Signature Kempinski: Sejuta Rasa Untuk Makanan Sumatera

Sunday, October 11, 2015 JS Hanniffy 0 Comments

Niatnya tulisan ini diposting untuk diikut sertakan dalam Indonesian Food Promotion Writing Competition, tapi berhubung telat (berakhir pada tanggal 30 September) dan pastinya saya juga gak bisa paksa juri untuk menerima tulisan ini so saya pasrahkan saja kepihak yang tidak berwajib, hehe. 

Tetapi sebagai bentuk apresiasi saya mencicipi makanan lezat yang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara saya akan tetap menuliskannya. Dan bukan hanya karena sebuah apresiasi saja tetapi  karena kebetulan  makanan yang saya cicipi enak sekali, nah review itu wajib bagi blogger :D.
Apa sih makanan Indonesia yang tidak lezat. Indonesia memang bukan hanya kaya sama budayanya tetapi kaya juga dengan cita rasa ribuan makanannya, mulai dari Sabang sampai Merauke Indonesia memiliki makanan dengan tipe yang berbeda dan rasa yang unik. Dan selama menjadi WNI 39 tahun, saya yakin belum mencicipi seluruh masakan yang ada dinusantara.

Tanggal 8 Agustus sore yang lalu diSignature Restaurant Hotel Kempinski, saya disuguhkan beberapa makanan Sumatera yang keliatannya super lezat untuk dicicipi. Saya dan bersama teman blogger saya Fitri tidak melewat kesempatan ini - tentunya berusaha untuk tidak kalap, haha.

Diantara beberapa makanan lezat yang sudah saya cicipi diSignature Kempinski, ternyata ada makanan lezat Sumatera yang selalu menjadi idola saya.
 
Soto Medan. Soto medan memiliki cita rasa tersendiri, beda dengan soto pada umumnya, soto medan bumbunya tidak terlalu mencolok. Cocok untuk saya yang sedang melakukan percobaan diet :D. Kuahnya juga tidak kental dengan bumbu, pokoknya pasa untuk saya. Ada juga roti canai yang dimakan bersama santan kare, biasanya makanan ini terdapat direstoran India. Flavor roti canai rasanya sangat etnik sekali. Bagi penggemar masakan India pasti menyukai masakan yang satu ini.


 

 
Empek-empek. Siapa yang gak kenal makanan populer dari Palembang ini. Dijakarta banyak sekali yang menjual empek-empek, dari foodstreet bahkan dihotel berbintang. Empek-empek memiliki tipe atau bentuk berbeda, tergantung selera kamu apa, empek-empek ini umumnya terbuat dari ikan segar yang sudah diolah dan biasanya divariasi dengan diberikan telur didalamnya. Kalau saya sih biasa makan empek-empek tanpa telur karna rasa ikannya yang sudah cuku gurih. Saya lebih suka digoreng daripada disteam, tapi kalau kamu mau lebih disehat bisa dengan cara yang kedua.

Empek-empek bisa divariasi makannya dengan menambahkan timun dan mie lalu dituang dengan kuah khusus untuk empek-empek. Hati-hati bagi yang memiliki maagh, kuah empek-empek rasa asam dan pedeasnya cukup kuat, bagi penderita maagh seperti saya sebaiknya menghindari kuah yang berlebihan.

Ikan Mas Gulai. Lho katanya berencana diet? Iya gapapa kalau cuma coba sedikit, hehe. Makanan santan memang mengandung kalori yang cukup tinggi, tapi makanan lezat ini gak akan saya lewatkan begitu saja. Merasakan ikan masnya saja dengan sedikit kuahnya sudah terasa nikmat buat saya.
Masih banyak makanan Sumatera lainnya yang belum saya cicipi tapi berhubung perut saya hanya cukup menampung beberapa makanan saja (khususnya menyisakan ruang diperut untuk dessert, hehe).

Aneka kue yang berasal dari beberapa daerah diIndonesia juga gak kalah lezat dan menariknya untuk menghiasi restoran semewah Signature. Seperti kue ongol-ongol yang ditaburi kelapa arasnya dan rasa gula merah didalamnya ternyata masih menjadi favorit untuk orang Indonesia lho.
Jangan lupa, kue bugis. Kue bugis ini untuk saya menjadi kue terenak sepanjang jaman. Dijaman invasion keju  dan coklat, kue bugis ini masih digemari juga ternyata, termasuk saya :D.

 

Bangga dengan kekayaan aneka rasa etnik makanan Indonesia. Makanan arau cemilan Indonesia ini sudah merambah diluar negri. Coba saja berkunjung ke Australia seperti Sydney, kamu bisa mendapatkan nasi padang yang rasanya sama persis kayak nasi padang diwarung padang Jakarta lho, atau negara-negara Eropa seperti Irlandia atau Inggris. 

Walaupun rasanya tidak terlalu otentik seperti yang diIndonesia tapi kita cukup berbangga dengan go internationalnya makanan Indonesia diluar negri.
so, masih berbangga dengan makanan luat negri? Bolehlah sesekali mencicipi makanan luar negri sebagai pengalaman kuliner kita tetapi jangan lupa untuk memberikan kebanggaan itu kepada negri sendiri. Setuju? :D.

0 comments:

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds