REVIEW FILM: LEGALLY BLONDE

Friday, October 16, 2015 JS Hanniffy 0 Comments

LegallyBlondeTheMusical.jpg
Aih, lama sekali saya gak review soal film diblog tercinta ini. Saya memang udah lama gak kecinema dan untungnya dirumah ada tv cable yang channel filmnya lumayan buanyak dan  gratis tis tis :D.

So, ada apa dengan Legally Blonde?

Legally Blonde bercerita tentang seorang gadis yang berpenampilan super girly bernama Elle Woods. Kehidupan dan penampilannya yang sangat girly itu diremehkan oleh banyak orang, tidak terkecuali oleh kekasihnya sendiri, yaitu Warner yang kemudian memutuskan Elle Woods pada makan malam romantis mereka. Warner memutuskan hubungan Elle dengan alasan karna dirinya dianggap bukan seorang gadis yangs serius dan tidak tepat untuk Warner. Hal ini membuat Elle Woods sangat patah hati.

Elle memiliki ide untuk merebut kekasihnya kembali dengan cara mengambil kuliah dijurusan yang sama seperti kekasihnya. Karna kegigihan untuk mendapatkan kekasihnya kembali, Elle akhirnya diterima masuk ke universitas Harvard jurusan hukum. Drama pelikpun terjadi manakala Elle bertemu dengan mantan kekasihnya dikampus, yang ternyata telah bertunangan! Elle tentu semakin patah hati, tujuan utama merebut kekasihnya punah sudah ditambah ejekan mahasiswa dikampus  tentang dirinya yang menurut mereka Elle tidak cukup pintar untuk masuk kejurusan Hukum. Elle semakin murka tetapi tidak membuat dirinya kecil, ejekan itu malah membuat dirinya menpersiapkan strategi. 

Sekedar opini saya.
Ini salah satu film girly kesukaan saya, bukan cuma soal fashion yang Elle Woods kenakan difilm ini atau gaya bicaranya yang menggemaskan itu tetapi karakter dari Elle Woods  yang sangat percaya diri dengan segala penampilannya, dan walaupun diejek oleh orang sekitarnya  karena penampilannya yang terlalu girly, ejekan tersebut tidak membuatnya berubah ataupun minder. Bahkan saat Elle dianggap mantan kekasihnya bahwa dia tidak cukup pintar untuk mengambil jurusan hukum, Elle malah dengan semangatnya pergi ketoko membeli laptop. 

Salah satu favorit scene saya difilm ini adalah waktu Elle membeli dress untuk makan malam romantis bersama kekasihnya. Pegawai toko melihat Elle sebagai gadis pirang girly yang doyan shopping menghabiskan uang dan bodoh dan pegawai tersebut mencoba membodohi Elle dengan menjual dress diskonan dengan harga penuh tapi Elle jauh lebih pintar tentang fashion, Elle justru menanyakan beberapa pertanyaan balik kepegawai tersebut yang tentunya sipegawai kehabisan akal untuk membodohi siElle.

Dalam kehidupan sosial kita memang gak jarang mengejek seseorang dari penampilan. Padahal kesan itu bisa mengelabui penilaian kita, terutama terhadap penampilan seseorang. Berapa kali fell out dengan seseorang hanya karna kita mengira orang tersebut nampaknya baik? Begitupun sebaliknya, berapa kali kita merasa tidak menyukai seseorang tapi akhirnya menjadi sahabat kita?

Terlepas dari penampilan Elle Woods yang super girly, karakternya memberikan pesan moral kepada penonton, khususnya kaum perempuan muda  untuk selalu percaya diri. Kalau gak mau dicap cuma modal cantik atau sexy aja untuk mendapatkan sebuah impian maka buktikan kemampuan intelektual kita dengan cara yang jujur dan sehat seperti siElle Woods :D.
 

0 comments:

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds