Liburan Murah Yang Mendidik Keluarga

Friday, August 21, 2015 JS Hanniffy 0 Comments

Saya memang seorang emak yang gak bisa diem aja dirumah kalau weekend. Menjelang Jumat, biasanya saya sudah ada ide mau pergi kemana mengajak anak dan suami jalanjalan. Kurang suka melihat suami dan anak hanya duduk nonton tipi atau main gaget. 

Yah, sesekali bolehlah. Tapi umumnya orang kalau sudah asyik sama gaget dia biasanya akan stuck sampe berjamjam, apalagi kalau gak ada yang dikerjain. 

Lebaran idul fitri tahun ini suami dan anak mendapatkan liburan yang lumayan lama, dan saya sudah memiliki daftar panjang tempat wisata yang akan dikunjungi, haha.

Taman Mini Indonesia yang tak pernah membosankan
Salah satu tempat wisata yang dikunjungi waktu lebaran lalu adalah TMII atau sebutan femesnya Taman Mini. Gak asing kan dengernya? tempat ini memang secara nasional sudah sangat terkenal. Hampir semua lapisan masyarakat diIndonesia tahu tempat ini.

Saya suka ketempat ini, murah dan areanya masih sejuk. Juga, karna tempatnya yang luas untuk sekalian jogging atau sekedar bersepeda.

suasana sejuk taman burung 

serius sekali ngeliatinnya :))

Nama Taman Mini Indonesia Indah itu sendiri sangat cocok sekali dengan bangunannya yang ada disana. Disamping tiket masuk yang sangat murah, TMII ini memberikan ide kepada anakanak tentang kebudayaan Indonesia yang beragam. Dari mulai tempat ibadah dari 5 agama sampe beragam adat rumah diseluruh daerah Indonesia.

Kunjungan saya keTMI kali ini mau ketaman burung. Karna jujur, saya dan keluarga belum pernah kesini meskipun sudah beberapa kali mengunjungi TMI - padahal sudah beberapa kali kita menginap diDesa Wisata penginapan diTMi. 




Lumayan ramai waktu kita mengunjungi tempat ini, maklumlah Idul Fitri. Tiket masuk ketaman burung sekitar 20ribuan (gak ingat harga pasnya). Dari depan pintu masuk taman burung pengunjung disambut oleh dua burung cantik, yaitu burung kakak tua yang berwarna hijau kuning dan gagak hitam. Saya dan suami menyempatkan diri untuk narsis dengan siburungburung cantik, sementara anak yang bujang menolak untuk narsis.

Tidak ada yang menyenangkan selain melihat keindahan alam dengan ciptaanNYA yang menyatu damai. 
Beberapa keluarga yang membawa anak kecil juga lumayan banyak, mereka terlihat happy dan tertarik dengan sekitarnya. 




Gak ketinggalan suami dan anak saya, yang sesekali berdiskusi cukup lama membahas siburung yang mereka anggap menarik. Setelah setengah putaran, saya sudah hampir mencapai level rendah bosan, tetapi melihat ketertarikan suami dan anak pada burungburung sayapun dengan langkah gontai mengikuti dari belakang.


Apa manfaat untuk keluarga dari berlibur yang murah ini?

Saya melihat manfaatnya banyak sekali. Selain mendekatkan keluarga secara harmoni di alam terbuka, saya juga bisa membuka pikiran anak laki saya yang sudah remaja supaya bisa menikmati halhal yang simpel seperti ini. 

Terkadang sedikit menakutkan saya melihat bagaimana anak saya sangat mencintai gagetnya, seperti jarijari tangan yang gak bisa dipisahkan, gaget itu bisa nempel ditangannya berjamjam. 
Membuat saya flashback tentang masa remaja yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan diluar rumah.

Jadi, gak perlu jauhjauh liburan kalau yang dekat bisa membuat kita lebih dekat dengan keluarga, apalagi bisa memberikan pelajaran berharga.

0 comments:

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds