26 Aug 2009

Tak Akan Indonesia Hilang Di Bumi

Posted by Jeng Sri 8 comments
Judul diatas mengcopy pantun bijak dari Laksemana Hang Tuah dan merubahnya sedikit. Kembali menulis berarti ada yang sesuatu yang membuat diri resah. Postingan ini sebenarnya sebuah komentar yang tadinya mau saya tulis di blognya abang, berhubung ikutan greget dan pastinya komen saya jadi panjang, sehingga menimbulkan ide dan memutuskan mau nulis tentang 'pencurian' budaya Indonesia. Kejadiannya terjadi tahun 2008, saya dikagetkan oleh salah satu iklan TV pariwisata di Ireland yang berjudul Malingsia. Saya tidak begitu memperhatikan namanya, namun yang saya perhatikan adalah iklan yang terdiri dari semua budaya Indonesia, sayapun berteriak kegirangan karena tentunya saya bangga bahwa budaya Indonesia sudah benar2 Go International. Namun begitu di iklan tersebut mengatakan "Visit Malaysia 2008", sayapun mengeritkan dahi, "What?, Malaysia?, Are you killing me?!" Oh, rupanya Si Malingsia sedang melakukan gerilya untuk ke-famous-an negaranya toh. Tidak heran budaya Indonesia di klainm sebagai miliknya, karena selama ini Indonesia tidak pernah melakukan gerilya pariwisata secara besar2an. Ya mungkin karena dirasakan tidak perlu. Lha wong si Bule sudah mengerti bahwa Indonesia adalah tempat dimana keindahan surga keajaiban dunia diciptakan seperti, Bali, Lombok, Pulau Komodo, Danau Toba, Danau Limboto di Gorontalo, Borobudur, Kepulauan Seribu, Krakatau, mungkin para bloggers yang lain bisa menyebutkan nama daerah pariwasata ditempat kalian? Dari sabang sampai Merauke, dari Kutub Utara sampai Kutub Selatan Bumi, tentu saja setiap manusia yang pernah berkunjung ke Indonesia saat menonton iklan TV tersebut akan mengatakan sama "That is Indonesia, Not Malaysia!". Hal yang sama terjadi saat saya sedang berkunjung ke Thailand di Kho Samui salah satu pulau di Thailand. Saat itu saya sedang melakukan travel di sebuah tempat bernama Lamai di Koh Samui, saat saya melihat salah satu toko yang menjual kain batik saya langsung masuk, dan tentunya sambil bepikir "Wah batik solo nyampe juga nih ke tempat terpecil di Thailand". Sedang asyiknya melihat batik2 yang dipajang, seorang pegawai menyapaku "Do you like batik?", Sayapun menjawab "Absolutely". Namun saya menjadi terkejut saat sang pegawai mengatakan "This batik is from Malaysia". Aku segera menjawab "No, this batik is from Indonesia, You see what is made from? (sambil menunjukkan made in Solo pada kain batik tersebut) This is made from Solo and, Solo is in Indonesia". Ternyata kejadian itu bukan hanya di Thailand saja terjadi tapi sampai ke Eropa juga. Saya pribadi tidak perlu terlalu melakukan adu urat untuk beragumentasi dengan pegawai toko tersebut, apalagi kalau memang mereka tidak mengerti budaya Indonesia maupun bagaimana bentuk daripada peta Indonesia. Buang2 energi saja. Dunia international sudah mengenal Indonesia sebagai A Very Huge Country. Mau diambil atau di klaim satu atau seribu budaya Indonesia, tetap dunia melihatnya bahwa itu adalah budaya Indonesia. Mau pake hak paten atau hak asasi kebudayaan, tetap si Robert dan si Fulan yang pernah ke Bali akan mengatakan kalau Tari Pendet dari Bali. Tak ada satupun turis international saat pergi ke Malaysia melihat kebudayaan Malaysia yang digembor2kan dalam iklan TV di Eropa ada di Malaysia. Tentu saja tak ada, karena itu semua berasal dari Indonesia. Malahan yang ada di Malaysia hanyalah campuran budaya dari masing2 kultur dari negara Asia Tenggara yang hidup secara berkelompok seperti China dan India yang bisa dilihat di daerah Penang Malaysia. Menyedihkan lagi, Malaysia pernah menampilkan pakaian pengantin adat Riau Melayu yang pernah saya lihat dalam Buku Butang Emas dalam acara pentas budaya international di Ireland. Masalah budaya, tentu saja Malaysia tidak ada 'seupil'pun dari Indonesia. Sekali lagi saya dan negara di belahan manapun akan mengatakan bahwa Indonesia Is A Huge Country, dan dunia mengklaim itu, geographic mengklaim itu, seluruh orang pintar dan bodoh mengerti bahwa Indonesia is the biggest archipelago in the world. Seribu budaya lahir di negara bernama Indonesia, sejuta bahasa lahir dari negara bernama Indonesia, dan sejuta Sumber Daya Alam ada di Indonesia. Dan dunia tahu itu. Di sini, di Negeri bernama Indonesia, aneka ragam agama lahir dan bersatu. Satu2nya pandangan negatif yang hanya bisa dilemparkan oleh Malaysia adalah banyaknya para tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Apapun pandangan negatif itu buktinya Indonesia telah masuk dalam G20 (The Group of Twenty Finance Ministers and Central Bank Governors). Dan kita semua tahu bahwa negara2 yang masuk dalam G20 adalah negara2 besar dan kuat. Bersama negara2 besar dari Asia lainnya seperti China, South Korea, Japan, dan India, Indonesia dipercaya oleh negara2 kuat dan kaya ini yang akan ikut membangun perekonomian dunia. Mungkinkah Malaysia iri karena hal ini? lalu pasang aksi untuk merebut semua apapun yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendapatkan perhatian dunia dan masuk dalam jajaran negara2 elit seperti G20? Jika begitu, ambillah sesuka hatimu apa yang kau lihat dan kau dapat dari Indonesia. Hari ini saya dikejutkan lagi oleh sebuah iklan tentang Sumber Daya Alam Indonesia yang bercerita tentang nikmatnya kopi dan rempah2 dari Indonesia. Iklan tersebut menggambarkan tentang nusantara Indonesia dan menyebut kata Indonesia, dan terdiri dari orang2 Indonesia di dalamnya. Tebak siapa yang membuat iklan ini? Iklan ini adalah tentang produk makanan kripik kentang dari Eropa dan dibuat oleh perusahaan Eropa. Ini menandakan betapa dunia tahu tentang kekayaan Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia, tanpa harus di klaim secara sah, dari A sampai Z semua yang lahir dari Indonesia sudah terpatri oleh dunia sebagai trademark dari Indonesia. Tak Akan Indonesia Hilang Di Bumi, Apapun yang diambil dan diklaim dari Malaysia tak akan merubah dan mengurangi pandangan international terhadap kekayaan kultur Indonesia. Melalui tulisan ini saya juga mau berterimakasih kepada Malaysia, karena hal ini, para ikatan pemuda pemudi Indonesia di Eropa lebih giat dan rajin dalam pementasan budaya international. Team kultur Indonesia kini lebih percaya diri, lebih kuat, lebih sehat dalam berpikir dan bersaing dengan budaya negara lain. Team budaya Indonesia tidak perlu membayar televisi untuk mendapatkan perhatian dari khalayak media cetak dan elektronik, lha wong sudah HUGE kok. Melihat team budaya Indonesia dengan aneka ragam baju adat sudah menarik perhatian mereka, dan cepat2 lari dan mengatakan "Guys, you look stunning!" Tak Indonesia hilang di bumi, Mari bersatu demi pertiwi yang bernama Indonesia. Fokuskan diri, Indonesia menjadi yang lebih baik, tidak perlu membuang tenaga dengan menghardik dan mencaci maki seorang maling yang sibuk mempercantik diri dengan milik orang lain. Keberadaaan Indonesia di G20 menandakan Indonesia berada jauh didepan Malaysia. Ini adalah kesempatan terbesar Indonesia untuk mengembangkan ekonomi yang lebih baik dirumah sendiri. Seribu bahkan sejuta budaya yang akan dicuri, Indonesia akan tetap sama, yaitu NUSANTARA. Begitupun dunia akan tetap melihatnya sama yaitu A PARADISE. Mengklaim sesuatu sangatlah mudah dilakukan, tapi tidak untuk suatu budaya yang lahir secara turun menurun dari nenek moyang. Ini adalah sebuah pekerjaan yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh negara manapun, karena mereka harus mengklaim kepada setiap 7 turunan perkeluarga yang ada di planet bumi ini. So good luck Malaysia. DBLN, 19.39-250809

25 Aug 2009

Pelajaran Dari Klaim Tari Pendet oleh Malaysia ; Kita Butuh Langkah Nyata

Posted by Jeng Sri 13 comments
Dibawah ini adalah kiriman email dari seorang teman. Silahkan disebar luaskan diemail atau blog anda dalam upaya pelestarian budaya Indonesia di dunia international dan penghindaran pengulangan pencurian yang tidak bertanggung jawab atas budaya Indonesia. Malaysia kembali mengklaim kekayaan budaya Indonesia. Untuk tarian saja, ini adalah kasus yang keempat, setelah "Tari Piring" dari Sumatera Barat, "Tari Reog Ponorogo" dari Jawa Timur dan "Tari Kuda Lumping" yang juga dari Jawa Timur. "Tari Pendet" dari Bali diklaim dengan dijadikan iklan pariwisata Malaysia. Namun amat disayangkan ditengah situasi ini sejumlah aparat pemerintah saling menyalahkan atau sibuk membela diri, tetapi tidak ada yang melakukan langkah nyata. Pihak DPR menyerang pemerintah dengan argumentasi "tidak mendaftarkan HAKI" dan "tidak melakukan inventarisasi data budaya Indonesia". Anggota Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra bahkan bereaksi berlebihan dengan meminta pemerintah mengambil sikap tegas meminta Duta Besar Malaysia pulang kampung ke negaranya terkait klaim Malaysia atas tari Pendet. Sementara itu, pihak eksekutif sibuk melakukan pembelaan diri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengecam keras tindakan Malaysia dan mengirimkan surat teguran keras serta memanggil Dubes Malaysia untuk RI. Sementara itu, Departemen Luar Negeri (Deplu) sibuk menjadi juru bicara Malaysia dengan mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini. Apakah kegerahan masyarakat terhadap isu ini berlebihan? Tentu saja tidak. Kisah Tari Pendet hanyalah kelanjutan dari kisah-kisah sebelumnya. Sudah banyak kekayaan budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya. Pertanyaan yang lebih relevan adalah "apa yang harus kita lakukan agar hal ini tidak lagi terjadi". Yang kita butuhkan sekarang bukanlah sikap saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi langkah nyata. Di satu sisi saya begitu kecewa dengan upaya pemerintah. Namun di sisi lain, saya terkesan dengan upaya sejumlah anak muda yang terus berupaya untuk mencegah hal ini untuk terus terjadi. Mereka (Indonesian Archipelago Culture Initiatives atau IACI) telah melakukan sesuatu. Teman-teman dapat melihat upaya mereka di situs http://budaya- indonesia. org/ . Mereka melakukan proses pendataan budaya indonesia dalam situs tersebut. Selain itu, mereka juga mengupayakan langkah perlindungan hukum atas kekayaan budaya Indonesia. Saya pribadi sangat apresiatif dengan langkah nyata tersebut. Selain itu, saya menghimbau kepada rekan-rekan sekalian untuk membantu perjuangan anak muda ini agar kisah Batik, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, dan lain sebagainya tidak kembali terulang. Setidaknya ada 2 bantuan yang dapat kita berikan untuk perjuangan tersebut: 1. mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org 2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya- indonesia. org/ Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org Sekarang bukanlah saatnya untuk saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi melakukan sesuatu yang nyata. - Lucky Setiawan nb: Mohon bantuanya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.

23 Aug 2009

Kingdom Of Heaven; Directed By Ridley Scott

Posted by Jeng Sri 1 comments
Film ini dibuat pada tahun 2005, aku sendiri baru menonton film ini tepat malam pertama Ramadhan di Ireland. Film ini diputar di Film 4, seperti biasanya film ini kutemukan tidak sengaja. Aku suka dengan tagline dari film ini, yaitu: "Be without fear in the face of your enemies. Safeguard the helpless, and do no wrong". Aku beri 5 stars rating untuk film ini, dan tentunya aku akan rekomendasikan film ini untuk di tonton oleh para pecinta perdamaian di planet bumi ini. Film ini mengisahkan tentang kehidupan dimasa abad 12, dimana saat itu kehidupan beragama di Jerusalem sangat sensitif. Mengisahkan seorang blacksmith (pembuat tapal kuda) bernama Balian. Ayah Balian adalah seorang almarhum pejuang bagi kerajaan kristiani di Jerusalem, yaitu Raja Baldwin IV. Raja Baldwin IV sendiri adalah seorang raja yang bijak dengan tetap mempertahankan perdamain dengan pemimpin Islam bernama Salahadin, dua raja inilah yang tetap mempertahankan tidak terjadinya perang besar diantar kedua para penganut agama. Hingga suatu hari Balian ditugaskan oleh ayahnya sebelum meninggal untuk pergi ke Holy City di Jerusalem sebagi penggantinya menjadi seorang kstaria yang mengabdi pada raja. Ayah Balian sendiri dikenal sebagai seorang ksatria yang sangat berani dan banyak menolong orang2 yang lemah , termasuk dikalangan umat Islam sendiri. Hingga sampai ke daerah dimana terdapat banyak umat Islamnya, Balian disambut dengan gembira oleh sekelompok orang2 yang terdiri dari berbagai penganut agama. Di sanalah, tempat bernama Ibelin, Balian membangun sebuah perdamaian, dan menyambut siapapun yang menganut agama tanpa pandang bulu, dan karena kemurahan hatinya, Balianpun dicintai oleh banyak kalangan. Beberapa orang yang dengki dari pihak kerajaan Baldwin yang tidak menginginkan perdamaian dengan kelompok Saladin mencoba membuat siasat agar peperangan besar terjadi. Namun raja Baldwin yang bijak, mengambil alih keadaan genting tersebut, dalam keadaan tidak berdaya akibat sakit lepra yang dideritanya Raja Baldwin menemui langsung Salahadin pemimpin besar dari kelompok masyarakat Islam. Kisah semakin rumit dan menegangkan karena setelah raja Baldwin wafat kerajaan dipimpin oleh salah satu ksatria kerajaan yang agresif ingin menyerang kelompok Islam. Saladin sang pemimpinpun menyambut penyerbuan itu dengan siap siaga, yang akhirnya menyebabkan kerajaan Holy City kalah dan menangkap sang raja. Peperangan besar yang tak bisa dihindari lagi menyebabkan Balian kembali untuk menolong orang2 yang tinggal di pusat kota Jerusalem dan mempertahankan Holy City. Balian dikenal sebagai seorang ksaria yang sangat pemberani dan rendah hati kepada siapapun juga, sama halnya seperti ayahnya. Di hormati oleh kawan ataupun lawan. Dan pemimpin yang pengasih bagi kalangan manapun. Di akhir kisah ini, Balian yang dikenal dengan keberaniannya mempertahankan Holy City melawan pasukan besar dari Saladin, yang Salahadin sendiri mengagumi Balian, di kunjungi oleh raja Richard dari England yang menanyakan tentang dirinya, namun Balian yang mencintai perdamaian hanya menjawab "I'm a blacksmith". DBLN, 16.27-250809

19 Aug 2009

Gone Baby Gone; Directed By Ben Affleck

Posted by Jeng Sri 0 comments
Film Gone Baby Gone aku temukan diantara ratusan channel TV Cabel tadi malam. Bagusnya TV Cabel selalu memberikan informasi tentang setiap program yang ditayangkan, jadi aku bisa tahu lebih dulu kalau film itu bagus atau tidak. Untungya lagi kami mempunyai 2 TV, jadi aku tidak usah berebutan sama hubby untuk nonton program kesayanganku. Sebenarnya kami lebih suka nonton TV bersama, tapi akhir2 ini hubby lagi enjoy nonton sport, apalagi sekarang ini ada IAAF World Champion, tidak ada satupun informasi tentang program ini yang luput dari pendengaran dan penglihatan hubby. Semua berita dilahap seperti orang kelaparan. Dan TV diruang tamupun sudah tidak bisa diganggu gugat olehku. Terpaksa aku harus mendekam di dapur sambil masak dan nonton TV. Waktu kubaca tentang informasi film dari Gone Baby Gone, aku langsung tertarik. Ditambah saat kutanya hubby pernahkah dia menonton film ini, dan ternyata hubby merekomendasikan untuk menonton film ini. Lengkaplah keyakinanku kalau film ini adalah film bagus, karena aku tahu hubby memang paling jago memilih film2 bagus. Gone Baby Gone ini dibintangi oleh aktor kesayanganku yaitu Morgan Freeman, dan ada juga Michelle Monaghan, Casey Affleck, serta Ed Harris. Film ini mengisahkan kehidupan keras di suatu daerah di Boston yang banyak mendapatkan kasus anak kecil hilang. Kerasnya kehidupan di Boston dihiasi dengan maraknya narkoba dan gangster yang sering menyebabkan para polisi dan FBI bekerja ekstra karena kriminal yang mereka perbuat. Hingga suatu hari, 2 detektif muda, Patrick dan Angie ditugaskan pada sebuah kasus anak perempuan berumur 4 tahun bernama Amanda yang hilang dan dipercaya telah diculik. Bersama 2 detektif yang lainnya Patrick dan Angie menelusuri kemungkinan adanya jejak Amanda. Kapten polisi Doylepun memberikan petunjuk2 dengan daftar orang yang dicurigai telah menculik Amanda. Bersama dalam group, ke empat detektif ini menelusuri kemungkinan kaitannya para dealer narkoba dengan penculikan Amanda. Dengan menginterogasi ibu kandung dari Amanda yang kebetulan adalah seorang pemakai narkoba, mereka akhirnya mendapatkan petunjuk. Semua petunjuk berujung dengan terkuaknya jaringan narkoba dengan para gangster Boston, yang kemudian ditemukannya uang 1 juta dolar dan sekaligus pembunuhan atas salah satu rekan narkoba dari ibu kandung Amanda. Kasuspun menjadi semakin merambat, dan bukan hanya tentang Amanda yang hilang sudah 72 jam. Setelah para detektif menemukan petunjuk, akhirnya merekapun mengadakan perjanjian untuk bertemu dengan si penculik Amanda pada suatu malam. Namun sayang, yang terjadi pada malam itu bukanlah penyerahan Amanda, namun justru malam yang menyebabkan kematian Amanda dan beberapa polisi yang mengawali para detektif. Setelah Amanda dinyatakan mati, yang tubuhnya tidak ditemukan di jurang. Detektif Patrick penasaran mencoba untuk membuka kasus itu kembali. Bersama 3 rekan lainnya, mereka menggrebek rumah para pengguna narkoba yang dicurigai telah menculik Amanda. Namun lagi, penggrebekan mengorbankan nyawa detektif yang lainnya. Detektif Patrick yang mulai mencurigai adanya seseorang yang berperan dibalik semua itu, kini mencoba menelusuri kasus penculikan tersebut dari awal. Ketika detektif Patrick hampir mendapatkan petunjuk yang dikiranya akan membawanaya kepada jawaban yang benar, diapun harus menghadapi kematian atas partner terdekatnya. Pencarianpun harus tetap dilakukan oleh detektif Patrick dan Angie untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya dan dimana tubuh si Amanda. Film ini penuh emosional diakhir cerita. Membuatku sedikit geram, geram karena kritis dengan peran si aktor detektif Patrick dan aku jadi mengadilinya karena kebodohannya. Well, untungnya ini cuma movie. Kalau tidak, si detektif sudah kukenakan pelanggaran pasal 16 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak! DBLN, 21.47-190809

17 Aug 2009

Howth Dublin; Dinner Recipe; Kepiting Saus Limau

Posted by Jeng Sri 1 comments
Weekend kemarin aku habiskan dirumah bersama hubby, hari sabtu kami mengunjungi tetangga yang lagi syukuran untuk anak pertamanya. Hari minggu aku coba2 menyibukkan diri dengan membuat resep baru, yaitu kepiting. Biasanya aku membeli kepiting sekitar 2 kiloan dari Howth. Dan kepiting itu bisa dihabiskan dalam waktu sebulan, karena cuma hubby yang makan kepiting. Jarak Howth sendiri dari rumahku sekitar 15 KM. Howth merupakan daerah yang sering dikunjungi turis, baik turis lokal maupun international. Sebenarnya rumah kami tidak jauh dari pantai tapi pantai tersebut hanya dijadikan untuk orang2 berselancar kalau musim summer, dan tidak ada orang yang menjual seafood atau ikan di daerah tersebut. Menjelang musim angin barat biasanya harga seafood dan ikan sangat mahal sekali, harga ikan sybass perkilo gram sekitar 15 Euro (Sekitar Rp 200,000), dan tiger prawn bisa sekitar Rp 400,000/kilo. Aku lebih suka membeli seafood dan ikan di daerah Howth, disamping fresh dan lebih murah dibandingkan beli di supermarket yang lebih mahal dan sudah di frozen. Memilih ikan dan seafood yang baik adalah bukan pekerjaan yang sulit buat aku. Mungkin ini disebabkan karena aku lahir dan tumbuh di daerah perlautan yang sehari2nya nelayan hilir mudik mencari ikan. Dan aku harus beryukur dengan itu, karena aku menjadi seorang menantu yang sering dimintai bantuan oleh mertuaku untuk mengajarinya cara membersihkan ikan atau udang yang benar. Dan ternyata keahlianku itu bisa mengurangi pembelian ikan dan seafood yang mahal, sebab di Ireland kalau kita mau membeli ikan dalam keadaan bersih harganya akan lebih mahal dengan ikan dan seafood yang belum di bersihkan. Karena hobbyku yang suka masak2, aku sering mengundang keluarga hubby untuk dinner dirumah. Sekalian show off keahlianku memasak. Mayoritas masyarakat Eropa tidak menyukai pedas. Awalnya hubby juga tidak menyukai pedas, namun aku sering melatihnya dengan menaruh cabe disetiap masakan. Alhasil, hubby jadi suka makan pedas. Weekend ini, aku habiskan waktu dengan bekutet didapur dan mencari ide membuat resep baru untuk kepiting. Bumbu yang aku buat kali ini agak mirip dengan bumbu kuah kijing tapi aku membuat bumbunya menjadi kental. Sebenarnya aku pernah membuat resep ini sebelumnya, hanya aku merubahnya sedikit dan menambahkan terong. Bahan-bahan: 1. Kepiting 2. Terong Bumbu bahan: 1. Serai 2. Cabe Merah 3. Bawang merah, putih. 4. Tomat 5. Kunyit 6. Daun jeruk 7. Jeruk Limau 8. Gula pasir 9. Knor/royco Cara memasak: 1. Haluskan semua bumbu 1 sampai bumbu 5. Goreng bumbu tersebut kedalam wajan panas yang berisi minyak hingga harumnya tercium. 2. Goreng terong yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian sesuai selera. 3. Masukkan kepiting, daun salam, perasan jeruk liau kedalam wajan yang berisi bumbu. Biarkan hingga bumbu mengental. 4. Setelah mengental campurkan terong yang sudah digoreng. Resep ini kuberi nama: Kepiting Saus Limau. Masakan ini akan lebih nikmat jika terasa pedas dan asamnya ditambah aroma daun jeruk dan serai menambah appetite kita untuk makan. Selamat mencoba! DBLN, 10.59-160809

13 Aug 2009

Butang Emas - Warisan Budaya Melayu (2)

Posted by Jeng Sri 0 comments
Kitab Butang Emas ini saya dapatkan dari seorang kawan di Sumatera. Ketertarikan saya awalnya karena postingannya mengenai tentang masakan2. Membaca resep2nya mengingatkan saya pada masakan ibu saya dirumah. Dan saya sendiri merasa tidak asing dengan resep2 masakan yang ditulisnya itu. Disamping itu, resep2 masakan tersebut seperti masakan2 yang bercampur dari negara lain namun resep tersebut asli turun temurun. Seperti pada Penggalan 11 halaman 394 yang nama masakan dan penyajian bumbu tersebut mirip seperti nama masakan India yaitu Buriani. Mungkin disebabkan karena banyaknya pergantian suku ke tanah melayu yang datang bergantian seperti yang ditulisan dalam Penggalan Pertama halaman 8 dalam kitab Butang Emas. Lebih jelasnya lagi mengenai itu di tuliskan dalam Penggalan ke 14 halaman 546 di kitab Butang Emas tentang adanya sejarah kedatangan sekelompok suku India Selatan yang datang ke tanah melayu dengan membawa pertunjukaan kesenian dari asal negaranya. Yang hingga kini pertunjukkan tersebut disebut sebagai Wayang Bangsawan oleh masyarakat melayu. Membaca sejarah tentang Melayu yang tak asing ini, sayapun jadi mengerti mengapa bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa persatuan Indonesia. Gara2 membaca kitab Butang Emas ini saya jadi tahu tentang sejarah penggunaan atas lahirnya bahasa Indonesia. Bahwasannya pencetusan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 telah menetapkan Melayu Riau dialek kepulauan Riau sebagai bahasa Indonesia. Luar biasa. Dan ternyata bahasa melayu mempunyai pengaruh besar dari segala segi aspek tingkat kehidupan sosial baik para petinggi maupun masyarakat, bahkan bahasa melayu telah menjadi bahasa penghubung di jajaran negara2 asia tenggara. Hingga kemudian bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pergerakan nasional yang dapat menguatkan Indonesia merenggut kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Kitab ini juga mengingatkan masa saat dimana saya masih duduk dibangku SD, yang saat itu sedang gemar2nya belajar berpantun. Bahasa melayu palinglah indah untuk dijadikan sebuah pantun dan memang sepatutnyalah tanah melayu ini dinamakan sebagai Negri Gurindam. Kepandaian orang2 melayu yang mengolah kata dengan syair memang tiada duanya, bahkan konon melalui pantun itulah yang menyatakan tabiat, pikiran dan perasaan orang melayu (Penggalan ke-14 hal 628). Semua bab dalam kitab Butang Emas sangat menarik perhatian saya. Kitab ini lengkap tertulis secara gamblang mengenai aspek kehidupan dari hal yang paling sederhana seperti membuat prakarya seperti yang kita lakukan saat masih duduk dibangku SD, hingga catatan sejarah Melayu dan kekaitannya dengan budaya lain yang ada di Indonesia bahkan negara2 lainnya telah ditulis secara terperinci. Membaca dan mereview buku ini tidak akan cukup membuat saya puas. Karena kitab ini menggerakkan bagi si pembaca, khususnya orang melayu untuk mempertahankan dan mewujudkan warisan melayu yang telah berperang melawan gilasan masa. Membaca kitab Butang Emas ini serasa membawa diri kita pada masa demi masa yang hanya mampu kita bayangkan, dan bahwa kehidupan adalah sebuah tata krama yang harus dijaga senantiasa sepanjang jaman. Saya yakin bahwa penggagasan atas tertulisnya kitab ini bukanlah hanya sekedar tulisan mengenai sejarah atau adat istiadat Melayu, namun juga memberikan sebuah peringatan kepada generasi penerus untuk tetap menjaga nilai2 luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Mungkin juga kitab ini adalah sebagai sebuah perwujudan kata daripada perkataan Laksemana Hang Tuah yaitu;" Esa hilang dua terbilang, Tak akan Melayu hilang di bumi". (END) DBLN, 19.02-130809

11 Aug 2009

A Great Moment Of U2's Concert In Dublin

Posted by Jeng Sri 0 comments
After long time waiting for this great moment, I could finally go to U2's concert in Dublin last month. I was already worried that i couldn't get the ticket because of amout people wanted to go the concert. Even a friend of mine from Jakarta who was in her-7-months pregnant didn't want to missed the boat watching the U2's concert. I even more worried about her rather than didn't get the ticket after i knew that she extremely wanted to go, although her husband didn't want her to go. The concert devided into 3 days. My friend's hubby looked at the information for the ticket at Blossom Music Center Tickets, not sure if he bought the tickets online from Blossom Music centre Tickets, because he told me he couldn't get the tickets from an other site that we always booked for a ticket concert. He was the one who organized everything for us, included buying the tickets. I didn't ask about from where he got the ticket, so probably he got the ticket from Blossom Music Center Tickets, because that was the last ticket he told us. There were about a thousand of people wacthing the U2's concert. A friend of mine got a picture of Bono by accidently. She believed that Bono was just about going to the concert in Croke Park. She said that the photo was taken when Bono visited a woman who might be one of his family. We just laughed at her when she told us that she fell over to a road when she tried to take the photo and jostled with another fans of U2. And she was so generous to give me one of her U2's photos.The concert was taken at a Croke park city centre of Dublin. The croke Park is a stadium which is used to GAA (Gaelic Atheletic Association). Apart of hurling, Gaelic is another famoust of irish sports in Ireland . The stadium also use for another matchs such as rugby, football, and even concerts. Lots of stories beyond of this great stadium. And I'm so glad to be here to distinguish one of Irish antecedents However, it would never be easy looking for a ticket concerts. Particulary if a big concert such as U2's concert. People always book the ticket long time before hand. Sometimes it just a lucky if we can get the ticket. As well as the ticket would be more expensive if we buy it close to concert. The ticket prices would be competitive between another ticket agencies. Accordingly if you fancy going to a concert, you might want to book the ticket quiet early. DBLN, 21.33-1108009

10 Aug 2009

Sexy Hallowen Costumes

Posted by Jeng Sri 0 comments
I'm always excited when Hallowen comes. Even more excited when my friends show me some their hallowen customes. Although the Hallowen party still a month to go, nevertheless my friends already looked at some hallowen costumes in some shops and internet. My favorite hallowen costume is a type of sexy dress or elegant. I and some friends of mine prefer searching hallowen costumes in internet. Beside it's much easier and save our times. This year, we plan to have a hallowen party, somewhere in city centre in Dublin. We usually organize it a month before the hallowen comes so that our presentations could appear perfectly. We don't really celebrate hallowen in my country. Maybe some people had, but it's very uncommon party to be celebrated. Not the same as in Europe or America, most people celebrate it. I know about hallowen when i arrived in Ireland, it was a week before hallowen. I saw lots of shops sold hallowen stuffs. Most the stuffs were scaries, and it was scary me. Mostly young people like to go a pub to celebrate hallowen. At still most staffs in the pub wore hallowen costumes. It's nice and lots of fun, particulary if we don't really know about hallowen. I've choosen for my hallowen costume for this year. I got a different costume of my friends' hallowen costumes. As my friends prefer something scary such as a witch or a dracula, and another scary costumes, myself choose a something that sexy with a black colour. It something likes the picture below:Don't you think it looks elegant and sexy? I love this hallowen costume. I will definitely buy it for next year hallowen party!

Butang Emas - Warisan Budaya Melayu (1)

Posted by Jeng Sri 0 comments
Jatuh cinta pada budaya negeri sendiri adalah sesuatu hal yang patut dibanggakan. Terlebih jika kita berada dirantau. Selama berada di rantau, justru saya tertarik ingin mempelajari seribu budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan budaya barat yang sangat bertentangan dengan budaya yang telah membentuk kepribadian saya sejak kecil hingga dewasa. Atas hal itu, tak jarang saya di hujani seribu pertanyaan oleh teman2 Eropa saya tentang hal2 yang tidak akan saya lakukan dan yang saya lakukan. Dikarenakan saya berada di sebuah negara yang berbeda keyakinan akidah dengan saya, maka saya menjelaskannya menurut versi budaya timur atau dari segi kesehatan badan dan gaya hidup versi warisan dari ibu saya. Dan tentunya saya akan menjelaskan sedikit bahwa hal itu bertentangan dengan keyakinan yang saya anut. Saya tidak menjelaskan secara detail dari versi agama jika saya tak ditanya, tapi saya lebih suka menjelaskan secara universal dari segi budaya orang timur. Menurut saya sikap ini lebih terbuka secara umum dan lebih bijaksana jika kita berbicara dengan orang yang berbeda latar belakang budaya, agama dan sosial. Membahas tentang budaya di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya karena banyaknya aneka ragam budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Saya semakin jatuh cinta dengan aneka budaya Indonesia justru saat saya berada di rantau. Saya sendiri tidak pernah mengira sebelumnya bahwa orang2 barat tertarik untuk mempelajari budaya2 dari negara lain. Atas dasar inilah saya termotivasi untuk bisa berpartisipasi mengenalkan budaya Indonesia di belahan Eropa Barat. Semakin tertarik saat saya menjadi model pada sebuah event fashion show di Festival World Of Culture pada tahun 2004 di Ireland. Fashion show ini bertema International Wedding Dress yang event tersebut sekaligus meluncurkan pengeluaran prangko baru yang di khususkan untuk wedding prangko. Dari event tersebut saya jadi bisa melihat minat orang Eropa Barat yang ingin mengetahui budaya dari berbagai negara. Ada pepatah mengatakan bahwa budaya mencerminkan suatu bangsa. Sayapun jadi mengambil sebuah pandangan dari simbol kalimat yang tertulis pada Garuda Pancasila yaitu Bhineka Tunggal Ika yang diartikan berbeda-beda tetapi satu juga. Mungkin inilah yang menggagasi penamaan Bhineka Tunggal Ika, yaitu karena banyaknya kultur di tanah air ini. Bagaimanapun itu, ternyata makna dari Bhineka Tunggal Ika mencerminkan persatuan dari seluruh budaya yang ada di Indonesia. Salah satu yang memotivasi saya untuk mempelajari budaya Indonesia adalah Budaya Melayu. Semakin tertarik saat saya mulai membaca buku yang berisi tentang warisan budaya melayu, yaitu buku Butang Emas. Awalnya saya berniat membahas ini dalam blog saya yang lain yang saya khususkan ditulis dalam bahasa Inggris yaitu An Indonesian Woman's Diary, karena saya ingin bukan hanya orang Indonesia yang dapat membaca blog saya namun dunia luar dapat mengenal budaya Indonesia lebih dekat melalui blog saya. Buku Butang Emas yang masih saya baca ini digagasi oleh seorang almarhum tetuah dari Riau bernama Mochtar Zam. Saya belum mengetahui persis profile tentang almarhum (karena saya belum selesai membaca buku yang berhalaman hampir 1000 halaman ini), namun saya yakin bahwa beliau adalah seorang yang mempunyai nilai seni tinggi atas budaya melayu karena menurut informasi yang tertulis dibuku Butang Emas beliau adalah pengasuh tari kesenian budaya melayu di Riau pada era tahun 1950-an, dan atas gagasan terciptanya kitab yang berisi warisan budaya melayu kepulauan Riau ini, tentunya beliau adalah seseorang yang di petinggikan atas kebudayaan dan kultur Kepulauan Riau. Saya pribadi lebih suka menyebut Butang Emas ini sebagai sebuah kitab daripada buku. Entah kata kitab mempunyai pengertian yang sama secara harfiah dengan buku dalam bahasa melayu atau tidak, namun hampir para pengantar isi kitab Butang Emas menyebutkan KITAB pada Butang Emas daripada buku. Apapun itu, Kitab Butang Emas yang berasal dari negri gurindam ini adalah layaknya sebuah kitab suci yang memberikan informasi nilai2 luhur dan larangan2 dalam budaya melayu secara hystoric dari jaman ke jaman. DBLN, 21.34-090809

8 Aug 2009

YZ Salad

Posted by Jeng Sri 0 comments
Aku beri nama YZ Salad, karena waktu aku mau buat salad ini memang aku sedang memikirkan seseorang yang bernama YZ. Salad ini kubuat seminggu sebelum pernikahanku. Awalnya aku bermaksud untuk membuat karedok, yaitu bahan sayur2an mentah dengan bumbu seperti gado2, hanya saja saat membuat karedok kita harus menggunakan sedikit kencur agar terasa sedikit segar rasanya. Rupanya apa yang kukerjakan tidak sama apa yang ada dalam pikiranku. Saat semua bahan2 karedok sudah kupotong, ternyata aku membuat bumbu yang salah. Akupun sedikit panik, karena semua teman2ku sudah berteriak lapar. Maka ku cari ide untuk mengolah salah bumbu ini bersama bahan2 karedok. Ternyata olahan salah bumbuku ini (yang jelas2 bumbunya jauh2 dari bumbu resep karedok), disukai oleh teman2ku. Ternyata juga, suamiku sangat menyukai YZ Salad ini. Apalagi ditambah dengan ikan bakar pepes, dia tidak akan pernah bosan kubuatkan YZ Salad setiap hari. Kalau sahabat bloggers ada yang mau mencoba resepku ini, silahkan diintip bahan2 dan cara membuatnya. Bahan Untuk YZ Salad: 1. Toge 2. Kol - Iris tipis2 3. Timun - Potong menjadi bentuk kotak dadu kecil2 4. Tahu matang - Potong menjadi empat Bahan Untuk Membuat Bumbunya: 1. Tomat 2. Cabai rawit ijo/merah 3. Bawang merah 4. Bawang putih 5. Bawang merah 6. Serai 7. Minyak Olive 8. Garam 9. Lemon Cara membuat bumbu bahan: Iris sehalus mungkin (semacam iris rajang) bumbu 1 sampai bumbu 6. Lalu campurkan menjadi satu. Tambahkan irisan garam, minyak olive dan lemon dengan cara memeras irisan lemon kedalam campuran bumbu yang sudah diirish halus. Campurkan bumbu karedok kedalam bahan2 YZ Salad, lalu aduk rata sehingga semua bumbu tercampur dengan sempurna. Agar bumbu semakin meresap dan terasa lezat, akan lebih baik YZ Salad ditutup dan didiamkan untuk beberapa menit sebelum dihidangkan. Selamat mencoba! DBLN, 23.59-080809

What Is Nap Mat?

Posted by Jeng Sri 0 comments
If English is not your first languange, i'm sure that you don't know what the meaning of Nap Mat. So do I. And i'm telling even my hubby doesn't know what Nap Mat is, he's an Irish which is English his first languange. When i look up at a dictionary, the meaning of that sounds wierd to me. I then looking at google and finding this site, which is called Posy Lane. Although, i still confuse with the exact meaning of Nap Mat, but the information that google given, at least it a bit helps me . Speaking of Nap Mat, whatever it is, I assume that preschool Nap Mat is an american english slank. According to information that i got from google Nap Mat is a kind of stuffs for kids. It's a bag package made special for babies or kids. The information from this site is really inspired me. I was looking for a gift kind like this. My sister in law will have a party birtdhay for her 4 -years- old daughter. All the stuff seems a good stuff for a gift. Beside, my niece is just about want to go for preschool, so i guess a preschool Nap Mat gift is a good idea for her. I might buy one for a gift from this site. I have no time to look around in every shops in town anyway. So online shopping is absoultely awfully helps my busy time! DBLN, 18.44-080709

Buku VS Film (Laskar Pelangi) - Part 2

Posted by Jeng Sri 0 comments
Jika kita kehilangan sebuah inspirasi untuk membuat sebuah karya atau tulisan, pasti karena inspirasi itu hilang dari kehidupan kita. Tapi aku justru sebaliknya. Aku mencoba menghilangkan sebuah inspirasi yang biasanya datang menghampiriku pagi, siang dan malam (jangan ditiru sikap ini). Menulis ternyata menjadi obat untuk diriku, bahkan disaat kita ingin menghilangkan inspirasi itu sendiri, kita justru mendapatkan inspirasi. Karena hati yang sudah diniatkan ingin menghilangkan inspirasi itu, otakkupun menjadi beku alias macet untuk menuliskan sebuah puisi. Padahal aku sangat suka menulis sebuah puisi. Kebekuan itu karena aku sedang mencoba mengubur dalam2 bintang inspirasiku. Namun seorang bijak teman hidupku mengatakan: "Jadikan itu sebuah inspirasi. Jangan mencoba untuk menghindarinya. Hadapi saja". Menurutku inspirasi bisa lahir dari mana saja dan kapan saja dari siapa saja. Seperti halnya inspirasi Laskar Pelangi versi Andrea Hirata. Setelah selesai membaca Laskar Pelangi, akupun jadi teringat sebuah buku karangan Frank McCourt, yaitu seorang penulis asal dari Irlandia. Buku Laskar Pelangi mempunyai kemiripan dengan buku karangan Frank McCourt yang berjudul Angela's Ashes yang diterbitkan pada tahun 1996. Buku ini mengisahkan tentang kehidupan Frank sejak tahun 1930 hingga 2009. Judul dari buku itu sendiri diambil dari nama ibunya Frank yaitu Angela's Ashes. Frank mengisahkan pula tentang kehidupannya yang sangat sulit dimasa kanak2nya yang ketika itu perekonomian di Ireland masih sangat miskin. Ia juga menuliskan tentang kehidupan umat Katholik yang religious di Irlandia serta kepedihan hatinya saat ditinggal mati seorang wanita yang baru saja membuatnya jatuh cinta. Buku Laskar Pelangi karya Andrea ini, dari segala kisah mirip sekali dengan buku Angela's Ashes karya Frank McCourt. Ada kemungkinan Andrea mendapatkan inspirasi dari buku Frank McCourt, karena berdasarkan autobiography di buku Laskar Pelangi, Andrea merupakan lulusan S2 dari salah satu universitas di Inggris. Apapun itu, aku menyukai buku karangan keduanya. Dan salut untuk Andrea yang mampu menuliskan kisah kehidupannya dalam sebuah buku hingga sedemikian rupa. Seperti halnya Angela's Ashes yang sukses dengan bukunya sampai akhirnya ada produser yang meilirik buku ini untuk dibuat film dengan judul yang sama dengan bukunya. Laskar Pelangipun setelah sukses dengan bukunya, tak lama kemudia filmnyapun muncul. Sayangnya, hampir rata2 semua film2 yang diambil dari buku nyatanya tidak sebagus bukunya. Bagi yang sudah membaca buku Laskar Pelangi mungkin akan sedikit kecewa setelah menonton filmnya. Aku hanya berpendapat, jika film ini dibuat oleh produser seperti Steven Spielberg mungkin akan menjadi film yang spektakuler. Pasalnya, seribu perasaan yang menggugah pembaca yang dituliskan oleh Andrea ini tidak satupun terimplementa si di filmnya. Beberapa karakter yang bermain di filmnyapun tidak diambil secara tepat sesuai dengan karakter Laskar Pelangi Sekawan. Satu2nya karakter di film Laskar Pelangi yang 60 % seperti ada dalam buku hanyalah Mahar dan Pak Harun. Lainnya meleset 100 %. Kisah dalam film itu sendiri di lompat2 seperti bunglon. Mungkin sebagian penonton yang belum membaca tidak akan mengerti apa keseluruhan isi yang disampaikan dari film Laskar Pelangi itu. Seperti saat si Flo menghilang sembunyi di sebuah sungai yang dipenuhi monyet hutan dan buaya hanya untuk mengukur keberanian dirinya, dan Laskar Pelangi sekawan khususnya Mahar membantu untuk menemukan Flo. Dalam imaginasiku saja sudah tergambar bagaimana menyeramkannya keadaan hutan itu, dan bagaimana kagetnya saat Flo mengagetkan Laskar Pelangi Sekawan diatas pohon sedang bergelantungan seperti monyet. Film Laskar Pelangi benar2 tidak sebanding dengan bukunya. Dan aku benar2 kecewa. Mungkin satu2nya pengobat kecewaku adalah saat Bu Mus dan Laskar Pelangi Sekawan berada diantara batu2 besar disebuah pantai dengan pemandangan pelangi. Pemandangan ini mengingatkan aku pada sebuah pantai di Kho Phi Phi yang berada di Thailand. Intinya, aku sangat berterimakasih kepada Abangku yang sudah memberiku hadiah buku berbahasa Indonesia ini. Buku ini memberiku semangat baru dan keinginanan baru diantara catatan2 'My Dreams'. Salah satu mimpiku adalah pergi ke Tanah Melayu nun jauh disana. (End) DBLN, 15.27-080809

7 Aug 2009

Fanny Sang Cerpenis & Birthday Cakes

Posted by Jeng Sri 1 comments
Baru saja aku mau memulai postingan ini, HPku berdering. Terlihat nomor dari Indonesia yag tak dikenal lalu ketika ku angkat terdengar suara yang lembut dan merdu sudah pasti cantik seperti pemiliknya dan mengalun: "Happy birthday to you, happy brithday to you....". Karena aku baru saja mau memulai memosting tentang Fanny, lalu kontan akupun berpikir bahwa yang menelpon itu adalah Fanny karena ketika kutanya terdengar seperti dia menyebutkan namanya Fanny. Ternyata eh ternyata, dia adalah seorang mojang priyangan asal Bandung yang tak segan2 sering menelpon ke nomorku yang aku tahu kalau telpon ke Dublin melalui HP dari Indonesia sudah pasti mahal sekali. Gadis mojang priyangan itu adalah bernama Ranie. Terimakasih buat lagunya Ranie. Hari ini aku sudah seperti ratu kidul saja. Orang pertama yang memberiku ucapan meskipun belum hari H-nya adalah Bang Eri, seorang abang dari Riau Pekanbaru yang tampan dan manis. Kemudian menyusul Melly, salah satu sahabat blogger juga. Pagi2 SMS dan telpon sudah berjibum dari segala penjuru seperti UK, France, Italy, US, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Ireland memberikan doa dan ucapan ulang tahun. Sejuta kebahagiaan menyertaiku hari ini karena sahabat maya dan sahabat realita berbondong2 memberikan ucapan selamat ulang tahun. Sayang, aku tak bisa merayakan hari kebahagiaan ini bersama sahabat2 mayaku. Hadiah dari beberapa sahabat realitapun mengalir bagaikan hadiah dihari natal. Tak ketinggalan hubby memberiku sebuah hadiah berupa 2 buah CD The Killers dan The Coan Brothers Collection plus romantis dinner di sebuah Brazil Restaurant untuk nanti malam. Teman2ku sudah seperti Santa Clause yang sedang berbaik hati membagi2 kan hadiah kepadaku. Tidak ketinggalan pula sahabat maya bernama Fanny yang lagi kecanduan dengan karya2 awardnya yang bernuansa strawberry. Sahabat bloggers mungkin sudah tidak asing lagi dengan Fanny sang Cerpenis ini. Fanny bukan hanya seorang blogger yang doyan tulas-tulis di blognya namun dia adalah memang seorang penulis yang memang benar2 gila dengan tulisan. Saking gilanya dengan menulis, karya2nya yang sudah banyak terpajang di beberapa media cetak di Indonesia itu masih belum membuatnya puas untuk berhenti menulis. Lihat beberapa blognya yang berjumlah 8 dengan masing2 kategori isi blognya. Hebatnya sang blogger yang pekerjaan aslinya ini adalah seorang notaris hukum, masih bisa menyempatkan diri membuka pelatihan menulis cerpen bagi blogger yang ingin mengembangkan bakat menulis cerpennya. Blog ini bisa anda kunjungi di Sastra Graha. Inilah wanita yang tak pernah mati akan ide. Idenya selalu saja nyangkut di sel2 otaknya. Apapun ide itu, selalu menjadi perwujudan bagi idenya untuk menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat bagi orang lain. Hari ini, Fanny membuatkan award khusus untuk hari ulang tahun dan pernikahanku. Indah nian cyber friendship ini. Dunia maya tanpa batas ini juga dihuni oleh manusia2 yang jujur yang menginginkan persahabatan, bukan permusuhan dan yang tak jelas kegiatannya. Menulis ilmu, menulis, cerpen, menulis diary, hingga menciptakan nuansa berbagi dikalangan bloggers. Ku ucapkan terimakasih dan salam perdamaian serta persahabatan untuk semua sahabat bloggers Indonesia dimanapun berada, khususnya di tanah air. DBLN, 15.28-070809

6 Aug 2009

Buku VS Film (Laskar Pelangi) - Part 1

Posted by Jeng Sri 1 comments
Akhir2 ini aku lagi gila menumpahkan seribu emosi dalam sebuah tulisan dan bacaan buku. Dalam waktu 12 hari aku sudah melahap 4 buku yang bukunya lumayan tebal. Berterimakasih sekali kepada BlogSpot yang telah memberikan account cuma2 untuk ajang belajar tulis menulis ini. Aku sudah tidak perduli lagi dengan banyaknya komentar atau dengan traffic yang menjulang dan merosot. Bahkan kalau tidak ada yang membaca sekalipun tulisanku ini. Aku tidak perduli. Aku hanya ingin menulis. TITIK. Melalui postingan kali ini, aku juga ingin minta maaf kepada Om Sugeng. Aku yakin Om Sugeng tidak tahu bahwa blog JengSRI.Com ini sudah di tutup untuk komentar. Jadi mohon Om Sugeng jangan berkecil hati karena menganggap aku tidak memilih Om sebagai member. Tidak ada satupun member di blog ini yang aku pilih untuk berkomentar di blog ini. Hal ini sudah pernah kuposting sebelumnya. Mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada Om Sugeng dan kepada sahabat bloggers yang membaca blogku. Kembali ke Laskar Pelangi, Aku sudah mendengar buku Laskar Pelangi dari beberapa sahabat di London sebelumnya. Katanya bagus, katanya menarik. Tapi jujur, aku tetap mencemoohkan buku karya Indonesia, apalagi kalau itu novel (harap jangan ditiru tindakan yang melanggar UUD perkaryaan ini). Karena kebanyakan buku fiksi Indonesia sejak jaman sembilan puluhan berkategori picisan yang sekedar berbau romansa. Aku jadi anti karya buku fiksi Indonesia sejak masa remaja. Saat pulang ke Indonesia tahun 2008, Abangku mengkritikku (yang katanya) aku sudah melupakan karya2 buatan Indonesia. Tentunya hal itu aku sanggah, jika memang ada karya yang bagus kenapa tidak disukai. Aku hanya akan membaca, membeli, mengambil dan menyimpan karya2 yang patut diberikan point yang membanggakan (Jangan ditiru lagi sikap ini). Lalu Abangku membelikan aku sebuah buku berjudul Laskar Pelangi, dengan mengatakan: "Coba baca buku ini". Melihat cover dan judul serta beberapa kata2 didepannya saja aku sudah sangat tidak bergairah. Buku ini diberikan pada bulan Oktober tahun 2008 dan baru di sentuh untuk dibaca semingu yang lalu. Aku sempat ingin memberikan buku ini (tanpa lebih dulu membacanya) kepada seorang sahabat Indonesia yang tinggal di Ireland. Jika aku tidak menikah, mungkin aku akan menjadi orang yang sangat menyesal karena tidak membaca buku ini. Suamiku menyarankan untuk membaca Laskar Pelangi dengan alasan: "Terkadang meskipun seorang penulis yang datang bukan dari bidang sastra, kalau dia memiliki penulisan narasi yang bagus bukunya akan enak dibaca". Berangkat dari pendapat suamiku itu, akupun memulai menyentuh buku yang sudah tergeletak merana diantara himpitan buku2 yang lain selama 8 bulan. Malas bukan main waktu memulai paragraf pertama. Aku sudah mengatakan dalam hati jika buku ini tidak bagus akan langsung kuhentikan dan aku berikan kepada sahabatku itu. Seribu kejutan tak disangka. Ternyata Bab pertama sudah membuat aku langsung jatuh cinta. Buku Laskar Pelangi adalah buku berbahasa Indonesia ke dua yang aku miliki setelah Al-quran dengan terjemahan artinya. Dan suamikupun harus tersenyum (dan terganggu) karena 'keonaran' yang kutimbulkan akibat buku Laskar Pelangi ini dan tentunya tersenyum karena anggapanku yang 100% salah tentang buku ini. Karena buku ini sering aku baca menjelang di pagi hari saat bangun tidur dan sebelum tidur, maka suamiku harus rela tersiksa mendengar tawaku yang terpingkal-pingkal karena tulisan si Andrea yang sederhana nan lucu ini. Apalagi saat si Ikal mendeskripsikan keadaan Bu Mus sang Ibunda Guru tercintanya dengan make upnya. Dibuatnya aku tertawa menungging2 ditempat tidur. Setiap huruf yang tertulis di Laskar Pelangi tak pernah luput dari mataku. Aku terbius oleh setiap narasi yang dituliskan oleh Andrea, hingga membawaku kepada kisahnya. Aku malu mengakui ini, tapi akan kukatakan. Aku menangis saat membaca bab 30 Elvis Left The Building. Syukurnya suamiku tak ada saat itu, kalau tidak tak terbendung lagi rasa maluku. Pasti dia akan sibuk mengambil tisyu untukku karena tangisku ini sudah seperti tak normal. Andrea mampu membawaku ke dalam kegembiraanya, kesedihannya, bahkan saat ia patah hati dengan si A Ling. Aku begitu patah hatinya pula. Akupun ikut memaki, membenci ketidak adilan pada negri ini. Membenci karena Lintang yang jenius tidak bisa melanjutkan sekolah karena harus bekerja demi keluarga. Tak dapat kutahan airmataku saat kubaca surat Lintang kepada Ibunda gurunya yang mengatakan: "Ibunda Guru, Ayahku telah meninggal, besok aku akan sekolah. Salam, Lintang". Dahsyat sekali memang Andrea menulisnya, sampai2 akupun merasakan sakit hatinya saat dia kehilangan Lintang sahabat hidupnya. Kadang aku berpikir, mungkin aku yang terlalu sensitif terhadap sesuatu yang kulihat dan kurasakan. Tapi itulah aku. Si sensitif. Meskipun kutulis sambung menyambung tentang Laskar Pelangi, itu tak akan cukup menggambarkan kedahsyatan dari buku itu. Seribu petualangan masa kecilnya, keindahan Pulau Belitong, Ajaran tentang cinta kasih, budaya melayu yang sederhana, semua berbaur dalam tulisan yang sederhana namun penuh akan penjelasan sebuah ilmu dari segala aspek kehidupan dan ilmiah. To be Continued.... DBLN, 10.48-060809

5 Aug 2009

Bedah Indonesia Versi JengSRI (2)

Posted by Jeng Sri 0 comments
Dulu saya belum mengerti apa makna daripada pembacaan pancasila dan UUD 45. Meskipun setiap hari senin dibaca hingga ngelotok ditempurung kepala saya, nyatanya semuanya itu hanyalah sebuah hafalan belaka. Saya adalah seorang WNI yang baik dan setia, buktinya saya selalu mengikuti apa kata undang-undang, seperti wajib belajar dan mempunyai KTP (ditambah sekarang harus memiliki NPWP). Herannya tidak ada undang2 yang membuat keharusan membaca pancasila dan UUD 45, malah itu adalah sebuah kewajiban yang harus dibaca pada tiap hari Senin bagi para pelajar Indonesia yang ada di seluruh tanah air. Naasnya, bagian dari masyarakat yang telah membaca pancasila hingga ngelotok di otak kami itu justru tidak menjadi bagian daripada pancasila itu sendiri. Mengapa? Mari simak baik2 uraian dari isi Pancasila versi JengSRI yang otaknya lagi mendidih ini. 1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Jujur saya tidak paham sama sekali tentang arti dari 7 butir Ketuhanan Yang Maha Esa ini. Jika anda simak baik2 7 butir dari Ketuhanan Yang Maha Esa ini, maka anda akan menemukan ketujuh butir tersebut tidak ada kaitannya apa yang dimaksudkan dengan sila pertama. Bagaimana tidak, dari sejak jaman nenek moyang hingga kini. Justru agamalah yang menjadi perseteruan di tanah air ini. Jangankan dengan yang berbeda keyakinan, yang sesama keyakinan berbeda paham bisa mengalami 'perang badar'. Dan semua orang2 ini adalah orang2 yang tempurung kepalanya sudah dipenuhi dengan hafalan ayat2 Pancasila. Khususnya sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, yang didalam salah satu butir2nya mengharuskan kita untuk menghormati kebebasan pada kepercayaaan masing2. Yang menyedihkan dari segala film india yang pernah dibuat sepanjang Bollwood Movies, justru orang2 yang harusnya menegakkan Pancasila inilah yang melanggar makna dan arti dari Pancasila itu sendiri. Tidak percaya? Tengok saja dibalik terjadinya tragedi Tanjung Priok. Dan beberapa ajaran sufi yang sempat ditakutkan oleh instansi2 terkait sebagai gerakan dibawah tanah yang dicurigai akan melawan pemerintahan. Naif memang orang2 negeri kita, atau bodoh? Negeri kita yang memang mempunyai seribu nilai akan kultur budaya dan sosial, justru hanya dapat dinilai oleh orang2 asing (foreigner) yang pandai. Jangan heran jika beberapa karya anak bangsa Indonesia yang sempat di jegal di Indonesia justru dikenal didaratan Eropa dan Amerika. Typical bangsa kita, tak suka dikritik dan di cemooh. Kritikan dianggap musuh, kritikan dianggap malapetaka yang membahayakan kedudukan dan uang. Beda sekali dengan orang2 pandai Eropa, menerima kritikan dengan debat terbuka yang sehat yang menghasilkan solusi bagi negara. Nilai yang baik sesungguhnya dari Pancasila tidak diimplementasikan secara baik dalam kehidupan nyata di masyarakat. Herannya justru saya melihat kehidupan yang berpancasilais ada dinegara2 yang dianggap oleh kebanyakan orang2 kita negara kafir, negara bejad, negara tidak bermoral. Anehnya mereka yang menilai begitu belum pernah menginjakkan kaki di negara2 tersebut. Sementara orang2 kita asyik dengan menilai keburukan bangsa lain, orang2 asing pandai ini asyik mengadakan study research untuk mengetahui tentang budaya, kultur, sosial dan sudah pasti SDA kita. Jangan heran jika ada anak duduk dibangku SD di Eropa dapat menyebut seluruh propinsi yang ada di Indonesia beserta budayanya masing2. Karena mereka sejak kecil sudah diajarkan untuk haus akan ilmu, bukan haus akan gosip2 murahan. DBLN, 17.22-050709

3 Aug 2009

Ibu Segala Jaman ; Reni Judhanto

Posted by Jeng Sri 1 comments
Menjadi orang tua yang bijaksana bagi anak2nya adalah suatu 'pekerjaan' yang sangat sulit. Terlebih era yang menuntut anak2 masa kini harus cerdas. Cerdas dalam berpikir dan bersikap. Tentunya memerlukan orang tua yang cerdas pula untuk memiliki anak2nya tumbuh dan berkembang menjadi sosok pribadi yang cerdas dalam berpikir dan bersikap. Kecerdasan yang dimiliki orang tua bukan hanya di ukur dari intlegensia yang dimiliki oleh orang tua, namun juga kepandaian orang tua dalam menyikapi anak2nya sesuai dengan stage perkembangan umurnya. Jika orang tua mampu memberikan attitude sesuai dengan stage anak2nya, maka sikap tersebut akan memantulkan sikap balance balik dari sang anak. Sayangnya, jarang sekali ditemui hal ini di negeri yang bernama Indonesia. Sering sekali kultur dan sosial menjadikan seorang anak terpenjara untuk memberikan kebebasan berinspirasi dan berkarya. Padahal ribuan anak2 Indonesia yang berpotensial yang tak bisa dihitung dengan jari berserahkan dipelosok negeri ini. Bicara tentang orang tua, ibu memegang peranan penting bagi pertumbuhan anak2nya. Peranan seorang ibu (baik atau buruk) dalam stage perkembangan seorang anak akan besar pengaruhnya psikologisnya saat sang anak menjelang dewasa nanti. Orang tua yang sudah memiliki dasar knowledge tentang psikologi anak (baik dari pengalaman masa kecil atau observasi dari orang lain), jika ini digunakan dalam penyampaian pesan (attitude dan education) yang baik maka sang anak akan dapat menerima penyampaian tersebut dengan clear dan menyikapi balik dengan positif attitude. Sayangnya, justru banyak orang tua yang sering menyampaikan (baik dalam sikap atau prakata) pesan yang negatif kepada anak2nya (disengaja atau tidak disengaja). Penjelasan yang lebih spesifik tentang ini, saya akan lanjutkan di blog psikologi Feeling Mind Behaviour. Memanglah tak mudah memberikan yang terbaik bagi anak dalam bentuk spritual yang menurut sang anak itu sendiri itu adalah kebijakan untuk dirinya. Sering sekali orang tua menganggap apa yang dilakukan oleh mereka adalah kebijakan untuk anaknya, namun sering juga anak menerima pesan tersebut sebagai sesuatu yang SALAH bagi dirinya, yang pada akhirnya menimbulkan gap-mind antara orang tua dan anak. Tulisan diatas terinspirasi atas karakter seorang ibu blogger yang saya beri julukan "Ibu Segala Jaman" bernama Reni Judhanto. Ibu rumah tangga yang sekaligus pekerja dan mempunyai hobi menulis di blog ini telah menularkan hobi positifnya kepada anaknya yang bernama Sasha. Nyatanya Sasha memiliki bakat menulis yang cukup berpotensial untuk diasah menjadi penulis yang handal. Ini terlihat dari beberpa prestasi yang telah Sasha raih dari sekian banyak tulisan2nya. Ibu yang luar biasa ini telah memberikan semangat yang luar biasa kepada sang anak sejak masa belia. Kecintaan beliau kepada anaknya ditunjukkan dengan memberi contoh kegiatan yang kreatif dan positif yang menimbulkan minat dan bakat anaknya. Meskipun masih dalam taraf belum gemilang, ini adalah merupakan suatu langkah permulaan yang perlu di jadikan panutan bagi orang tua masa kini. Dengan pekerjaan dikantor sekaligus menjadi seorang ibu dan istri tidak membuat beliau keteter untuk memberikan yang terbaik bagi anak dan keluarganya. Beliau adalah seorang ibu dengan kecerdasan yang di dambakan oleh setiap anak di segala jaman. Atas kreativitas beliau di dunia blogging, beliaupun mendapatkan julukan juragawati award, karena keramahan dan aktifitas beliau di dunia perblogeran, beliau jadi sering ketitipan award dari sahabat bloggers. Award2 yang saya lebih suka menyebutnya NOBEL PERDAMAIAN ini, telah di wariskan kepada saya. Untuk Ibundanya Sasha, saya ucapkan terimakasih atas Cyber Friendship kita selama ini. Semoga tetap terjalin abadi meskipun hanya melalui dunia maya. DBLN, 15.59-030809

2 Aug 2009

Bedah Indonesia Versi JengSRI (1)

Posted by Jeng Sri 0 comments
Mungkin jika kita berada di Indonesia, krisis moneter yang terjadi sejak tahun 2008 hingga saat ini tidaklah begitu terasa, disebabkan kebiasaan hidup mayoritas masyarkat yang biasa2 saja (bagi yang datang dari kalangan masyarakat ekonomi menengah kebawah). Melihat bentuk perekonomian Indonesia yang berbentuk piramid; yang diartikan sebagai ujungnya piramid digambarkan untuk kalangan orang2 menengah keatas, dan selanjutnya adalah kalangan ekomoni tidak pas, alias kekurangan. Beda sekali dengan bentuk piramid perekonomian di negara2 kaya Eropa, Amerika Asia (Jepang dan Brunai), Australia dan South Afrika. Bentuk piramid perekonomian negara2 kaya yang disebutkan diatas kebalikan daripada bentuk piramid perekonomian di Indonesia. Kalau analisa menurut paham saya yang tentunya awam tentang dunia perekonomian, maka akan mengartikan perbedaan piramid tersebut sebagai berikut: 1. Indonesia - Piramid dengan posisi yang sebenarnya: Sisi datar dibawah piramid menggambarkan masyarakat miskin, dan ujungya menggambarkan masyarakat yang berkecukupan. 2. Negara2 EU, Amerika, Australia, Jepang, Brunai, South Afrika - posisi piramid terbalik: Sisi datar dibawah menggambarkan masyarakat berekonomi cukup, sementara ujungnya menggambarkan masyarkat berekonomi lemah. Perbedaan ini tentunya nampak sekali jika digambarkan dalam bentuk statistik diagram. Bersyukurnya Indonesia mempunya SDA yang sangat kaya yang bisa dijadikan nilai jual bagi perkembangan perkenomian di Indonesia. SDA yang mempunyai daya jual yang tinggi di pasaran international ini hampir 100 % dimiliki oleh kebanyakan rakyat yang berekonomi lemah. Hal yang seharusnya menjadi tameng bagi mereka untuk mengembangkan industri mereka (secara khusus), sayangnya justru dimanfaatkan oleh2 pihak2 'raksasa' yang haus akan keuntungan sendiri. Jika ini bisa diperhatikan dengan baik oleh instansi2 yang terkait, maka industri2 kecil pemilik SDA ini akan ikut maju berkembang bersama. Jika seluruh orang yang hidup di Indonesia tahu, betapa bersyukurnya mereka dapat hidup dan tinggal dinegara yang sebenarnya super kaya dan makmur (baca: Indonesia), dan jika instansi2 yang bertanggung jawab ini di kelolah oleh orang2 yang serius, jujur dan disiplin, saya yakin tidak akan ada satu WNIpun yang sudi meninggalkan Indonesia hanya demi sebuah pekerjaan sebagai pembantu. Mengapa begitu? Ada sebuah pertanyaan, mana yang lebih penting SDA (Sumber Daya Alam) atau SDM (Sumber Daya Manusia? jika ini ditanyakan kepada saya sebagai mentri perekonomian, tentunya saya akan menjawab: SDM. Mengapa demikian? Saya akan mengambil contoh sejarah Ireland sebagai negara yang mempunyai catatan hitam, baik dalam sejarah kolonial Inggris selama 800 tahun lebih, dan great Famine yang terjadi 200 tahun yang lalu yang menyebabkan 1 juta orang lebih mati kelaparan. Jangan anda bayangkan bahwa Ireland adalah negara besar, Ireland hanyalah negara kecil yang berpenduduk kurang lebih dari 4 juta penduduk. Great Famine terjadi karena tidak adanya makanan yang dapat di makan oleh penduduk. Bahan pokok makanan (Kentang) ini tidak dapat tumbuh di Ireland, yang dikarenakan cuaca buruk yang ada. Ireland mempunyai 4 musim, dimusim dingin biasanya musim yang paling berat bagi para peternak hewan dan penggarap sayur2an. Hanya beberapa jenis tanaman tertentu yang dapat tumbuh di Ireland, ini dikarenakan matahari yang hanya datang setahun sekali selama 3 bulan; dan itupun jika cuaca bagus di musim sumer. Jadi jangan anda bayangkan bahwa Ireland mempunyai banyak sayur2an, tumbuh2an dan hewan seperti di Indonesia. Bisa di bayangkan kepedihan negara kecil seperti Ireland dimasa lalu?, tidak ada SDA yang mampu menyokong rakyat Ireland untuk hidup di tanah airnya, hingga menyebabkan banyak yang mati kelaparan. Hebatnya semuanya itu tinggallah sebuah sejarah. Meskipun kini Ireland diterpa krisis ekonomi yang menghantam berbagai lapisan masyarakat dan industri perekonomian bisnis, pemerintah dan masyarakat yakin 100 % bahwa Ireland akan kembali pada perekonomian yang semula. Jika orang2 serius di pemerintahan Ireland ini dulu mampu mengangkat rakyat yang mati kelaparan menjadi kaya raya, merekapun percaya krisis ekonomi yang dibilang dahsyat ini, tidak ada apa2nya dibandingkan dengan catatan pedih Great Famine di masa silam. Nyatanya saya menjadi paham apa maksud dari lirik yang di ciptakan oleh WR Supratman yang berbunyi: Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya. Untuk membangun negeri bangkit dari keterpurukan adalah dengan cara membersihkan diri dari penyakit yang bernama AIDS - Angkuh Iri Dengki Serakah. Jika mampu bangsa kita bisa belajar dari masa silam, dan memiliki orang2 serius, jujur dan di siplin yang menjadi para pemerhati rakyat ini untuk mengurus SDA yang lebih bernilai dari yang bernama triliyun ini, tentu tak akan ada berita tentang TKW yang tersiksa dinegeri orang. Sayang seribu sayang, ternyata SDA di Indonesia yang lebih bernilai dari triluyanan dollar dan euro ini tidak mampu membangkitkan rakyat kelaparan memiliki makanan, rakyat buta huruf menjadi membaca, rakyat pintar pergi kesekolah. SDA milyaran dollar dan euro ini hanya di miliki si pencatat, si penego, si mucikari, yang kemudian menghasilkan bangunan2 mewah yang tak jelas. Tak jelas bagi si petani, tak jelas bagi si peternak. Namun yang jelas bagi mereka adalah: Hidup mereka tak berubah. DBLN, 21.09-010809
 

JengSRI's BloG Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Make Money from Zazzle|web hosting