Surat Terbuka Untuk siPencuri

Friday, August 14, 2015 JS Hanniffy 0 Comments

Dear Pencuri,
Aku tulis surat ini karna aku greget, plus gak tau mau ditumpahin kemana uneg-uneg ini. Well, para sohibku sih mendengarkan tapi mereka menyarankan untuk menjebak kamu. Setelah saya pikir ribukali, kayaknya rencana itu gak akan bikin persoalan adem, malah bisa jadi tambah runyam.

Aku greget karna kamu ternyata eh masih kontak aku, tanyain aku apa kabar walaupun secara sadar kamu tau kalau dunia net citizen gonjang ganjingin tentang perbuatan kamu.

Terus terang, sebenernya aku seneng kamu kontak aku, karna aku pikir kamu bakalan minta mengakui perbuatan kamu dan minta maap. Eh, ternyata aku terlalu naif untuk berpikir seperti itu.

Dear Pencuri,
Kamu tamu kenapa aku tulis ini? Karna sebenernya aku berharap kamu minta maap dan aku pasti memaafkan kok, dan melupakan soal pencurian itu ASAL kamu janji gak akan ngulanginnya lagi baik ke aku atau yang lainnya.

Yang lainnya? Iya yang lainnya!

Apa yang kamu pikirkan saat mencuri uang atau barang seseorang yang sudah baik kekamu?

Apa gak ada terbersit sedikitpun rasa bersalah dalam dirimu? Kalau gak ada sama sekali, sebaiknya kamu periksakan diri kepsikolog atau psikiater supaya bisa membantu perilakumu.

Orang yang berbuat salah umumnya ada rasa bersalah lho, tapi kalau kamu gak punya ada kemungkinan kamu memiliki gangguan kejiwaan. Karna orang yang memiliki gangguan kejiwaan gak bisa bedain antara yang benar dan salah.

Itu kalau masalah kamu ada gangguan kejiwaan ya.

Tapi kalau kamu merasa bersalah dan takut mau minta maap ke aku, maka aku akan bilang: datanglah keaku, minta maaplah. Karna aku pasti memaapkanmu kalau kamu mau jujur keaku kok.

Dan,
Pastinya sebagai seorang manusia sehat jiwa raga, punya akal sehat dan hati, tentu kamu mau untuk minta maapkan?

Tapi,
Kalau kamu kekeh gak mau minta maap dan masih saja pura-pura baik keaku kayak gak terjadi apa-apa. Ya sudah, aku tidak memaksa juga.

Yang membuatku berpikir adalah, kalau ada kehidupan yang lebih baik dan jujur, kenapa harus memilih mencuri dan bersandiwara keaku dan yang lainnya?
Pasti kamu berpikir dengan kepura-puraanmu itu aku gak bakalan tau. Aku tau kok, yang lainnya juga tau.

Ya sudah. Segini aja suratku. Semoga dirimu sadar sesadar-sadarnya.

Wasalam,
Korbanmu

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds