NGOPI BARENG EMAKS (3): KEPOMPONG DAN SAHABATNYA

Thursday, November 17, 2016 JS Hanniffy 0 Comments



"Din, aku otw kerumah ya. Kamu dirumah kan? Aku mau ambil projectku yang dititip dirumah kamu".

SMS yang dadakan model gini pastinya hanya datang dari satu orang.

"Aku dirumah adik, lagi jagain ponakan. OK deh, aku otw kerumah sekarang".

Sepertinya ini sebuah paksaan yang memang harus Dinda lakukan.

Gaya bicara halus bikin orang gak bisa nolak dan itu sudah biasa.

Setibanya Dinda dirumah. Lho, kok ramai betul diteras, banyak orang bawa kamera segala kayak mau syuting.

"Eh Dinda, project yang aku titipin sama kamu diambil sekarang ya. Soalnya mau diperluin untuk wawancara". Katanya nyerocos sendiri.

Dinda seperti sapi yang dicocok hidungnya, ia hanya tersenyum dan melangkah kedalam rumah untuk mengambil barang-barang sidia.

Tanpa basa basi, selayaknya rumah dia sendiri dan tanpa ijin siempunya rumah. Ternyata, lho wawancaranya dirumah siDinda juga toh?
Satu jam berselang, Dinda hanya menonton siwanita yang dianggap sahabatnya itu diwawancarai.

Setelahnya ...

"Din, makasih ya".

Lagi, Dinda hanya seperti sapi dicocok pantatnya. Tidak bisa berpikir lagi.

"Besok aku gak mau dititipin apa-apa lagi ah sama dia Jeng. Kapok". Gerutu Dinda  setelah satu minggu kejadian itu.

Ah, kepompong. Dia hanya datang jika ada kepentingan untuk bisa terbang. Setelah bisa terbang? Ya didatengin lagi kalau ada keuntungan baginya.


0 comments:

Nice saying shows your character but that doesn't mean you can criticize. You can still do both in nice and polite way.

Blogger since 2008, writing with a fresh perspective.

Twitter Feeds