

Mengingat pengaruh keberadaan  bloggers didunia bisnis sangat bagus, tidak sedikit blogger yang memiliki redcard sebagai patokan harga kepada perusahaan yang menginginkan jasa mereka. Hal ini juga sempet dibahas oleh diacara temu blogger kemarin diHarris hotel Tebet, yang sekaligus merayakan 17an bersama #Tauzia17an.

Blogger berbayar yang merdeka?
Kebetulan sekali diacara tersebut saya mendapatkan pertanyaan tentang apakah blogger sudah merasa merdeka dalam penulisannya, khususnya blogger yang dibayar, seperti untuk job review.

Job review ini sangat popular didunia per bloggingan sejak 2008. Waktu itu diIndonesia belum ramai dengan perusahaan yang memakai jasa blogger, dan masih sedikit diIndonesia yang ikutan job review karna job review ini juga kebanyakan datang dari US or UK, jadi blognya harus berbasis bahasa Inggris.

Jujur, jawaban saya atas pertanyaan diatas menurut saya simpel aja: Sebagai blogger yang tulisannya dibayar memang sudah seharusnya mengikuti aturan siemployer. Ibarat orang kerja, perusahaan yang mempekerjakan kita memiliki aturan yang harus dipatuhi demi kebaikan dan keuntungan perusahaan tentunya. Terkecuali soal bayarannya ya, yang mungkin masih bisa dinegosiasi.

Aturan penulisan dari sebuah perusahaan tentunya dibuatkan karna tujuan tertentu untuk pencapaian target market.

Sebagai blogger yang dibayar, saya sendiri kadang memiliki beberapa hal pada aturan employer yang tidak sreg atau nyangkut dihati. Biasanya kalau sudah ada yang gak cocok dari awal saya akan tolak penawaran tersebut.

Employer yang tepat untuk blogger yang tepat
Saya mengamati market job review didunia perbloggingan banyak sekali yang ngasal. Antara employer dan blogger banyak yang gak seimbang, dari penulisan yang diminta sampe soal bayaran.

Banyak ditemui employer yang menawarkan job review kepada blogger tidak pilahpilah. Tawaran asal saja diberikan. Biasanya ini dilakukan karna antara siemployer dan blogger saling kenal. Gak heran, kalau hal ini memicu ketidakadilan soal bayaran yang pantas kepada blogger yang memiliki konten yang lebih baik.

Padahal, bloggers berkualitas diIndonesia cukup banyak, employerpun mampu membayar fee pantas kepada blogger. Parahnya, gak sedikit blogger yang memiliki konten bagus akhirnya menerima bayaran yang gak sepadan. Biasaya karna mindset yang kecil, yaitu pikiran: "Daripada gak dibayar sama sekali".

Seandainya blogger yang memiliki kualitas tulisan bagus bisa mengesampingkan pikiran ini, maka tulisan gratis yang berkualitas dan informatif akan lebih terasa dan nampak berharga oleh kita. Iya, dilihat berharga dulu oleh kita baru orang lain. Daripada tulisan yang berbayar tapi kita sendiri bosan membacanya.

Jika blogger konsisten dengan sikap ini,.saya yakin, mengais dolar apalagi rupiah dari blogging bukan lagi sebuah kesulitan. Pun, tidak mungkin diremehkan oleh employer. Karna blogger yang konsisten menginformasikan minat dengan pengetahuan yang dimilikinya akan mudah meraup bentuk mata uang apapun secara online.

Akhir kata,
Sesuatu yang nampak biasa tapi jika dilakukan dengan pengetahuan dan aksi yang benar, perlahan tapi konsisten akan memberikan manfaat bukan hanya kepuasan materil tapi juga batin.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds